Review Mercedes-Benz 190 SL 1956: Sang Bintang “Swinging Fifties” Pencetus Era Sportscar Kompak Mercedes-Benz

31/10/2019
editor rate: 4,4 user rate: 4,0
Menjadi adik dari Mercedes-Benz 300 SL “Gullwing”, Mercedes-Benz 190 SL menjelma menjadi ikon gaya hidup masyarakat di era 50an yang menginginkan kenyamanan berkendara dan performa impresif saat melaju di jalanan. Seperti apa sang spiritual predecessor dari keluarga Mercedes-Benz SLK ini?

PENGANTAR Mercedes-Benz SL 1965

Review Mercedes-Benz 190 SL 1956 - Era 50an bisa dikatakan menjadi era suka cita. Setelah dua dekade dunia melalui era kelam akibat Perang Dunia I dan II, gaya hidup masyarakat dunia akhirnya bergerak ke arah positif dengan bermunculan tema-tema hiburan bersifat leisure. Sebut saja dari debut Disneyland dan waralaba McDonald's, hadirnya televisi di rumah keluarga middle class, musik swing dan rock and roll yang menggelora, hingga berimbas pada trend baby boom.

Di sisi lain, industri otomotif pun turut berbenah mengikuti trend “Swinging Fifties”. Pada masa tersebut menjadi era keemasan mobil bertema sportscar maupun roadster. Mobil jenis ini merepresentasikan karakter prestise dan keasyikan berkendara menyenangkan kala menuju destinasi wisata berkelas tinggi.

Foto Mercedes-Benz 190 SL dan 300 SL saat keluar pabrik Sindelfingen

Momen Mercedes-Benz 190 SL dan Mercedes-Benz 300 SL keluar dari pabrik Mercedes-Benz di Sindelfingen, Jerman

Mercedes-Benz merefleksikan hal tersebut pada duo Mercedes-Benz 300 SL dan Mercedes-Benz 190 SL. Pada awalnya grup Daimler-Benz hanya akan menciptakan 300 SL sebagai the ultimate sports car mereka, dimana versi coupe dari model ini menjadi ikonik karena pintu gullwing. Tapi, ada fakta menarik yang membuat Mercedes-Benz 190 SL hadir ke muka bumi.

Foto Mercedes-Benz 190 SL 1956 saat development

Proses R&D Mercedes-Benz 190 SL dikerjakan Karl Wilfert & Walter Hacker

Memulai proses pra-produksi sejak September 1953, Mercedes-Benz 190 SL pada awalnya dikhususkan untuk pasar Amerika Serikat. Adalah Maximilian Edwin Hoffman, seorang importir Mercedes-Benz di Amerika Serikat, yang meminta executive board Daimler-Benz agar bisa menciptakan versi lebih ekonomis dari Mercedes-Benz 300 SL. Permintaan tersebut kemudian dikerjakan oleh Karl Wilfert dan Walter Häcker selaku Chief Designer untuk model 190 SL.

Tepat di New York Auto Show 1954, prototipe Mercedes-Benz 190 SL ditampilkan bersamaan dengan debut Mercedes-Benz 300 SL “Gullwing”. Versi produksi Mercedes-Benz 190 SL diluncurkan di Mei 1955 dan bertahan sampai Februari 1963.

Foto Mercedes-Benz 190 SL saat tampil di ICCOC Concours of Elegance

Penampilan Mercedes-Benz 190 SL 1956 di ICCOC Concours d'Elegance 2019 di Four Seasons Hotel Jakarta

Salah satu produksi mobil Mercedes-Benz 190 SL ternyata ada di Indonesia dan masih dalam kondisi orisinil seperti saat pertama kali debut. Tak ayal, mobil ini menjadi Best Quality Car ICCOC Concours D'Elegance 2019 di Four Seasons Hotel Jakarta, September lalu. Untuk itu, mari mengenal sportscar kompak dari Mercedes-Benz ini dalam review Mercedes-Benz 190 SL 1956 berikut ini.

