10 Alasan LCGC Cocok Jadi Mobil Pertama

08/03/2021

Jual beli

5 menit

Share this post:
10 Alasan LCGC Cocok Jadi Mobil Pertama
Bagi Anda yang sedang bingung memilih mobil pertama, kami merekomendasikan mobil di kelas Low Cost Green Car (LCGC) untuk Anda pinang jadi mobil andalan

Sejatinya, mobil LCGC memang dibuat pemerintah agar masyarakat memiliki daya beli yang lebih kuat ke mobil. Jadi, dengan uang yang terbatas, konsumen bisa membeli mobil dan menikmati kegunaan mobil. Namun, memang cukup banyak yang meragukan mobil LCGC sebagai mobil pertama. Isu, tenaga kurang hingga gengsi sedikit menciderai berbagai kelebihan yang ditawarkan mobil LCGC. Berikut ini Cintamobil.com sampaikan 10 alasan mengapa mobil LCGC cocok jadi mobil pertama.

1. Tahun Muda

Foto tampilan depan Daihatsu Ayla X AT 2013

Mobil LCGC diperkenalkan ke publik tahun 2013

Dengan mobil yang masih tergolong rakitan 'tahun muda' Anda tak perlu risau soal perawatan mobil LCGC. Biasanya part masih belum banyak yang apkir dan membutuhkan penggantian agar performa kembali seperti semula. Tahun pembuatan mobil yang tak terlalu tua juga menjadi jaminan akan ketersediaan spare part yang lebih mudah didapatkan. Sebab, pabrikan umumnya masih melakukan suplai spare part hingga 10 tahun berhentinya produksi.

2. Konsumsi BBM Irit

Foto Konsumsi BBM Toyota Agya TRD-S 2017

Konsumsi BBM mudah saja mencapai 15 kilometer per liter di dalam kota

Menggunakan mobil LCGC di dalam kota jelas menyenangkan. Konsumsi bahan bakar yang irit membuat mobil ini ideal untuk menunjang mobilitas Anda. Sekadar informasi rata-rata mobil LCGC memiliki konsumsi BBM antara 15 hingga 17 kilometer untuk setiap liter bahan bakarnya. Angka itu didapat dengan kecepatan rata-rata 22 km/jam untuk di dalam kota sesuai dengan standar pengetesan tim Cintamobil.com.

3. Banyak Pilihan Merek

Gambar Daihatsu Sigra Tipe D

Mau kapasitas 5-penumpang atau 7-penumpang pilihan tersedia

Keunggulan ketiga mobil LCGC sebagai mobil pertama adalah banyak pilihan merek, mulai dari Honda dengan Brio Satya, Datsun dengan GO serta GO+ Panca, lanjut ke Toyota dengan Agya dan Calya, lalu ada juga Daihatsu Ayla dan Sigra, terakhir ada Suzuki dengan Karimun Wagon R. Banyaknya pilihan merek dan model ini membuat Anda lebih leluasa dalam menentukan pilihan sesuai dengan budget Anda.

4. Biaya Servis Terjangkau

Foto biaya servis di bengkel resmi Daihatsu

Bahkan untuk paket servis lengkap hanya habis sekitar Rp 2,5 juta

'Pelihara' mobil LCGC demikian menyenangkan karena biaya servisnya cenderung terjangkau. Ambil contoh biaya servis Daihatsu Ayla di bengkel resmi, itu biaya jasanya hanya Rp 500 ribuan, jika ingin sembari tune up dan ganti oli Anda tinggal tambah biaya Rp 378 ribu. Atau apabila Anda merasa biaya tersebut kemahalan, Anda bisa kunjungi bengkel non resmi dengan biaya yang lebih murah dari bengkel resmi.

