Memahami Cara Kerja Common Rail di Mesin Diesel

29/11/2018
Mesin diesel modern sudah berkembang pesat saat ini. Salah satunya adalah penyematan teknologi common rail. Lantas bagaimana cara kerjanya?

Kehebatan mesin diesel modern dalam soal efisiensi mungkin sudah tak asing lagi bagi sebagian orang. Sudah cukup banyak literatur yang panjang lebar menjelaskan betapa iritnya sebuah mesin diesel modern. Meskipun pada awalnya perkembangan mesin diesel tidak secepat mesin bensin. Namun, jika harus dibandingkan saat awal ditemukannya mesin diesel oleh Rudolf Diesel, saat ini perkembangannya sudah sangat pesat.

>>> Simak juga harga lengkap dari mobil-mobil terkini yang dibanderol cukup terjangkau

Mesin diesel konvensional mengandalkan sistem mekanikal dalam prosesnya bekerja. Mulai dari pompa bahan bakar untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki ke mesin. Kemudian ia juga menggunakan kabel besi penghubung pedal gas tersambung pada komponen pemutar. Ini berfungsi untuk mengatur besar kecilnya pintu bukaan bahan bakar diesel yang masuk ke ruang mesin. Pemahaman mudahnya, semakin dalam pedal gas diinjak, semakin banyak pula bahan bakar yang digunakan.

Begini sistem kerja mesin diesel berteknologi common rail

Sketsa cara kerja mesin diesel berteknologi common rail

Berbeda dengan teknologi Common Rail Diesel yang semua pengaturan bukaan injektor diatur melalui Electronic Control Unit (ECU). Sementara bahan bakar dari tangki dipompa dengan tekanan tinggi menunggu untuk disemprotkan melalui injektor tersebut. Karena sangat terkontrol, sehingga jumlah bahan bakar yang disemprotkan diatur berdasarkan kebutuhan mesin. Karenanya, pembakaran lebih sempurna dapat dicapai dan berefek langsung dengan meningkatnya tenaga dan torsi berikut suara mesin yang lebih halus.

>>> Ini tiga penyebab utama mesin diesel kekurangan tenaga

Efisiensi juga menjadi salah satu efek baiknya dan menjadi bonus dari sebuah fakta bahwa mesin diesel modern mampu menghasilkan sejumlah torsi yang masif. Bahkan mendekati figur mesin sebuah sportscar sekalipun. Keistimewaan mesin-mesin diesel modern ini tak luput dari teknologi yang digunakannya. Sebut saja teknologi awal seperti Common Rail yang dikombinasikan dengan turbocharger dan sistem direct injection. 

Mesin diesel common rail juga digunakan oleh Mercedes-Benz

Teknologi common rail juga digunakan oleh Mercedes-Benz pada beberapa produknya

>>> Beragam tips perawatan mobil diesel dan mobil bermesin bensin hanya ada di sini

Apalagi generasi ketiga diesel Common Rail dibekali dengan injektor piezo elektrik yang mampu menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan hingga 3.000 bar atau 44.000 psi berbeda sekali dengan mesin diesel konvensional yang hanya dapat mencapai 176-225 bar atau sekitar 3.200 psi. Hal ini Memungkinkan partikel bahan bakar semakin kecil dan menyebar rata hingga membuatnya lebih mudah terbakar. Oleh karena itu, mesin diesel modern berteknologi common rail direct injection membutuhkan bahan bakar berkualitas tinggi. Nilai cetana tinggi, rendah kadar sulfur dan particulate menjadi syarat utamanya.

Sayangnya di Indonesia, bahan bakar diesel kualitas tinggi masih menjadi isu utama. Bukan perkara kualitas saja, tapi juga soal distribusi yang tidak merata. Apalagi kebijakan pemerintah saat ini mengharuskan campuran bio diesel dengan kandungan FAME 20%. Bahaya tidak berasal dari campuran FAME yang mengandung ethanol saja, tapi juga kadar sulfur dan particulate tinggi yang berpotensi untuk merusak. Terlebih pada mesin diesel modern yang sebagian besar telah menggunakan teknologi Common Rail.

>>> Klik di sini untuk membaca artikel tips&trik mobil lainnya!

Mahmudi Restyanto

Ulasan anda

berita lain