Ini Dia Pilihan Hatchback Jepang Dengan Pengalaman Balap (Bagian I)

27/03/2019
Salah satu alasan calon pembeli untuk meminang mobil adalah ketangguhannya di arena balap. Bila Anda tipe pelanggan seperti ini, atau tengah mencari hatchback Jepang mumpuni, Cintamobil.com punya lima rekomendasi.

Hatchback menjadi tipe mobil yang kian digemari di berbagai arena balap, salah satu alasannya adalah ukuran wheelbase kecil membuatnya lincah saat melibas tikungan dibanding sedan atau coupe. Untuk keluarga baru, atau mereka yang masih belum punya pasangan, dimensi kendaraan mungil tidak memakan tempat seperti MPV atau SUV, membuatnya bisa dimasukkan terutama bila garasi rumah berukuran kecil

Populer di Indonesia, tiga hatchback Jepang ini ternyata punya berbagai pengalaman balap, baik dalam negeri dan luar negeri. Buat Anda yang lagi mencari-cari, ini dia pilihan hatchback Jepang dengan pengalaman balap, bagian pertama.

1. Suzuki SX4 2007

Gambar menunjukkan Suzuki SX4 2007

Tetap keren meski telah berusia satu dekade

Ada dua tipe Suzuki SX4 2007, yakni hatchback crossover dan sedan. Sebagian besar dari kita lebih mengenal versi lima pintu ketimbang yang empat. Kala itu PT. Suzuki Indomobil Motor membawa SX4 2007 dengan dua cara, yakni impor utuh (Completely Built Up) sebelum dirakit di dalam negeri (Completely Knocked Down). Ada perbedaan dari keduanya, yang mana versi impor punya roof rail, cocok untuk penyuka perjalanan jauh.

Rancangan Italdesign tidak main-main; meski sudah 10 tahun lebih, desainnya tidak usang termakan zaman. Bodinya stylish, namun tetap garang karena ground clearance terhitung tinggi. Sektor interior mungkin belum secanggih mobil-mobil baru, seperti tidak ada led bawaan atau port USB. Pun demikian, dengan harga sekitar 100 jutaan, rasanya masih keren saja untuk memilikinya.

Gambar menunjukkan Suzuki SX4 2007

Sayangnya mereka hanya tampil dua musim di WRC

Suzuki World Rally Team sempat berlaga di kejuaraan World Rally Championship 2007-2008. Setelah nirpoin di tahun pertama, Suzuki SX4 WRC menempatkan pabrikan Hamamatsu ke peringkat kelima klasemen tim, dengan duet pereli Toni Gardemeister dan Per-Gunnar Andersson.

>>> Baca juga: Sedan pilihan di bawah 50 juta

2. Honda Jazz (Semua Generasi)

Gambar menunjukkan Honda Jazz Generasi Ketiga

Lekukan Jazz kian sporty saja rasanya

Mau generasi pertama atau yang terbaru, Honda Jazz rasanya layak menyandang gelar hatchback sejuta umat. Masih ingat di benak kita tentang salah satu alasan mobil dengan nama Honda Fit di Jepang tersebut menjadi salah satu objek kejahilan, yakni lingkaran merah di huruf J yang kerap dicongkel karena konon mengandung unsur berlian. Rasanya hal itu hanya isapan jempol belaka.

Beralih ke desain, rasanya Honda semakin meningkatkan kesan sporty pada dua generasi berikutnya, serta facelift di model 2017. Meski demikian, spek mesinnya masih sama, yakni 1.5 L SOHC 4 silinder segaris 16 katup. Namun hal ini tak mengurangi minat masyarakat untuk membeli berbagai generasi Honda Jazz. Tertarik membelinya? Anda harus mempersiapkan budget di angka 100-200 jutaan.

Gambar menunjukkan tim Honda Racing Indonesia di BSD City GP 2018

Alvin Bahar merupakan salah satu pembalap yang memakai Honda Jazz di ISSOM

Karena terkenal punya akselerasi bagus, Jazz menjadi pilihan pembalap mobil dalam negeri untuk berlaga di balap turing ISSOM dan gymkhana (slalom). Honda Racing Indonesia merupakan salah satu penantang utama di kelas ITCC 1.600 Max 2016, meski harus mengakui keunggulan Toyota Team Indonesia.

>>> Tips jual beli mobil paling lengkap bisa Anda dapatkan di sini

3. Toyota Yaris (Semua Generasi)

Gambar menunjukkan Toyota Yaris Generasi Ketiga

Yaris di Indonesia semakin panjang

Pilihan hatchback sejuta umat selama satu dekade lainnya jatuh kepada Toyota Yaris. Model pertama yang masuk di Indonesia adalah XP90, generasi kedua dari produk dengan nama asli Toyota Vitz pada 2006. Sama seperti SX4, Yaris “bakpao” diimpor utuh (CBU) dari Thailand. Strategi berbeda dilakukan TAM saat memutuskan untuk memasukkan XP150, alih-alih XP130 yang dimensinya tidak jauh berbeda dengan Jazz. Ya, semakin ke sini, bodi Yaris di Indonesia semakin panjang.

Perbedaan ukuran wheelbase dibarengi dengan penambahan fitur-fitur baru, seperti tipe mesin dan berbagai fitur keselamatan. Bagi Anda yang lebih suka mobil lincah, generasi kedua kini berada di kisaran harga Rp 100 juta-ansementara penerusnya dijual di angka Rp 200 juta-an

Gambar menunjukkan Alinka Hardianti saat BSD City GP 2018

Bodinya panjang, prestasinya besar

Pada gelaran balap nasional, Yaris merupakan andalan Toyota Team Indonesia sejak 2008 di balap gymkhana serta ISSOM. Ditambah dengan dukungan TRD, berbagai raihan pun rutin mereka torehkan, seperti juara nasional ITCC 1.600 Max 2018 dan Asia Auto Gymkhana 2017 (dengan Toyota Agya).

Dapat memiliki Toyota Yaris E tahun 2013 dengan harga setara sebuah LCGC baru. Lantas apa yang membuat Anda harus lebih memilih Yaris?

Itu dia beberapa hatchback Jepang dengan pengalaman balap. Nantikan bagian keduanya di Cintamobil.com! 

>>> Baca tips lainnya di Cintamobil.com, yuk!

Wisnu Setioko

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0

berita lain