>>> Review Daihatsu Ayla 2013: Pelopor Mobil LCGC Di Indonesia

5. Sparepart Melimpah Dan Murah

Foto ban Dunlop Daihatsu Ayla sedang dibalancing

Harga ban mobil LCGC cenderung terjangkau

Karena mobil LCGC populasinya banyak di jalanan, maka membuat ketersediaan spare partnya juga melimpah. Untuk harganya juga murah, ambil contoh untuk kampas rem depan harganya hanya Rp 200 ribuan saja. Lalu untuk part habis pakai seperti ban mobil dengan ukuran 175/65R14 yang jadi standar banyak mobil LCGC di Indonesia. Harga jualnya per unit ban hanya berkisar antara Rp 480 hingga Rp 550 ribuan saja.

6. Durabilitas

Gambar Daihatsu Ayla melibas banjir

Lewat banjir? Siapa takut...

Oleh sebab sebagian besar mobil LCGC didevelop untuk tahan terhadap kondisi jalan di Indonesia, maka untuk durabilitas mobil LCGC tak perlu diragukan lagi. Mobil LCGC sudah dirancang tahan terhadap jalan rusak, bahkan mampu melibas genangan air jika dibutuhkan. Hal itu disebabkan LCGC dirancang khusus untuk pasar Indonesia, sehingga kekuatannya juga disesuaikan untuk sebagian besar kondisi jalan di Tanah Air.

7. Pajak Murah

Foto STNK Daihatsu Ayla

Pajak murah membantu pemilik mobil pertama untuk hemat anggaran

Pajak kendaraan yang murah juga menjadi keunggulan mobil LCGC jika diandalkan menjadi mobil pertama. Pajak kendaraan yang berkisar antara Rp 1,5 hingga Rp 2,5 juta per tahunnya dapat meringankan pengeluaran Anda. Namun perlu diingat, angka pajak yang tadi kami sebutkan adalah untuk kepemilikan tangan pertama di DKI Jakarta tanpa memperhitungkan skema pajak progresif.

8. Mudah Dimodifikasi

Gambar Daihatsu Ayla Elegant Concept Modification

Mobil LCGC juga mudah dipersonalisasi

Langkah personalisasi juga mudah dilakukan untuk mobil LCGC. Sebagai mobil pertama, tentunya Anda tidak ingin jika mobil yang Anda miliki ada kembarannya di jalan. Berkat populasi mobil yang banyak, membuat part aftermarket pun melimpah. Contoh saat Anda hendak ganti velg, dengan ukuran PCD 4x100 yang berarti baut tiap sisi ban ada empat buah dan jarak antar bautnya 100 mm, membuat pilihan velg aftermarket yang Anda incar makin banyak pilihannya.

9. Dimensi Pas

Gambar Daihatsu Ayla D

Dimensi kompak membuatnya kapabel diparkir di mana saja

Pemilik mobil pertama umumnya masih memikirkan soal dimensi kendaraan. Maklum saja, pemilik mobil pertama adalah first car buyer. Keunggulan dimensi menjadi salah satu daya tarik mobil LCGC untuk dimiliki pembeli mobil pertama. Dengan panjang kurang dari 4 meter, lebar hanya 1,6 meter lebih sedikit, dan tinggi tak sampai 1,7 meter membuatnya lincah saat keluar-masuk gang sempit dan parkir di garasi yang luasnya terbatas.

10. Harga Jual Kembali Kuat

Foto Toyota Agya dan Honda Brio Satya dijual

Secara mengejutkan, harga jual kembalinya 'sangat' bertahan

Inilah yang bakal menjadi daya tarik para pembeli mobil pertama. Yakni harga jual kembali yang kuat. "Kami pernah pegang unit second Brio (Satya), produk Honda itu enggak pernah lama nangkring di showroom, langsung diboyong pembeli," ungkap Jhensen punggawa showroom Kembar Jaya Motor di Bekasi. Hal ini juga berlaku untuk mobil LCGC lainnya yakni Daihatsu Ayla, Toyota Calya, Daihatsu Sigra, dan Toyota Agya.

>>> Mau beli mobil LCGC yang murah namun berkualitas? Cari pilihannya di sini

Share this post:
Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com
 
back to top