Sejarah Toyota Supra: Lebih Dari Sekadar Mesin 2JZ dan Mobil 10 Detik

14/06/2020

Pasar mobil

10 menit

Share this post:
Sejarah Toyota Supra: Lebih Dari Sekadar Mesin 2JZ dan Mobil 10 Detik
Membahas Toyota Supra, tentu yang terlintas adalah mesin 2JZ yang legendaris dan cameo di serial The Fast & Furious sebagai mobil 10 detik. Namun, sejarah sportscar satu ini lebih panjang dan menarik, bagaimana kisahnya?

Bersama Nissan Skyline GT-R, Mazda RX-7, dan Nissan Z, Toyota Supra merupakan sportscar legendaris asal Jepang yang mencuri hati para pecinta mobil tahun 1990-an.

>>> The Legend of Z, bagaimana perjalanan dan evolusi sportscar ikonik Nissan?

Berbekal mesin 2JZ-GTE yang sampai saat ini dianggap salah satu mesin tuner paling bengis dengan potensi lebih dari 1.000 HP, dan juga cameo mobil 10 detik di franchise The Fast & Furious, Supra dianggap sebagai sportscar Jepang terbaik tahun 1990-an.

Namun, sejarah Toyota Supra lebih menarik dari sekadar dua hal ini. Dimulai dari varian mesin inline-6 dari Toyota Celica, dan pada akhirnya jadi sportscar blasteran Jepang-Jerman. Bagaimana kisah lengkapnya? Simak artikel ini sampai habis, yuk.

Sejarah Toyota Supra: Celica coret

Berbicara soal Supra, tentu kita tidak bisa melupakan sportscar Toyota 2000GT yang diluncurkan tahun 1967, dan mejeng di franchise James Bond yang berjudul “You Only Live Twice”. Dijual sampai 1970, mobil dengan konfigurasi mesin inline-6 DOHC 2.000cc ini terjual 351 unit. Memasuki pertengahan dekade 1970-an, minat terhadap sportscar Jepang sedang tinggi dengan Nissan Z sebagai generasi pertama yang jadi primadona.

>>> Temukan berbagai pilihan mobil baru dan bekas berkualitas di sini

Toyota Celica Supra keluaran 1978

Pakai basis Celica, Supra lahir untuk menyaingi Nissan Z

Tak mau kalah dari kompatriotnya, Toyota menghadirkan sebuah sportscar yang mengambil basis dari Celica Liftback, dan diberi nama Supra. Untuk mengakomodir mesin inline-6 yang dipakai, Toyota memodifikasi dengan memanjangkan bagian depan sekitar 129 mm.

Dan pada April 1978, Toyota memperkenalkan Supra dengan mesin 2.563 cc dengan tenaga 110 HP, mesin tersebut dikombinasikan dengan transmisi manual 5-percepatan sebagai standar, dengan transmisi otomoatis 4-percepatan sebagai opsi. Mobil ini dapat berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 11,2 detik.

Toyota Supra 1981 dengan paket sports

Supra generasi pertama ditutup dengan Sports edition

Dan pada Agustus 1980, Supra mendapatkan mesin baru 2.759 cc inline-6 5M-E yang menghasilkan tenaga 117 HP. Waktu akselerasi 0-100 km/jam juga membaik jadi 10,24 detik. Pada saat bersamaan, hadir juga paket performa yang terdiri dari sports suspension dan bodykit depan dan spoiler belakang.

Pada pertengahan 1981, Toyota memperkenalkan Supra generasi kedua yang hadir dengan desain berbeda, meski masih berbasis Toyota Celica. Dimensi mobil juga dibuat semakin panjang untuk mengakomodir mesin yang lebih besar.

Toyota Supra generasi kedua keluaran tahun 1984

Supra generasi kedua hadir dalam dua varian

Di generasi ini, Toyota menawarkan Supra dengan dua varian, yakni Performance Type (P-Type) dan Luxury Type (L-Type). Keduanya sama-sama memakai mesin 5M-GE 2.759 cc DOHC bertenaga 145 HP, dan hadir dalam dua pilihan transmisi, manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan.

Development terus dilakukan pada Toyota Supra generasi kedua sampai model tahun 1986, di mana tenaga mesin 5M-GE ditingkatkan sampai 160 HP dengan torsi 229 Nm , akselerasinya pun makin membaik dengan 0-100 km/jam bisa dicapai dalam waktu 8,4 detik. Produksi Toyota Supra A60 pun dihentikan pada akhir 1985 untuk memberi jalan pada generasi A70, yang akan kita bahas selanjutnya.

