Mari kita simak spesifikasi Renault Kwid 2019 di bawah ini.
24/07/2019
Maxindo Renault Indonesia kembali memberikan kejutan! Setelah Renault Triber, MPV 7 penumpang aseli India yang cukup membuat gempar dunia persilatan mobil-mobil dikelas LMPV dan LCGC 7 Penumpang, kini Renault Indonesia kembali "berulah" dengan memperkenalkan Renault Kwid Climber 2019 dengan transmisi AMT.
Mari kita simak spesifikasi Renault Kwid 2019 di bawah ini.
Fitur Termasuk Lengkap Di Kelasnya
Mesin Powerful
Kabin Cukup Luas
Tidak Ada Takometer
Isu Layanan Purna Jual
Tanpa ABS
Renault Kwid Climber ini hadir dengan tampilan menarik dan transmisi otomatis berjenis AMT
Review Renault Kwid Climber 2019 - Sekian lama ditunggu kehadirannya di tanah air, akhirnya masuk juga Renault Kwid dengan pilihan transmisi selain manual 5 percepatan. Tentunya ini melegakan bagi pecinta city car berdesain kompak. Sejak masuk ke Indonesia pada tahun 2016 lalu, Renault Kwid ini hanya tersedia satu varian saja. Namun, sejak dipegang pemasarannya oleh Maxindo Renault Indonesia, mereka secara agresif memasarkan mobil ini ke tanah air. Dan inilah salah satu varian terbarunya, yakni Renault Kwid Climber 2019 dengan transmisi Automated Manual Transmission alias AMT. Ini ulasannya...
Setelah sekian lama ditunggu, akhirnya muncul juga Renault Kwid dengan transmisi otomatis seperti ini

Sesuai namanya, ia begitu agresif dan funky, begini tampilan depan Renault Kwid Climber 2019
Tampilan depan dari Renault Kwid Climber 2019 ini begitu atraktif dan agresif. Lihat saja bentuk bumpernya yang didesain funky lagi macho. Bisa dibilang, ia adalah satu-satunya city car dengan tampilan maskulin yang dijual di pasar mobil tanah air. Fornt under guard dengan warna silver memperkuat kesan mini SUV pada mobil yang sebenarnya masuk dalam kelas hatchback ini. Welldone Renault!

Sayang, model lampunya masih multi reflektor biasa

Kesan funky dan atraktif, terus terpancar pada tampilan samping dari eksterior Renault Kwid Climber 2019 ini
Beralih ke tampilan samping mobil ini, kesan funky dan atraktif terus dipancarkan melalui tampilan samping mobil ini. Spion di cat dengan warna oranye, seakan bertabrakan dengan kelir biru pada mobil, lantas penggunaan pelek two tone dengan diameter 14 inchi membuat tampilannya semakin hidup. Tak lupa stiker CLIMBER membuat beda tampilan samping mobil ini.
Spion dengan warna oranye ini membuat tampilan sampingnya begitu atraktif
Tidak terlalu banyak pembeda dari tampilan belakang mobil ini
Jika Anda adalah orang yang kurang detail, pasti Anda tidak akan terlalu ngeh jika tampilan belakang dari mobil Renault Kwid Climber 2019 ini tidak terlalu banyak pembeda dari varian lainnya. Paling, yang membedakan hanyalah stiker CLIMBER di kaca belakang sebelah kanan bawah, logo EASY-R dan under guard berwarna brushed silver pada bumper belakangnya.
Renault Kwid Climber 2019 ini masuk dalam trim EASY-R
>>> Mungkin Anda ingin baca:
Aura lebih sporti tersirat pada layout dasbor Renault Kwid Climber 2019 ini
Dari luar, terlihat jelas bila Renault Kwid Climber 2019 ini diperutukkan untuk konsumen yang memiliki jiwa muda atau orang yang aktif. Beruntunglah, aura eksterior mobil Renault Kwid Climber yang positif ini berlanjut hingga kedalam. Lihat saja layout dasbor mobil ini yang punya permainan warna atraktif orange lining dengan kelir piano black yang elegan sekaligus sporti. Padu padan tersebut membuat aura mobil ini benar-benar menyenangkan...
