Siapa Saja Pembeli Mobil Toyota di Masa Pandemi?

15/06/2020

Pasar mobil

4 menit

Siapa Saja Pembeli Mobil Toyota di Masa Pandemi?
Pandemi corona membuat penjualan mobil turun. Toyota pun mengalaminya. Meski begitu, diakui Toyota masih ada beberapa kalangan yang mampu membeli mobil.

Tak bisa dipungkiri, penjualan mobil turut menjadi korban dari penyebaran virus corona. Sejak pemerintah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), banyak dealer yang harus tutup sehingga kontribusi terhadap penjualan mobil pun menjadi kecil. 

Kalangan Berduit Jadi Target Pembeli Mobil Toyota

Meski begitu, tak berarti penjualan mobil sama sekali tidak ada. Disampaikan pabrikan besar di Indonesia Toyota, pembelian mobil masih dilakukan oleh mereka dari kalangan berduit. Jadi siapa yang menjadi pembeli mobil Toyota saat ini? 

"Jadi yang masih bertahan, memang benar-benar segmennya yang masih punya kekuatan uang, walaupun masih kredit tapi membayarkan down payment minimal 20%-30%. Itu segmen apa yang bertahan? ya memang segmen additional dan replacement karena mereka sudah punya modal untuk tukar tambah," ungkap Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy dalam bincang virtual dengan awak media, Senin sore (15/6/2020). 

>>> Sejarah Toyota Supra: Lebih Dari Sekadar Mesin 2JZ dan Mobil 10 Detik

Sementara segmen first buyer atau pembeli mobil pertama memang cenderung menurun. Penyebaran virus corona cukup memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian mereka yang berasal dari kalangan pembeli pertama. 

Dealer mobil

Aktivitas penjualan mobil di sejumlah dealer kembali diizinkan

Ditambah lagi dengan adanya seleksi ketat dari lembaga pembiayaan. Seperti diketahui, sejumlah lembaga pembiayaan ada yang  menetapkan uang muka sebesar 40%. 

"Buat kita sendiri ini pengalaman pertama, mungkin nggak pernah ada ya situasi seperti ini. Jadi kita mencoba refer ke krisis sebelumnya, tapi situasinya nggak sama," jelas Anton. 

>>> Toyota Avanza Jadi Transportasi Tenaga Medis Mengantar Spesimen Corona

Selain mobil baru, penjualan di pasar mobil bekas pun ikut terpengaruh. Itulah sebabnya segmen replacement atau mereka yang ingin mengganti mobil ikut tertunda. 

"Jadi kalaupun banyak mau trade-in di cabang itu kesulitan juga buat kita menjual lagi unit yang lamanya lagi karena ya marketnya juga turun," tegas Anton. 

Toyota Optimis Penjualan Mobil Naik

Meski begitu, pihaknya cukup optimis akan penjualan mobil yang diprediksi kembali meningkat pada bulan keenam tahun 2020. Adanya penetapan PSBB transisi di sejumlah daerah termasuk Ibu Kota Jakarta, berpotensi dapat menggairahkan kembali penjualan mobil baru dan meningkatkan pembeli mobil Toyota. 

Penjualan mobil bekas

Penjualan mobil bekas ikut mandek

>>> Mana yang Lebih Jago Nyetir, Pengemudi Wanita atau Pria?

Penjualan Toyota secara retail pada bulan Mei memang tercatat kembali menurun dibandingkan April. Hanya 6.727 unit mobil Toyota yang laris dibeli konsumen Indonesia. Padahal, biasanya Toyota mampu mengirimkan 20.000-30.000 unit mobilnya dalam kurun waktu satu bulan.

Penjualan Toyota pada Mei paling banyak disumbang oleh mobil sejuta umat Avanza dan diikuti oleh Rush, Calya, serta sederet model lainnya. Pihak APM pabrikan Jepang ini berharap pembeli mobil Toyota di bulan Juni akan kembali meningkat.

"Kita lihat dengan adanya situasi ekonomi transisi ini mulai ada pembelian mobil kembali, fleet juga mulai komunikasi dengan kita soal harga dan lain-lain. Walaupun belum bisa normal, tapi di Juni market memberikan sinyal positif," pungkas Anton.  

>>> Promo mobil baru Toyota dan juga diskon menariknya bisa Anda nikmati dengan klik link berikut ini 

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top