Standar Euro 4 di Indonesia Dimulai dari GIIAS 2018

23/07/2018

Pasar mobil
Share this post:
Standar Euro 4 di Indonesia Dimulai dari GIIAS 2018
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menegaskan bahwa pada bulan September 2018, mobil Indonesia harus memiliki mesin Euro 4. Meskipun tidak semudah membalikan telapak tangan, GIIAS 2018 dipersiapkan untuk awal perubahan tersebut.

Gaikindo pada awalnya telah sepakat agar mobil berbahan bakar bensin diharuskan memiliki emisi bahan bakar atau gas buang berstandar Euro 4 pada September 2018 nanti, atau ditandai dengan gelaran GIIAS 2018 Agustus nanti. Mobil berbahan bakar solar diberi batas waktu yang lebih lama, yaitu pada akhir 2020.

Tentu saja, meskipun telah diputuskan tahun lalu, keputusan ini terbilang cukup tiba-tiba. Pasalnya, Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi menjelaskan bahwa dibutuhkan waktu minimum dua tahun untuk mengubah komponen kendaraan menjadi standar Euro 4.

Gambar yang menunjukan banner GIIAS 2018 di Jakarta

GIIAS 2018 disebut menjadi awal tonggak standarisasi Euro 4 di Indonesia

“Sesuai dengan keputusan menteri KLHK no. 141 dan diperkuat lagi tahun 2009 dan 2017 untuk mobil bensin mulai 2018 bulan September memasuki yang namanya Euro 4 dan untuk mobil diesel akhir 2020 baru memasuki Euro 4,” jelas Nangoi.

>>> Suzuki siapkan desain mungil baru berbasis crossover

Merunut peraturan tersebut, jika mobil-mobil yang diproduksi dan dijual pada bulan September 2018 belum memenuhi standar Euro 4, maka mobil tersebut tidak boleh dijual. "Kami berdebat akhirnya, tapi tidak bisa mundur lagi. Karena tahun 2018 ini dicanangkan Indonesia masuk ke Euro 4, bertepatan dengan pembukaan Asian Games. Jadi mengangkat harkat dan martabat bangsa,” kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, Jumat (20/7).​

Gambar yang menunjukan mobil yang sedang mengeluarkan asap berwarna putih

Mesin Euro 2 masih menyumbang kotoran berskala besar bagi lingkungan

>>> Ingin membeli mobil baru? Klik di sini untuk informasi lebih lanjut

Indonesia termasuk sudah ketinggalan dalam mengadopsi standar emisi Euro 4. Setelah Jerman dan beberapa negara di Eropa mulai mengadopsi Euro 6, hanya tinggal tiga negara yang masih menggunakan standar Euro 2, yaitu Indonesia, Laos dan Myanmar. Bahkan, Bangladesh dan Pakistan sudah lebih dulu berpindah dan memakai standar emisi Euro 4.

Gas buang dari kendaraan berstandar Euro 2 terbilang masih kotor. Dalam penjelasanya, jika Anda berada di dalam basement dengan 500 unit mobil berstandar Euro 2 dihidupkan secara bersamaan, Anda akan pingsan dengan sekejap. Berbeda ketika hal yang sama dilakukan dengan kendaraan berstandar Euro 6 yang sudah diterapkan di Eropa, Anda tidak akan merasakan apapun.

>>> Dapatkan berita pasar mobil dalam dan luar negeri hanya di Cintamobil

Gambar yang menunjukan pabrik mobil di Indonesia

Perubahan ke Euro 4 membuat supplier harus mengubah komponen

Saat ini, ada dua industri otomotif yang mengalami kendala dalam perubahan standar buangan ke Euro 4. Hal ini karena kandungan komponen lokal yang tinggi, mencapai 90%, membuat semua supplier lokal harus mengubah total komponen kendaraan. Industri lain dengan mudah mengganti komponen karena 90% bagian dibentuk dari luar negeri.

Perubahan standar emisi ini akan diawasi dengan ketat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perhubungan. Gaikindo menyebutkan, dalam konferensi pers GIIAS 2018 pada 10 Juli lalu, ajang tahunan ini disebut menjadi akan menjadi tonggak dimulainya Euro 4 di Indonesia.

>>> Berbagai berita otomotif terbaru bisa Anda dapatkan di Cintamobil

Share this post:
Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top