Mercedes-Benz EQC 4x4, Konsep Liar EV Penjelajah

14/10/2020

Mobil baru

3 menit

Mercedes-Benz EQC 4x4, Konsep Liar EV Penjelajah
Satu tahun setelah memperkenalkan versi produksi EQC, Mercedes-Benz mengubah EV pertamanya menjadi sebuah SUV 4x4 dengan kapabilitas off-road ala G-Class.

Pernah membayangkan mobil listrik Mercedes jadi sebuah mobil off-road? Mercedes-Benz EQC 4x4 bisa menjawab pertanyaan tersebut. Satu tahun setelah EQC resmi meluncur sebagai EV pertama Mercedes, mereka menyulap EQC untuk menunjukkan kapabilitas line-up EQ sebagai SUV penjelajah.

>>> Siap jegal Tesla, Mercedes-Benz perkenalkan mobil listrik EQC

Lebih tinggi dibandingkan G-Class

Berbasis dari EQC 400 4Matic, Mercedes-Benz EQC 4x4 menggunakan motor listrik bertenaga 402 HP dan torsi 706 Nm. Namun yang lebih menarik adalah tongkrongan mobilnya, ground clearence mobil ini 293 mm, dua kali lipat dari model standar yang punya tinggi 140mm, bahkan lebih tinggi 23 mm dibandingkan G-Class.

Modifikasi yang dilakukan adalah konversi sumbu roda mobil menjadi jenis portal axle, yang juga dipakai G500 4x4 dan mobil konsep E400 4x4 dari tahun 2017. Pengaplikasian ini membuat roda tidak berada di tengah axle, tapi jauh di bawah hub axle karena roda gigi portal, berbeda dari gandar konvensional.

Mobil konsep Mercedes-Benz EQC 4x4 sedang off-road

Mercedes-Benz EQC 4x4 sedang beraksi off-road

Konversi sumbu roda mobil membuat ground clearence mobil lebih tinggi bahkan dibandingkan G-Class

Setup ini dipasangkan ke body mounting yang sama dari suspensi standar EQC, dan menambah kedalaman mobil saat melewati sungai dari 250 mm ke 400 mm. Approach dan departure angle pun naik jadi 31.8 dan 33 derajat (dari 20.6 dan 20 derajat).

Angka ini melebihi G-Class yang berada di 28 derajat. Tongkrongan Mercedes-Benz EQC 4x4 juga jadi lebih lebar berkat profil ban 285/50 dengan pelek 20 inci, dan overfender yang membuat lebar mobil naik 200 mm.

>>> Dikendalikan lewat denyut nadi, mobil konsep Mercedes-Benz AVTR diuji coba

Hadirkan teknologi lampspeaker

Selain tongkrongan yang off-road banget, Mercedes-Benz EQC 4x4 juga memiliki teknologi Acoustic Vehicle Alert System (AVAS), yang unik, di mana lampu depan berfungsi sebagai speaker eksternal. 

Memanfaatkan sedikit tempat di housing lampu, desainer Mercedes menyematkan speaker di sana dan menyebutnya sebagai lampspeaker. Teknologi ini bisa dibilang cukup krusial, mengingat mobil listrik harus memiliki suara untuk faktor keamanan.

Tampilan depan Mercedes-Benz EQC 4x4

Mercedes juga menyisipkan speaker eksternal di balik housing lampu depan

Saat ini, EQC 4x4 masih sebatas studi projek, dan belum ada konfirmasi terkait produksi konsep SUV listrik satu ini. Namun, bukan tidak mungkin konsep ini akan menjadi inspirasi dari G-Class listrik, yang dipastikan akan hadir di line-up Mercedes-Benz.

Berbicara soal Mercedes-Benz EQC, mobil yang akan jadi membuka agresi EV Mercedes melalui brand EQ itu sudah dijual sejak September 2019 dengan harga mulai 71.281 Euro (setara Rp 1.2 miliar).

>>> Berita mobil baru, event, promosi, informasi pasar mobil baru 2020

Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.
 
back to top