Juara Dunia Formula E, Nyck de Vries Ternyata Keturunan Indonesia!

16/08/2021

Event - Promosi

3 menit

Pebalap dari tim Mercedes-EQ, Nyck de Vries sukses menjadi juara dunia Formula E termuda. Pria berusia 26 tahun asal Belanda ini ternyata punya darah Indonesia.

Meski harus puas untuk finish di urutan 8 pada seri terakhir, Berlin ePrix di Jerman (15/8), Nyck de Vries mengamankan posisi pertama klasemen pebalap dan meraih gelar juara dunia Formula E 2020-2021.

Nyck de Vries lahir di Sneek, Belanda pada 6 Februari 1995 dan baru setahun memperkuat tim Mercedes-EQ. Sebelumnya, ia membalap di Formula 2 dan sempat menjadi rekan setim Sean Gelael, pebalap asal Indonesia di tim Pertamina Prema Theodore Racing.

Punya Darah Indonesia Dari Sang Nenek Buyut

Pada sebuah wawancara Formula E di tahun 2019, Nyck de Vries yang menjuarai Formula 2 sebelum berpindah ke ajang balap mobil listrik menceritakan bahwa dirinya memiliki darah Indonesia yang berasal dari nenek buyutnya. Tak hanya itu, sahabat Sean Gelael ini bahkan sempat 'pulang kampung' ke Tanah Air.

Gambar Sean Gelael dan Nyck de Vries

Sean Gelael dan de Vries sempat menjadi rekan satu tim saat di Formula 2

>>> Pemprov DKI Targetkan Formula E Jakarta Digelar Juni 2022

"Saya datang ke Indonesia satu kali bersama teman saya, Sean Gelael. Dan dari dalam diri saya, itu terasa seperti pulang ke kampung halaman," ungkap de Vries.

Masyarakat Indonesia boleh ikut berbangga, karena tak hanya meraih gelar juara dunia Formula E 2020-2021, ia juga tercatat sebagai juara dunia Formual E termuda sejak balap formula listrik ini dimulai pada 2014-2015.

de Vries merupakan pebalap cadangan dan test driver dari Mercedes-AMG Petronas F1 Team, namun ia merasa bahwa kesempatannya di Formula 1 tak terlalu besar. Karena itu, ia memutuskan untuk hijrah ke ajang Formula E.

Kiprah de Vries di Ajang Balap

Pebalap asal Belanda ini sudah berprestasi semenjak memulai karier membalapnya di Karting dan memenangkan WSK World Series untuk kategori KF3 di tahun 2008. Ia kembali mempertahankan gelar tersebut di tahun 2009, dan memenangkan World Karting Championship pada tahun 2010 dan 2011.

Gambar Nyck de Vries

de Vries saat menjuarai FIA Formula 2 di tahun 2019

>>> Mercedes-Benz Siapkan G-Class Bertenaga Listrik, Meluncur Tahun Ini

Di tahun selanjutnya, ia naik kelas ke Formula Renault Eurocup dan memenangkan ajang balap tersebut di tahun 2014. Di tahun 2015, ia berpindah ke Formula Renault 3.5 Series dan naik kelas ke GP 3 di tahun 2016.

Di tahun 2017, ia memulai karier Formula 2 dengan tim Rapax. Selama di Formula 2, ia berpindah tim hingga 4 kali sampai menjuarai ajang balap tersebut di tahun 2019 bersama tim ART Grand Prix. Setelah itu, ia pun bergabung ke tim Mercedes-EQ di Formula E dan menjadi juara dunia tahun ini.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top