Bahan kain memang mudah menyerap kotoran, namun untungnya motif jok ini tidak membosankan untuk dilihat
Sayangnya, pihak Maxindo Renault Indonesia belum memberikan kulit sintetis untuk pelapis jok mobil Renault Kwid Climber 2019 ini. Karena, bahan kain itu lebih mudah menyerap kotoran dari debu. Namun, saat Anda hendak menambahkan sarung jok pada mobil ini, pastikan mengikuti corak warna pelapis jok standar mobil ini, agar tampilannya tetap menarik dan juga membuat aura ceria didalam mobil. Ya, seperti halnya mobil murah, joknya kurang nyaman diduduki berlama-lama.
Sayangnya, tampilan setir terasa terlalu polos, seharusnya diberi sentuhan walau sedikit
Lingkar kemudi dari Renault Kwid CLIMBER ini sebenarnya tak ubahnya Renault Kwid "biasa". Masih polos saja, tanpa dilengkapi dengan telescopic dan tilt steering. Dan memang, kami rasa Maxindo Renault Indonesia seharusnya memberikan sentuhan lebih terhadap mobil ini, misalnya diberi aksen brushed silver pada spoke-nya dan juga dibalut bahan polyurethane atau malah kulit sintetis yang lebih membuat setir tidak terasa licin ketika digenggam.
Hanya logo CLIMBER ini saja yang membedakan antara varian ini dengan varian lainnya
>>> Baca juga:
Untunglah pengaturan AC di mobil ini termasuk lengkap
Beruntunglah meski terdapat sisi kekurangan di bagian lainnya, di mobil Renault Kwid Climber 2019 ini masih ada yang bisa dibanggakan. Contohnya pengaturan AC di mobil ini yang termasuk lengkap. Ada pengaturan arah semburan AC ke tangan atau ke kaki bahkan keduanya, ada pengaturan deffoger, bahkan ada heater di mobil ini. Jelas, ini merupakan salah satu kelebihan mobil ini bila dibandingkan dengan mobil lain sekelasnya.
Well, spidometer model digital di mobil ini memang keren, tapi...
Spidometer digital yang diusung oleh Renault Kwid Climber 2019 memang membuat aura modern semakin mencuat, namun sayangnya ia memiliki kelemahan yang krusial, yakni tidak adanya takometer untuk membaca putaran mesin. Padahal, untuk eco driving lebih optimal, pengemudi membutuhkan fitur ini. Berapalah harga sebuah takometer, kami harap PT Maxindo Renault Indonesia melengkapi Renault Kwid termahal ini dengan fitur standar tersebut.
Jujur saja, kami menjadi media yang paling penasaran terhadap rasa berkendara dari mobil ini
Sebelumnya, kami sudah pernah merasakan Renault Kwid dengan mengusung transmisi manual 5 percepatan. Mesin 3 silinder dengan 4 buah katup pada masing-masing pistonnya cukup memberikan akselerasi yang positif. Hal tersebut dikarenakan bobot mobil mungil ini tidak sampai 800 kilogram (yang mana itu sangat ringan sekali untuk mobil bermesin dibawah 1 liter). Hal tersebut membuat power to weight ratio dari mobil Renault Kwid ini begitu memadai.
Sayangnya, tidak ada footrest yang memadai untuk mengistirahatkan kaki
Meski transmisi manual 5 percepatannya minim powerloss. Namun, kami kurang menyukai "rasa" perpindahan giginya yang terasa agak loose alias kurang mantab. Makanya, kami cukup berharap banyak dengan adanya Renault Kwid Climber dengan transmisi Automated Manual Transmission (AMT) ini. Meski transmisi AMT sebenarnya adalah transmisi manual yang "diotomatiskan". Tapi setidaknya pengaturan pindah gigi oleh aktuator dan komputer akan lebih presisi
Mesin 3 silinder dengan 4 katup pada masing-masing silindernya ini terasa memadai dengan transmisi manual, matik?
