Marc Marquez Terancam Tak Bisa Membalap di MotoGP Lagi

10/11/2021

Event - Promosi

5 menit

Share this post:
Dengan kemenangan di MotoGP Amerika dan Emilia Romagna, Marc Marquez tampak menemukan performanya kembali. Kini, ia justru terancam tak bisa membalap lagi.

Setelah mendulang kemenangan beruntun, Marc Marquez harus mengalami cedera gegar otak setelah terjatuh saat melakukan latihan untuk persiapan seri balap MotoGP Algarve 2021 di Sirkuit Portimao, Portugal.

Akibat cedera itu, tim Repsol Honda memutuskan untuk tidak menurunkan Marquez di seri balap tersebut untuk istirahat dan penyembuhan. Awalnya Marquez ditargetkan untuk bisa mengikuti seri balap pamungkas di Valencia yang merupakan 'kandang' dari sang pebalap.

Namun, baru-baru ini ia dipastikan absen dari MotoGP Valencia 2021. Banyak yang curiga bahwa Marquez mengalami cedera yang lebih serius. Benar saja, ia didiagnosa mengalami diplopia yang bisa mengancam karirnya di MotoGP.

>>> MotoGP Amerika 2021: Marc Marquez Kembali Jadi Raja COTA

Gambar Marc Marquez

Marquez dilaporkan mengalami diplopia setelah terjatuh dari motor saat latihan

Apa Itu Diplopia?

Diplopia adalah suatu gangguan penglihatan di mana pengidapnya akan melihat dua bayangan dari satu objek. Penyakit ini biasa dikenal sebagai penglihatan ganda.

Tentu kondisi ini sangat berbahaya, apalagi bagi seorang pebalap yang menuntut konsentrasi serta penglihatan yang prima saat membawa motor dalam kecepatan tinggi di antara motor lain yang sama cepatnya.

Penyebab diplopia cukup beragam, dari mulai kondisi kornea yang abnormal, dislokasi lensa, dan lain-lain. Dalam kasus Marc Marquez, penyebabnya adalah trauma pada bagian mata yang disebabkan oleh benturan keras.

Gambar Diplopia

Ini pandangan yang dilihat oleh penderita diplopia

Dokter mata Marquez, Bernat Sanchez Dalmau menyebut adanya kelumpuhan syaraf pada bola mata sang pebalap yang membuatnya tak bisa melihat secara normal.

"Pemeriksaan Marc Marquez hari ini setelah terjadinya insiden, membenarkan bahwa sang pembalap menderita Diplopia dan mengalami kelumpuhan pada syarat keempat bola mata kanannya dengan keterlibatan otot oblik superior kanan," terangnya.

>>> BMW i4 M50 Jadi Safety Car Balap Motor Listrik MotoE

Pernah Dialami Marquez Saat di Moto2

Kondisi diplopia ini sebenarnya bukan yang pertama kali untuk Marc Marquez. Bisa dikatakan, kembalinya kondisi ini masih berkaitan dengan apa yang pernah ia alami 10 tahun lalu.

Gambar Marc Marquez on Grid

Dokter tak bisa memastikan kapan Marquez bisa kembali ke atas motor

"Perawatan konservatif dengan update secara periodik sudah dipilih bersama solusi klinis. Otot keempat ini sebenarnya sudah cedera sejak 2011," ungkap Bernat Sanchez Dalmau.

Di tahun 2011, ia mengalami kecelakaan saat sesi latihan untuk Moto2 Malaysia. Akibatnya, ia harus melewatkan 2 seri terakhir karena kondisi diplopia dan harus merelakan gelar juara kepada pesaingnya, Stefan Bradl.

"Kupikir itu adalah kejadian paling sulit dalam karirku. Aku pergi ke 8 dokter dan mentalku rusak. Kukira aku tak bisa balapan lagi," ujar Marc Marquez saat itu.

Tentu saja, itu tidak terbukti karena ia bisa sembuh, naik ke kelas MotoGP, dan memenangkan 6 gelar juara dunia di tahun 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, serta 2019.

Gambar Marquez

Marquez bisa bangkit dari cedera diplopianya di tahun 2011, bagaimana dengan sekarang?

Kini, ia mengalami cedera yang sama dan tentu saja, ada kemungkinan bahwa Marc Marquez tak bisa kembali kompetitif bahkan tak akan menunggangi motor di MotoGP lagi.

Tentu para fans berharap bahwa pebalap berjuluk 'The Baby Alien' bisa kembali ke MotoGP. Apalagi beberapa balapan terakhir menunjukkan bahwa ia telah dalam kondisi prima setelah penyembuhan cedera patah tulang yang ia alami.

>>> Intip Pilihan Mobil Bekas dengan Harga Menarik di Sini

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top