Rilis pada bulan Februari 1986 sebagai model tahun 1986,5 (Anda tidak salah baca), Toyota Supra generasi ketiga resmi melepas nama Celica dan berdiri sebagai model sendiri.

Toyota Supra A70 keluaran tahun 1992

Di Jepang, Toyota Supra A70 mendapatkan mesin 1JZ-GTE pada tahun 1990

Supra A70 mempertahankan layout penggerak roda belakang dari dua generasi sebelumnya, dengan mesin inline-6 2.954 cc 7M-GE yang menghasilkan tenaga 200 HP dan torsi 266 Nm. Ini baru awalnya saja, karena tahun berikutnya hadir Supra Turbo.

Dapur pacunya masih sama, namun kini dengan tambahan turbo yang menghasilkan tenaga 232 HP dan torsi 344 Nm. Mesin 7M-GTE dipasang girboks manual 5-percepatan baru, dan otomatis 4-percepatan dari model non-turbo. Hasilnya, akselerasi 0-100 km/jam Supra Turbo tuntas dalam waktu 6,4 detik, lebih cepat 1,6 detik dari versi mesin Naturally Aspirated.

Tahun 1990, Supra di Jepang (JDM) mendapatkan upgrade mesin inline-6 twin-turbo 1JZ-GTE berkapasitas 2.491cc. Mesin ini menghasilkan tenaga 276 HP dengan torsi 363 Nm, dan jadi basis dari generasi A90 yang ikonik.

Sejarah Toyota Supra: The rise of 2JZ-GTE, mobil 10 detik

Setelah kesuksesan dari ketiga generasi sebelumnya, Toyota menyiapkan Supra generasi keempat dengan desain yang benar-benar baru. Proyek ini dimulai pada Februari 1989, dengan tim yang dipimpin Isao Tsuzuki.

Toyota Supra 1993 warna merah

Seperti sportscar di eranya, Toyota Supra A90 mengalami makeover radikal dibandingkan pendahulunya

Proses perancangan desain Toyota Supra A80 berjalan selama satu tahun sampai desain akhir disetujui pada pertengahan 1990. Proses R&D sendiri berjalan selama dua tahun, sampai akhirnya mulai diproduksi masal pada April 1993.

Hasilnya adalah sebuah mobil performa tinggi dengan desain membulat dan spoiler belakang berukuran besar, serta interior dengan layout futuristik yang merupakan standar sebuah sportscar di era 1990-an.

Berbicara soal mesin, Supra generasi keempat tidak terlepas dari dari mesin 2JZ-GTE yang ikonik. Bagaimana tidak, mesin inline-6 2.997cc twin-turbo ini menghasilkan tenaga 324 HP dengan torsi 427 Nm. Dalam sebuah tes, Supra A90 dalam keadaan standar dapat berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 4,6 detik.

Mesin 2JZ-GTE yang dipakai di Toyota Supra A80

Mesin 2JZ-GTE punya potensi sampai 1.000 HP lebih jika dimodifikasi secara tepat

Performa seperti ini sangtlah impresif, bahkan lebih baik dari sportscar Jepang lainnya seperti Mitsubishi 3000GT, Mazda RX7, bahkan Nissan Skyline dan 300Z sekalipun. Namun khusus untuk pasar Jepang tenaganya dibatasi di 276 HP, hal ini merupakan hasil dari Gentlemen Agreement untuk tidak memasarkan mobil dengan tenaga lebih dari 276 HP di Jepang.

Namun di tangan yang tepat, mesin 2JZ-GTE yang milik Toyota Supra A90 bisa ditingkatkan lagi tenaganya sampai menyentuh 1.000-an HP. Tak heran, mobil ini juga cukup digemari di kalangan pembalap drift ataupun drag, dan jadi posterboy mobil tuner di tahun 1990-an.

Toyota Supra warna oranye terang yang membintangi franchise Fast & Furious

Sosok Toyota Supra yang mejeng di franchise Fast & Furious

Cameo di Franchise The Fast & Furious yang dibintangi Vin Diesel dan Paul Walker membuat pamor mobil ini makin melesat. Di film tersebut, sebuah Toyota Supra warna oranye yang digunakan oleh karakter Brian O’Connor yang diperankan Walker, dan disebut sebagai mobil 10 detik (mobil yang bisa menempuh 1/4 mile atau 400 meter dalam waktu kurang dari 10 detik).

