Awas! CVT Nissan Grand Livina Jebol, Bisa Habis Lebih Dari Rp 50 Juta

24/11/2018
Nissan Grand Livina yang hadir sejak 2007 memang sempat menjadi primadona dikelas low MPV bersaing ketat dengan Toyota Avanza. Generasi kedua Nissan Grand Livina kini menggunakan transmisi jenis CVT. Namun Awas! Jika CVT Nissan Grand Livina Jebol, Bisa Habis Lebih Dari Rp 50 Juta!

Tampak Nissan Grand Livina Generasi Ke-2 Menggunakan Transmisi Otomatis Jenis CVT

Nissan Grand Livina Gen 2 pakai matik jenis CVT yang konon kurang bandel

Transmisi jenis Continous Variable Transmission atau yang lebih akrab disebut CVT memang masih membuat polemik dikalangan maniak mobkas (mobil bekas). Pasalnya, transmisi jenis ini konon tidak sekuat jenis transmisi lainnya. Bahkan baru-baru ini kami mendengar kabar, untuk penggantian satu unit assy transmisi CVT dapat menguras kocek hingga lebih dari Rp 50 juta! Gile bener, Awas! CVT Nissan Grand Livina Jebol, bisa habis lebih dari Rp 50 juta.

>>> Mau cari Nissan Grand Livina bekas berharga terjangkau? Disini tempatnya

Tampak indikator pada dasbor Nissan Grand Livina

Agar transmsisi CVT Nissan Grand Livina awet jangan diletakkan di posisi P pada saat berhenti lama dan mesin hidup

Berawal dari status sobat kami Hermas Effendi Prabowo, yang juga owner dari bengkel spesialis transmisi otomatis Worner Matic yang ada di tiga wilayah besar di Indonesia, “Pagi-pagi dapet telp dari 08129891xxx yang cerita soal transmisi matic CVT Grand Livina 2015 yang rusak. Mobil baru dipakai 3 tahun 2 bulan. Baru lepas garansi 2 bulan. Dibawa ke bengkel resmi Nissan musti ganti satu unit gearbox CVT Rp 43.000.000. Ditambah biaya oli dan jasa, total estimasi biaya Rp 50.000.000.

>>> Ini harga baru terkini dari Nissan Grand Livina

Tampak Xtronic CVT Nissan Grand Livina

Nissan modern sudah menggunakan jenis transmisi Xtronic CVT

Kalaupun dia ganti gearbox CVT baru, 3 tahun ke depan, tidak ada jaminan tidak ganti lagi gearbox CVT dengan biaya Rp 50.000.000. Padahal harga mobil sekennya saja kalau sehat cuma Rp 120 jt - Rp 130 jt. Kalau dijual kondisi rusak, ada yang mau beli Rp 90 jt saja sudah bagus. Gile bro! Mobil barunya harga lebih dari Rp 200 juta, pakai 3 tahun CVT rusak nilai jualnya terjun bebas kurang dari Rp 100 juta. 

>>> Ini pendapat kami mengenai Nissan Grand Livina 2019

Tampak seorang tester sedang mengemudikan Nissan Grand Livina

Penggunaan transmisi CVT berdampak positif pada kenyamanan serta kehalusan berkendara Nissan Grand Livina

Dia coba cari alternatif bengkel lain, ditawari glondongan eks Singapura (barang bekas tentunya). Berkisar Rp 10.000.000 - Rp 20.000.000, dengan syarat beli putus. Bagus nggak bagus harus bayar. Sekarang dia lagi pusing. Terus telp saya. Saya juga ikutan pusing karena di distributor sparepart resmi Nissan tidak jual part CVT lengkap. Banyak yang tidak ada.

>>> Ini pendapat kami mengenai Nissan Terra terbaru yang menjadi rival berat Toyota Fortuner

Tampak belt baja Xtronic CVT

Belt baja ini yang rawan putus jika pemakaian sembarangan dan oli yang dipakai tidak benar

Mungkin part CVT tidak diproduksi untuk pasar umum, atau memang hanya jual gelondongan baru saja. Cari barang aftermarket di pasar dalam negeri dan luar negeri juga tidak ada. Kalau Anda punya mobil dan harus keluar biaya Rp 50.000.000 untuk penggantian unit CVT, dijamin akan mengganggu kualitas hidup Anda dan keluarga Anda.

>>> Apa saja yang harus diperhatikan ketika ingin engine swap? Ini ulasan dari kami

Tampak oli transmisi otomatis Nissan

Gunakan selalu oli transmisi dengan spesifikasi yang tepat untuk mobil Nissan Anda

Stabilitas ekonomi ‘makro keluarga’ juga terganggu. "Menteri Keuangan Keluarga bisa sewot hehehe.… Selanjutnya... pilihan ada di tangan Anda,” begitu tulisnya dalam status Facebook. Pria berkacamata yang ramah ini juga menambahkan betapa bingungnya ia terhadap kasus ini. Sayangnya sampai artikel ini ditulis, pihak Nissan Motor Indonesia belum memberikan keterangan.

>>> Mau beli Nissan March? Cek dulu kelebihan dan kekurangannya disini, kami ulas spesial hanya untuk Anda

Tampak ilustrasi cara kerja transmisi CVT

Cara kerja transmisi CVT yang menggunakan dua buah puli dan diputar oleh belt

Lalu apakah benar CVT itu ringkih dan partnya sulit didapat? Kami mencoba survey ke beberapa bengkel Nissan non resmi untuk mengetahui hal ini. Dan untuk part fast moving memang enggak sulit, namun khusus CVT memang rata-rata bilang untuk beli segelondong CVT yang harganya memang mahal dan bikin kantong tercekik. Lalu bagaimana agar Anda pemilik Nissan Grand Livina tidak mengalami hal ini?

>>> Ini akibat buruk korupsi, CEO Nissan dipecat!

Tampak sebuah tuas transmisi Nissan Grand Livina

Transmisi CVT perlu diperlakukan secara 'halus' begitu juga saat memindahkan shifternya

“Yang terpenting dan paling aman adalah ganti oli transmisi mengikuti oli mesin mobil. Misal oli mesin ganti per 5.000 kilometer, maka oil transmisi lebih baik ganti per 40.000 kilometer. Mengapa? Karena transmisi juga akan bekerja sama dengan mesin primer dalam menghantarkan tenaga mesin ke roda, namun jangan lupa oli mesin juga akan lebih cepat rusak jika kita sering melalui jalan macet” papar Triyono dari Family Auto Service bengkel spesialis Nissan di Bekasi, Jawa Barat.

>>> Wah, gawat PT Nissan Motor Indonesia naikkan harga sparepart, simak beritanya disini

Tampak segelondong transmisi CVT Nissan Grand Livina

Karena ketiadaan spare part terpisah, maka kerusakan transmisi CVT Grand Livina harus membeli segelondong transmisi utuh

>>> Temukan berbagai tips dan trik otomotif terpercaya hanya di sini

Arfian Alamsyah

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
9