Kelebihan dan Kekurangan Daihatsu Xenia 1.000 cc yang Tetap Menawan

22/11/2021

Jual beli

5 menit

Share this post:
Daihatsu Xenia 1.000 cc bisa menjadi pilihan bagi Anda yang menginginkan mobil keluarga dengan harga yang terjangkau. Intip kelebihan dan kekurangannya di sini.

Daihatsu Xenia 1.000 cc memang tak lagi dipasarkan. Tapi mobil dengan banderol yang terjangkau ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang menginginkan mobil keluarga dengan kapasitas akomodasi yang cukup baik dan efisiensi bahan bakar yang terbilang irit. Tertarik ingin meminang mobil ini? Simak kelebihan dan kekurangan serta harga Xenia bekas di bawah ini.

Kelebihan dan Kekurangan Xenia 1.000 cc

Selama dua generasi, Daihatsu membawa dua mesin berkapasitas 1.0 liter dan 1.3 liter untuk Xenia. Baru pada generasi ketiga di All New Xenia, Daihatsu memastikan hanya ada dua pilihan mesin 1.3 liter dan 1.5 liter yang lebih besar untuk penggunanya di Indonesia.

Ada dua generasi Xenia yang menggunakan mesin berkapasitas 1.0 liter. Mesin EJ-VE terbagi menjadi model EFI non VVT-i yang dikeluarkan tahun 2003 hingga 2006. Sedangkan peningkatan di generasi kedua memberikan mesin EJ-VE VVT-i untuk Xenia 1.0D dan Xenia 1.0M dan hanya tersedia pada transmisi manual saja.

Kelebihan Xenia 1.000 cc

Meski tak lagi dipasarkan, mobil ini memiliki berbagai kelebihan yang membuat harganya masih tetap stabil dan masih tetap dicari di pasar mobil bekas Tanah Air. Menggunakan mesin EJ-VE 1.0 liter bertenaga 56 hp pada 5.600 rpm dan torsi puncak 98 Nm pada 3.600 rpm, berikut beberapa kelebihan Xenia bermesin 1.0 liter yang bisa Anda rasakan.

1. Harga terjangkau

Dijual sebagai varian terendah dari Daihatsu Xenia di Indonesia membuat harganya mobil ini jauh lebih terjangkau dibandingkan model lainnya. Apalagi dengan umurnya yang sudah tidak lagi muda, mobil ini memiliki banderol yang sudah terdepresiasi dibandingkan harga awalnya. Bahkan harga Xenia 1.000 cc bisa mencapai Rp 50 jutaan saja untuk model generasi pertama.

mobil baru Daihatsu Xenia 2004 berwarna hitam
Xenia generasi pertama mendapatkan harga bekas yang sangat terjangkau

2. Konsumsi BBM irit

Keuntungan dari mesin 1.0 liter 3-silinder yang digunakan memiliki keuntungan tersendiri: mesin 3-silinder memang dikenal mampu memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih irit dibandingkan mesin 4-silinder. Apalagi untuk pengendaraan standar, misalnya di dalam kota tercatat 12 km/liter dan di luar kota bisa didapatkan 15 km/liter.

3. Perawatan murah

Mengingat mobil ini belum menggunakan teknologi maupun fitur canggih seperti mobil baru, misalnya transmisi CVT, fitur audio premium maupun sistem keselamatan tingkat tinggi, biaya perawatan Xenia bisa lebih terjangkau. Tapi tentu saja untuk mobil yang sudah berumur, ada beberapa komponen yang perlu Anda kemungkinan besar akan diganti nantinya.

>>> Mengulik Ragam Fitur Baru di All New Xenia 2022, Berasa Lebih Mewah

4. Spare part masih banyak ditemukan

Salah satu kekurangan mobil yang sudah tidak lagi diproduksi adalah kendala dalam mendapatkan spare part mobil. Tapi untuk mobil keluaran Daihatsu, khususnya Daihatsu Xenia, spare part maupun komponen mobil masih banyak ditemukan di bengkel resmi maupun bengkel umum serta toko aksesoris terdekat di tempat Anda.

mobil bekas Daihatsu Xenia Li berwarna hitam
Spare part Xenia keluaran lama masih sering ditemui di bengkel umum

Kekurangan Xenia 1.000 cc

Dengan banderol yang terjangkau, tentunya ada beberapa kekurangan yang harus diperhatikan ketika Anda akan membeli mobil ini. Berikut beberapa di antaranya.

1. Ruang kabin tak terlalu kedap

Mungkin ini bukan hanya kekurangan khusus Xenia bermesin 1.0 liter. Tapi seluruh model Xenia seringkali dikaitkan dengan ruang kabin yang tidak terlalu kedap. Mengingat kualitas peredam suara yang dimiliki oleh Xenia tak terlalu baik jika dibandingkan dengan MPV Toyota lainnya, semisal Toyota Kijang Innova maupun Toyota Sienta.

interior Daihatsu Xenia Li 2010 berwarna beige
Ruang kabin Xenia 1.0 liter memiliki kekedapan yang tidak terlalu baik

2. Getaran mesin cukup terasa

Mesin 3-silinder sayangnya memiliki kekurangan khusus, yaitu getaran mesin yang cukup terasa. Digabungkan dengan ruang kabin yang tidak terlalu kedap, maka getaran mesin seringkali bisa dirasakan ketika sedang berkendara. Getaran yang disebabkan oleh jalan berlubang maupun tidak rata juga bisa menjadi masalah yang mengganggu sepanjang perjalanan.

