71 Karyawan Suzuki di Tambun Terpapar Covid19, Produksi Diperketat

28/08/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
71 Karyawan Suzuki di Tambun Terpapar Covid19, Produksi Diperketat
Karyawan Suzuki Terpapar COVID19 membuat Suzuki Indonesia melakukan upaya pencegahan untuk memperketat penyebaran Covid-19, salah satunya memperketat produksi

Suzuki Indonesia terus melakukan upaya pencegahan untuk memperketat penyebaran Covid-19 setelah puluhan karyawan Suzuki terpapar Covid19 dengan melakukan pengurangan kapasitas produksi pabrik sebanyak 50% dari kondisi normal. Pengurangan kapasitas produksi kali ini dilakukan di pabrik Tambun I sebagai lokasi perakitan sepeda motor sejak 24 Agustus 2020 hingga kondisi sudah kondusif.

>>> Suzuki Carry jadi mobil terlaris di Indonesia sepanjang bulan Juli 2020

71 Karyawan Suzuki Terpapar COVID19

“Seperti disampaikan Pemerintah Jawa Barat kemarin, saat ini di pabrik Tambun I ada 71 orang karyawan yang terpapar Covid-19. Kami sangat concern mengenai kesehatan karyawan. Meskipun kami sudah menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid19 dengan ketat, penularan tersebut tidak bisa dihindari. Untuk itu, pengurangan kapasitas produksi harus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut,” tutur Seiji Itayama, President Director PT Suzuki Indomobil Motor/PT Suzuki Indomobil Sales dalam keterangan resminya dikutip Cintamobil.com.

Gambar pekerja pabrik Suzuki sedang merakit Suzuki APV

Karyawan terpapar Corona, Suzuki perketat produksi

Ke-71 karyawan yang disebutkan Itayama tersebut saat ini sedang menjalani karantina mandiri dan beberapa di antaranya mendapatkan perawatan di rumah sakit. Masih kata Itayama, Suzuki selalu berkoordinasi dan menyampaikan perkembangan situasi terkini dan penanganannya kepada tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi yang terdiri dari Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perindustrian.

Foto Suzuki New Carry Pick Up Wide Deck AC/PS

Suzuki New Carry merupakan salah satu produk andalan Suzuki yang dirakit di Bekasi

Suzuki juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan sebelumnya dan tindakan yang direkomendasikan tim Gugus Tugas Covid-19. Upaya-upaya tersebut di antaranya adalah melakukan PCR (Polymerase Chain Reaction) test terhadap semua karyawan yang memiliki riwayat interaksi dengan karyawan yang terpapar dan rapid test kepada seluruh karyawan Suzuki lainnya. Area pabrik dan kantor dibersihkan dan disemprot cairan disinfektan secara berkala.

Gambar pabrik perakitan Suzuki

Fasilitas perakitan Suzuki di Bekasi

Tak ketinggalan, kendaraan-kendaraan yang selesai dirakit pun dibersihkan dan didisinfektan sebelum dikirim ke pelanggan, yang mana hal ini merupakan prosedur Suzuki yang sudah dilakukan dari dulu sebelum adanya pandemi. Selain itu, pemantauan kegiatan karyawan juga diperketat. Bukan hanya penerapan physical distancing di tempat kerja, setiap karyawan juga diwajibkan memberikan laporan harian kepada atasannya terkait kondisi kesehatan dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan saat libur kerja.

Dampak Karyawan Suzuki Terpapar COVID19 Perusahaan Adakan Rapid Test 2 Minggu Sekali

Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko terpapar virus di luar tempat kerja. “Kami melakukan penanganan yang cepat baik untuk karyawan terpapar maupun karyawan lainnya. Rekomendasi dari tim Gugus Tugas Covid-19 sudah kami lakukan, termasuk rapid test kepada semua karyawan tanpa terkecuali. Menurut tim Gugus Tugas Covid-19 kasus yang terjadi di Suzuki kemungkinan besar berasal dari transmisi dari luar perusahaan," tambah pria asal Jepang ini.

gambar pabrik Suzuki

Karyawan wajib lapor bahkan saat liburan

"Untuk itu kami berencana melakukan rapid test setiap 2 minggu sekali agar mampu mendeteksi gejala lebih dini. Karena buat Suzuki kesehatan karyawan adalah prioritas. Kami harap semoga 71 karyawan kami yang positif Covid-19 cepat sembuh dan tidak ada lagi yang terpapar agar Suzuki bisa kembali memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen,” tutup Itayama sapaan akrab Seiji Itayama.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, kini ia menjadi Head of Content di Cintamobil.com   About Arfian Lulusan kampus Trisakti angkatan 2009 ini sebe
 
back to top