EKSTERIOR Mercedes-Benz SL 1965

Review Mercedes-Benz 190 SL 1956: Eksterior Depan

Foto Mercedes-Benz 190 SL 1956 dari eksterior depan

Eksterior depan Mercedes-Benz 190 SL 1956

Eksterior depan Mercedes-Benz 190 SL menampilkan grille depan menggunakan desain serupa Mercedes-Benz 300 SL. Grille tersebut memiliki format kotak dengan segaris panel grille horizontal dan penempatan logo Three Pointed Star. Bumper pun dirancang serupa dengan 300 SL dan dibalut sentuhan aksen chrome.

Untuk memberikan kesan lebih memikat, pada bagian eksterior depan mobil ini memiliki lekuk fender yang lebih tinggi daripada kap mesin. Lekukan ini turut mengubah posisi headlight menjadi tinggi, dan lampu sein ditempatkan di bawah lampu utama tersebut. Terasa jelas di tengah kap mesin adanya lekukan tegas, sebagai penanda posisi longitudinal engine.

Review Mercedes-Benz 190 SL 1956: Eksterior Samping

Foto Mercedes-Benz 190 SL 1956 dari eksterior samping

Eksterior samping Mercedes-Benz 190 SL 1956

Dari sisi eksterior samping Mercedes-Benz 190 SL 1956, bisa dilihat bahwa Mercedes-Benz menciptakan mobil ini dalam format atap terbuka alias roadster. Meski demikian, konsumen di masanya bisa memilih opsi atap, mulai dari soft top, hard top, atau soft top dengan tambahan panel hard top yang bisa dipasang jika dibutuhkan. Konsumen juga bisa memilih opsi competition pack, dimana kaca depan dan belakang dibuat tidak melengkung sampai sisi samping demi meringankan bobot mobil.

Mercedes-Benz 190 SL 1956 menyajikan sentuhan garis horizontal pada area fender, yang notabene salah satu ciri khas desain Mercedes-Benz 300 SL. Kesan menarik juga hadir melalui rocker panel di bawah fender depan sampai fender belakang. Sebagai salah satu ciri khas mobil premium di masanya, pada area roda menggunakan color-matching hubcaps dan aksen whitewall tires.

Review Mercedes-Benz 190 SL 1956: Eksterior Belakang

Foto Mercedes-Benz 190 SL 1956 dari eksterior belakang

Eksterior belakang Mercedes-Benz 190 SL 1956

Eksterior belakang Mercedes-Benz 190 SL 1956 mengadopsi bentuk buritan yang melandai. Posisi taillight berbentuk vertikal ditempatkan di atas bumper belakang, serta posisinya persis mengikuti garis lekuk fender belakang. Uniknya posisi tutup tangki bensin dekat dengan taillight di sisi kanan.

Mercedes-Benz merancang area pintu bagasi Mercedes-Benz 190 SL tidak sampai area bumper belakang, hanya sampai sejajar posisi taillight. Hal ini memberikan kesan manis pada eksterior belakang, terlebih jika melihat adanya logo Three Pointed Star berukuran besar dengan tulisan 190 SL sebagai penanda model mobil ini.

>>> Mungkin Anda ingin baca:

INTERIOR Mercedes-Benz SL 1965

Review Mercedes-Benz 190 SL 1956: Dashboard & Setir

Foto Mercedes-Benz 190 SL 1956 dari sisi dashboard dan setir

Detil dashboard dan setir Mercedes-Benz 190 SL 1956

Dari sisi dashboard & setir, Mercedes-Benz 190 SL 1956 hadir menyajikan detil dashboard yang didesain horizontal dengan sisi atas dan sisi bawah dashboard dibalut aksen kulit. Mobil yang masih menggunakan format setir kiri ini membawa detil instrument cluster analog dari VDO, serta setir palang dua berkelir putih dengan tambahan aksen chrome. Dan aksen chrome ini pun turut melapisi mayoritas tombol-tombol pengaturan yang ada di dashboard.

Jika diperhatikan secara seksama, mobil ini tidak memiliki central console. Hanya tersedia tuas transmisi manual dengan handle berkelir putih saja yang berada di posisi tersebut. Sehingga untuk penyimpanan barang berukuran kecil, hanya bisa ditempatkan di glove box yang menjadi tempat bersemayam jam analog berdesain klasik.