3. Limbung ketika dibawa kencang

Tak banyak pengemudi yang membawa Xenia mereka melaju kencang. Bukan hanya karena tenaganya yang tak terlalu besar, tapi juga karena bodinya yang tinggi dan besar membuat mobil ini sering limbung dan oleng apabila dibawa terlalu cepat. Sehingga perlu berhati-hati ketika Anda membawa mobil ini di jalanan bebas hambatan yang kosong dan berangin.

>>> Beda Avanza vs Xenia 2022, Mana yang Lebih Value for Money?

Penyakit Umum Xenia 1.000 cc

Masalah yang terjadi pada Xenia generasi pertama dan kedua, khususnya untuk model bermesin 1.0 liter merupakan rahasia umum bagi pemilik Daihatsu Xenia. Sebelum Anda pusing ketika sedang berkendara, perhatikan berbagai penyakit umum yang sering ditemukan pada mobil ini.

1. Berat saat menanjak

Masalah ini sebenarnya senada dengan kurangnya tenaga yang ditemukan pada Xenia 1.000 cc di tanjakan. Banyak yang mengeluhkan mobil ini tak begitu kuat ketika harus ditantang berkendara di jalanan menanjak. Apalagi melalui tanjakan yang terjal dengan ruang kabin terisi penuh beban muatan.

mobil baru Daihatsu Xenia 2016 berwarna putih
Bahkan mobil generasi kedua Xenia 1.0 liter tak terlalu mumpuni menanjak

2. Rpm mobil tiba-tiba naik

Sebagian pengguna melaporkan adanya masalah rpm yang tiba-tiba naik ketika mobil sedang berjalan, namun kembali normal pada saat mobil diam. Biasanya masalah ini terjadi karena ada masalah pada ISC, bagian lubang throttle yang sudah lebar akibat aus, maupun pada bagian fuel pump. Lakukan pengecekan pada komponen di atas jika rpm mesin naik secara tiba-tiba.

3. Ekstra fan sering bermasalah

Ekstra fan merupakan komponen pendukung pendinginan yang menurunkan suhu air radiator tidak terlalu panas. Oleh karena itu, jangan lupa untuk memeriksa ekstra fan mengingat komponen ini sering bermasalah dan tentunya akan mengganggu perjalanan. Untuk menghindari masalah, lakukan pergantian setiap 2 hingga 3 tahun sekali.

>>> Jadi Lebih Mewah! Ini Beda Harga dan Tipe Xenia 2022 Terbaru

Daftar Harga Xenia 1.000 cc

Mobil bekas yang memiliki umur cukup tinggi ini memiliki daya tarik yang menawan sebagai mobil keluarga Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Populasinya yang cukup masif juga membuat Xenia bermesin 1.0 liter sering ditemui di pasar mobil bekas Tanah Air.

Harga Xenia 1.0 liter keluaran generasi pertama, khususnya tahun 2004 dan 2005 dibanderol dengan harga mulai dari Rp 50 jutaan hingga Rp 80 jutaan. Sedangkan edisi kedua yang diperkenalkan pada tahun 2011 bisa didapatkan dengan kisaran harga Rp 70 jutaan hingga Rp 100 jutaan. Harga bisa berbeda-beda tergantung kondisi kendaraan dan kota Anda.

Pertanyaan Sering Diajukan

Apakah Xenia 1.000 cc irit?
Dengan mesin berkapasitas 1.0 liter dan penggunaan mesin 3-silinder, konsumsi bbm Xenia yang diberikan sangat irit untuk sebuah mobil perkotaan.
Apa penyebab Xenia 1.000 cc boros?
Pengguna Xenia 1.000 cc seringkali mengeluhkan konsumsi BBM yang boros. Hal ini bisa saja disebabkan oleh filter udara yang kotor atau oli yang sudah lama tidak diganti. Pengecekan juga diperlukan untuk mengantisipasi masalah lain yang terjadi.
Berapa harga Daihatsu Xenia 1.000 cc?
Dengan dua generasi dari tahun 2004, Anda bisa mendapatkan harga Xenia 1.000 cc berada di kisaran Rp 50 jutaan hingga Rp 100 jutaan.

Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.

Pertemuannya dengan Cintamobil terjadi pada Oktober 2017, kala Auto Portal sedang mencari penulis-penulis baru untuk mengisi laman berita dan tips di website Cintamobil.com. Masih berkutat dengan kepenulisan, ia mencoba ranah baru; yaitu menulis di bidang otomotif dengan pengetahuan yang bisa dibilang minim.
Mempelajari dunia otomotif memang bukan hal mudah. Tapi sedikit demi menggali informasi dan mulai mengenal penggiat dan media otomotif yang selalu memberi masukan, hingga akhirnya ia mengarungi lebih dalam dunia ‘petrolhead’ ini. Dan bulan demi bulan berlalu. Dari feelance, Padli akhirnya resmi bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Content Writer pada bulan Desember 2018.
Berkenalan dengan nama-nama ‘gaek’ di ranah otomotif Tanah Air, ia mulai ditantang dengan lajur baru; fokus pada SEO (Search Engine Optimization) guna meningkatkan trafik dan kualitas website menjadi ‘mainan’ baru. Sampai saat ini, titelnya sebagai SEO Editor di Cintamobil.com menjadi tantangan terbaru mulai digeluti pemuda yang juga menyukai film dan buku ini.

 
back to top