Penjualan Mobil Mewah Buatan Jerman Meningkat, Tandanya Banyak Orang Kaya

09/07/2018

Pasar mobil
Share this post:
Penjualan Mobil Mewah Buatan Jerman Meningkat, Tandanya Banyak Orang Kaya
Meski tak semeriah mobil MPV maupun SUV, mobil mewah masih punya peminat di Indonesia. Bahkan penjualan mobil mewah bisa dibilang meningkat.

Gambar BMW 320i Sport tampak dari depan

Di Indonesia BMW tetap fokus menggarap pasar mobil premium

Data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) mencatat penjualan mobil mewah buatan Jerman, BMW di bulan Mei 2018 mengalami peningkatan dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Total unit yang terjual di bulan ke-5 tersebut ada sebanyak 310 unit. Lebih baik dari bulan April yang hanya terjual sebanyak 263 unit.

>>> Sama-sama Eropa, Jerman Lebih Beruntung Ketimbang Prancis Soal Mobil

Begitu pula dengan buatan Jerman yang lain, Audi. Meski kurang diminati konsumen Indonesia, penjualan mobil mewah Audi di bulan Mei masih lebih baik daripada pada bulan April.

Gambar Audi RS5 Coupe warna merah tampak dari samping

Audi RS5 Coupe, salah satu line up yang dijual di Indonesia

Di bulan Mei 2018 Audi bisa menjual sebanyak 9 unit. Sementara di bulan April, produsen mobil berlambang lima cincin itu hanya mampu menjual 3 unit saja. Meningkat bukan?

Mobil buatan Jerman yang lain adalah Mercedes-Benz. Namun karena tidak melaporkan data penjualan ke Gaikindo, penjualan mobil mewah Mercedes-Benz tidak diketahui berapa jumlah pastinya.

>>> Beragam berita pasar mobil yang lain bisa Anda dapatkan di sini

Gambar sedan Mercedes-Benz tampak dari depan

Tidak melaporkan ke Gaikindo, data penjualan Mercedes-Benz tidak diketahui secara pasti

>>> Cari mobil buat keluarga? Di cintamobil.com saja, koleksinya banyak harganya juga menguntungkan!

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top