Mengenal Ban RFT, Apa Benar Tidak Bisa Pecah?

02/07/2020

Pengemudian

4 menit

Mengenal Ban RFT, Apa Benar Tidak Bisa Pecah?
Teknologi ban mobil kini semakin berkembang dengan ban RFT (Run-flat Tire) yang diklaim bisa dipakai sekalipun ketika mobil kempes. Seberapa canggih sih, apakah tidak bisa pecah?

Seiring berkembangnya zaman, hadir berbagai teknologi yang memberi kepraktisan dan kenyamanan saat berkendara. Salah satunya ban RFT (Run-flat Tire) yang memungkinkan ban bocor atau kehilangan udara masih bisa dipakai dalam jarak dan kecepatan tertentu.

>>> Ketika ban run-flat tire kempis, apa saja yang harus dilakukan?

Namun, belum banyak pabrikan yang menggunakan ban RFT pada line-up mobil terbarunya. Paling hanya line-up mobil mewah sepert BMW, MINI, Mercedes-Benz, dan sebagainya.

Harga lebih mahal dua kali lipat

Salah satu alasan kenapa ban RFT tidak terlalu populer adalah soal harga. Bagaimana tidak, harga satu buah ban tersebut bisa untuk membeli 2-3 buah ban tubeless biasa. Memang sih, hal ini tergantung dari merek serta ukurannya. Tapi, kenapa bisa lebih mahal ya?

>>> Temukan pilihan mobil baru dan bekas berkualitas di sini

Kontruksi ban run-flat tire

Ban run-flat tire punya konstruksi bagian samping yang lebih kuat

Bisa dibilang, ban RFT memakai bahan dan konstruksi berbeda dibanding ban tubeless pada umumnya. Secara konstruksi, ban run-flat tire dibuat lebih tebal di sisi samping (sidewall reinfore rubber) sehingga dapat menopang mobil walau tekanan angin ban berkurang secara signifikan.

Komponen penunjang ban RFT

Biasanya, mobil yang sudah memakai ban jenis RFT, pabrikan tak lagi melengkapinya dengan ban serep. Sebagai gantinya, hadir tire-repair kit, yang berfungsi menambal ban secara instan dalam kondisi darurat.

>>> Simak tips pengemudian lain yang tak kalah menariknya di sini

Selain itu, mobil yang memakai ban teknologi run-flat tire juga dilengkapi fitur Tire Pressure Monitoring System (TPMS) atau sistem pemantau tekanan ban. Hal ini berfungsi untuk mendeteksi, sekaligus memberi informasi terkait status tekanan ban melalui layar MID.

Tire repair kit untuk memperbaiki ban rft

Teknologi TPMS untuk memonitor tekanan ban

Dua komponen pendukung ban run-flat tire, repair kit (atas) dan TPMS (bawah)

Tanpa fitur TPMS, pengemudi akan sulit memonitor kondisi ban run-flat tire, dan tidak sadar jika terjadi pengurangan tekanan angin. Tentu saja, kondisi seperti ini justru bisa menimbulkan bahaya ketika ban pecah akibat jarak tempuh sudah terlampaui, atau melebihi batas kecepatan ban saat bocor.

Oleh karena itu,ban run-flat tire bukan berarti tidak bisa pecah. Kondisi lain yang bisa merusak ban tersebut apabila tertusuk benda tajam yang cukup besar hingga merusak bagian sidewall. Selain itu, ban juga bisa pecah jika terkena tabrakan atau hantaman ekstrim.

Meski cukup mahal, ban run-flat tire bisa memberikan kenyamanan dan ketenangan saat berkendara. Pun demikian, pemakaian ban ini harus digabungkan dengan fitur lain semisal TPMS agar lebih optimal.

>>> Tips & trik otomotif bisa Anda simak di Cintamobil.com

Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.
 
back to top