Sayang, pergeseran tren ke arah SUV dan Pick-Up yang lebih fungsional membuat nasib Toyota Supra sama seperti sportscar Jepang yang kita ceritakan sebelumnya, ditarik dari Amerika Serikat pada 1998, sebelum akhirnya benar-benar berhenti diproduksi pada tahun 2002.

Sejarah Toyota Supra: Sportscar blasteran Jepang-Jerman

Setelah Toyota Supra A90 berhenti produksi tahun 2002, rumor sang suksesor baru muncul lima tahun berselang ketika mobil konsep FT-HS (Future Toyota-Hybrid Sport) muncul di North American International Auto Show tahun 2007.

>>> Simak sejarah mobil lain yang tak kalah menariknya di sini

Hal ini diperkuat oleh pengajuan paten Supra, yang akan diposisikan di atas Toyota GT86 sebagai sportscar flagship Toyota pada tahun 2010. Empat tahun berselang, mobil konsep Toyota FT-1 mejeng di NAIAS 2014.

Toyota FT-1 Concept yang dipamerkan di NAIAS 2014

Salah satu mobil konsep yang jadi basis desain Supra generasi kelima, Toyota FT-1

Sekitaran tahun 2016, berhembus kabar bahwa Toyota menjajaki kerja sama dengan pabrikan Jerman, BMW, untuk menggarap Supra generasi kelima.  Hal tersebut dikonfirmasi oleh sang pabrikan Jepang, sembari mengklaim bahwa Toyota Supra MKV akan mempertahankan layout FR (Front Engine Rear-wheel Drive), dan berbagi platform dengan BMW Z4 generasi berikutnya, termasuk mesin inline-6 turbocharged.

Toyota Supra blasteran Jerman itu mucul ke hadapan publik untuk pertama kali di Goodwood Festival of Speed 2018, ya meski masih memakai livery kamuflase.

Pada akhirnya, Toyota Supra generasi kelima diperkenalkan di NAIAS 2019 yang dihelat bulan Januari. Dan sesuai perkiraan, mobil ini hadir dengan basis BMW Z4 generasi terbaru (G29) sebagai basis.

Keterlibatan BMW dalam R&D Toyota Supra MKIV sangat terasa, di mana mesin 2JZ-GTE yang ikonik digantikan oleh mesin inline-6 2.998 cc turbo B58 yang menghasilkan tenaga 335 HP dan torsi 500 Nm. Performa seperti ini diklaim dapat melesatkan mobil dari 0-100 dalam waktu 4,1 detik dengan kecepatan puncak yang dibatasi di 250 km/jam.

Toyota Supra 2021 A91 edition

Supra hadir dengan tenaga lebih besar untuk model 2021

Selain itu, mobil yang dibangun dengan platform CLAR khas BMW itu juga ditawarkan dengan mesin inline-4 2.000cc turbo yang lebih ringkas dan efisien dibandingkan model 3.000cc. Sayangnya, kedua model ini cuma mendapatkan satu pilihan girboks, yakni otomatis 8-percepatan buatan ZF. Toyota Supra 2021 mendapatkan lonjakan tenaga mesin B58 dari sebelumnya 335 HP menjadi 382 HP, sama seperti yang didapat di BMW Z4 M40i.

Evolusi Toyota Supra dari generasi ke generasi

Evolusi Toyota Supra dari waktu ke waktu

Berawal dari varian kap mesin panjang Toyota Celica, Supra kini menjadi sportscar ikonik dan legendaris yang sangat tersohor, khususnya di era 90-an dengan mesin 2JZ-GTE nya. Tentu bukan hal mudah bagi Toyota untuk menjaga warisan dan reputasi Supra yang sudah kepalang mendunia, keputusan untuk memberi cita rasa khas Bavaria juga bukan tanpa cela.

Namun pada akhirnya, performa di atas jalanan yang berbicara, bukan asal-usul sang mobil. Terlepas dari darah Bavaria yang mengalir di balik bodynya, tetap saja Toyota Supra generasi terbaru punya performa jempolan yang pantas disejajarkan dengan pendahulunya.

>>> Berita otomotif terbaru bisa Anda simak di Cintamobil.com

Share this post:
Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.
 
back to top