Satu hal lagi yang amat disayangkan pada Renault Kwid termahal ini, karena pada keempat rodanya belum dilengkapi dengan sistem rem anti mengunci atau yang lebih akrab disebut ABS (Anti-lock Braking System). Padahal, dengan harga jual yang diprediksi sekitar Rp 155 juta, seharusnya fitur peranti rem anti mengunci tersebut sudah disematkan pada mobil ini. Beruntung mobil ini sudah menggunakan ban GT Radial tipe Champiro ECO yang punya daya cengkram lumayan.
Kenapa hanya 3 baut? Ayolah Renault, buat sama saja pelek mobil ini dengan Renault Triber yang sudah 4 baut
Berikut ini adalah spesifikasi Renault Kwid Icon 2019.
| Mesin Renault Kwid Icon 2019 | |
|---|---|
| Seri mesin | 1.0-litre Se, 3 Silinder Segaris, DOHC |
| Pasokan Bahan Bakar | Multi Point Fuel Injection |
| Jumlah Katup | 12 Katup (2 Katup In dan 2 Katup Ex Per Silinder) |
| Tenaga Maksimum | 66,5 Hp (68 Ps) @ 5.500 rpm |
| Torsi Maksimum | 91 Nm @ 4.250 rpm |
| Kapasitas Silinder | 999 cc |
| Bore X Stroke | 72,2 mm X 81,3 mm |
| Tipe Transmisi | Manual 5 Percepatan, Penggerak Roda Depan |
| Rangka Renault Kwid Icon 2019 | |
| Panjang X Lebar X Tinggi | 3.679 mm X 1.579 mm X 1.513 mm |
| Jarak Sumbu Roda | 2.422 mm |
| Berat Kotor | 699 Kilogram |
| Jumlah Tempat Duduk | 5 Tempat Duduk |
| Kapasitas Tangki | 28 Liter |
| Suspensi/Kaki-Kaki Renault Kwid Icon 2019 | |
| Suspensi Depan & Belakang | Mac Pherson Strut dengan Lower Transverse Link & Twist Beam Suspension dengan Coil Spring |
| Sistem Kemudi | Electronic Power Steering |
| Rem Depan & Belakang | Disc & Drum |
| Teknologi Sistem Pengereman | - |
| Teknologi Safety Sasis | Side Impact Beam |
| Struktur Sasis | Monokok, A Segment |
| Pelek | Alloy, 14 Inch |
| Jenis Ban | GT Radial Champiro ECO, 175/65 R14 |
Renault Kwid Climber belum dijual secara resmi di pasar mobil tanah air, namun bocoran yang tim Cintamobil.com terima adalah mobil ini kabarnya akan segera di jual dengan harga Rp 155 juta. Harga Renault Kwid berikut informasi harga Renault Kwid yang dijual di Indonesia.
|
Tipe Mobil |
Harga Renault Kwid Baru (OTR) |
| Renault Kwid 1.0 L M/T | IDR. 134.000.000 |
| Renault Kwid Icon 1.0 L M/T | IDR. 143.000.000 |
|
Renault Kwid Climber 1.0 L AMT |
IDR. 155.000.000 (prediksi harga) |
*Harga per bulan Juli 2019
Dengan prediksi harga Rp 155 juta apa layak ia untuk dipinang?
Jujur saja, dengan harga segitu kami lebih menyarankan Anda untuk membeli lawan-lawannya mobil ini yang masuk ke kelas LCGC (Low Cost Green Car). Dengan harga Rp 155 juta Anda sudah bisa membeli Daihatsu Ayla bermesin 1200 cc 4 silinder atau Toyota Agya termurah yang masih mengusung mesin 1000 cc 3 silinder misalnya. PT Maxindo Renault Indonesia harus benar-benar mencurahkan daya dan pikiran ekstra bila mobil ini ingin diterima di pasar Indonesia dengan baik.
Banten
Jawa Barat
Jawa Barat
Jawa Barat