Alat Ukur Tekanan Ban Penting Untuk Cek Kondisi Kesehatan Ban

31/05/2021

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Alat ukur tekanan ban menjadi perangkat penting yang secara ideal wajib dimiliki oleh setiap pengemudi kendaraan bermotor seperti bus, truk dan mobil

Sesuai namanya, perangkat tire pressure gauge atau alat ukur tekanan ban digunakan untuk mengukur tekanan angin ban dalam satuan ukuran yang berbeda seperti bar dan psi. Secara teknis, ban hanya akan bekerja optimal dalam artian kemampuan mengangkut beban jika memiliki tekanan angin yang tepat.

gambar ban

Ban mampu bekerja optimal jika didukung tekanan angin yang tepat

Dengan demikian, ban sangat bergantung dengan tekanan angin. Itu sebabnya, pengukur tekanan angin ban menjadi perangkat yang idealnya dipunyai oleh setiap pengguna kendaraan bermotor (bus, truk, mobil, sepeda motor). Secara umum ada tiga macam alat ukur tekanan angin ban yang tersedia di gerai-gerai alat bengkel.

>>> Continental Perkenalkan Ban Pintar Yang Dapat Menyesuaikan Tekanan Angin Otomatis Demi Efisiensi Berkendara

Model Pensil

Ini adalah tire pressure gauge yang paling sederhana. Bentuknya mirip dengan pensil dan ketika dipakai  mengukur tekanan angin ban, ada semacam batang pengukur (measure bar) yang keluar dari bodi dan menunjukkan angka tekanan angin ban.

gambar alat ukur

Alat ukur tekanan ban model pensil untuk panduan dasar mengetahui kondisi ban

Usai pengukuran, batang pengukur tinggal didorong agar kembali ke dalam bodi alat ukur. Perangkat ini harganya relatif murah dan mudah dipakai namun tidak bisa dikalibrasi. Jadi lebih cocok dipakai sebagai panduan dasar untuk mengetahui tekanan angin ban.

Model Analog

Alat ukur tekanan angin ban model analog mempunyai kemampuan kerja yang lebih baik daripada alat ukur model pensil. Rata-rata alat ukur tekanan angin ban model analog memiliki bentuk bulat dan memakai jarum penunjuk disertai skala pada bagian dalam (satuan bar atau satuan psi atau keduanya). Ketika dipakai, tekanan angin ban akan mendorong jarum indikator hingga mencapai angka  yang sesuai. Secara umum, alat ukur tekanan angin model analog ini ada dua macam; manual dan otomatis. Versi manual berarti tekanan udara harus selalu dibuang setiap kali alat ukur selesai dipakai agar mekanisme di bagian dalam tidak mengalami “fatigue” yang mempengaruhi tingkat akurasi.

gambar alat ukur

Alat ukur tekanan ban model analog memiliki akurasi tinggi sehingga wajib dikalibrasi secara teratur

Sedangkan versi otomatis berarti tekanan udara langsung terbuang setelah pengukuran selesai. Demikian pula alat ukur tekanan angin ban model analog tersedia dengan pilihan liquid filled atau non liquid filled. Alat ukur tekanan angin ban model analog  dengan liquid filled dirancang untuk meredam efek benturan yang dapat mempengaruhi tingkat akurasi pengukuran. Harga alat ukur tekanan angin ban model analog relatif lebih mahal dan wajib dikalibrasi secara berkala semisal setiap 6 bulan  sekali atau setiap 1 tahun sekali agar hasil pengukuran selalu akurat. 

Model Digital

Alat ukur tekanan angin ban model digital memiliki desain yang lebih beragam dan menggunakan layar digital berisi  angka yang menunjukkan tekanan angin dalam ban dengan satuan ukuran psi atau bar. Perangkat ini biasanya sudah bersifat paten sehingga tidak bisa dikalibrasi dan kondisi kerjanya sangat bergantung pada kondisi kesehatan baterai.

gambar alat ukur

Alat ukur tekanan ban model digital yang mudah digunakan

Selain itu, sifat kerjanya menganut sistem otomatis sehingga selalu membuang tekanan angin setelah menyelesaikan proses pengukuran. Sebagai penganut sistem digital, perangkat ini membutuhkan perlakuan yang cermat semisal jangan sering terbentur (jatuh) dan jauhkan dari kondisi lingkungan yang ekstrem (terlalu panas atau terlalu dingin).    

>>> Ternyata Ini Ukuran Tekanan Ban Mobil yang Ideal

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top