Review Mercedes-Benz 190 SL 1956: Jok

Foto Mercedes-Benz 190 SL 1956 dari sisi Jok

Detil jok Mercedes-Benz 190 SL 1956

Untuk mobil lansiran era 50an, Mercedes-Benz 190 SL 1956 hadir dengan bentuk jok yang belum menggunakan headrest. Meski demikian, baik jok pengemudi dan penumpang dibalut aksen leather dan sudah memiliki armrest di tengah jok.

Pada masanya, Mercedes-Benz menyediakan dua opsi terkait jok “belakang”. Pertama adalah menyematkan “jump seat” di area belakang jok depan yang posisinya menghadap ke sisi samping, bukan menghadap ke depan seperti jok pada umumnya. Opsi kedua adalah menanggalkan jok tersebut, sehingga area tersebut bisa digunakan sebagai area bagasi tambahan.

Review Mercedes-Benz 190 SL 1956: Bagasi

Foto Mercedes-Benz 190 SL 1956 dari sisi bagasi

Detil area bagasi Mercedes-Benz 190 SL 1956

Tidak ada informasi spesifik terkait berapa besar kapasitas bagasi Mercedes-Benz 190 SL 1956. Meski demikian, bisa dilihat bahwa ruang bagasi mobil sportscar ini bisa digunakan untuk 1 koper berukuran besar, 2 koper berukuran medium, sepasang payung, sampai ban serep bisa disematkan di ruang bagasi Mercedes-Benz 190 SL 1956. Terkait alasan keselamatan, di area bagasi pun tersedia detil berupa tali pengait yang akan mengikat erat masing-masing koper yang dibawa.

>>> Baca juga:

FITUR Mercedes-Benz SL 1965

Foto Mercedes-Benz 190 SL 1956 dari sisi audio

Sistem audio keluaran Becker digunakan pada Mercedes-Benz 190 SL 1956

Untuk sebuah sportscar klasik, bisa dikatakan fitur yang disediakan pada Mercedes-Benz 190 SL 1956 tergolong lengkap. Fitur hiburan pada mobil ini disajikan dari sistem radio keluaran Becker. Sebagai suplai udara sejuk di kabin, tersedia sistem AC yang ditempatkan di bawah dashboard.

>>> Review McLaren 720s Spider 2019: Tak kalah impresif dengan versi Coupe

OPERASI Mercedes-Benz SL 1965

Foto Mercedes-Benz 190 SL 1956 dari sisi sasis

Detil sasis Mercedes-Benz 190 SL yang merupakan hasil modifikasi Mercedes-Benz 180 "Ponton"

Sebelum membahas soal mesin, ada hal menarik seputar Mercedes-Benz 190 SL yang menjadi pembeda fundamental dibanding sang kakak Mercedes-Benz 300 SL. Perbedaan ini terletak pada sasis, dimana Mercedes-Benz memilih memodifikasi sasis dari Mercedes-Benz 180 “Ponton” Sedan untuk Mercedes-Benz 190 SL. Alhasil kode bodi Mercedes-Benz 190 SL adalah W121, sedangkan Mercedes-Benz 180 “Ponton” menggunakan kode bodi W120

Penggunaan sasis ini turut berimbas pada penggunaan suspensi yang diambil dari model Mercedes-Benz 180 / 180 D. Dari suspensi roda depan menggunakan double wishbones dengan coil springs dan stabilizer bar, sedangkan suspensi belakang menggunakan single-pivot swing axle dengan coil spring.

Foto Mercedes-Benz 190 SL 1956 dari sisi mesin

Area mesin Mercedes-Benz 190 SL 1956

Meski sasis diambil dari model sedan Mercedes-Benz 180, tapi untuk mesin bisa dikatakan baru untuk Mercedes-Benz. Ya, sportscar kompak ini menggunakan mesin M121 1,9 liter 4-silinder SOHC dengan karburator two-barrel side-draft Solex 44 PHH. Pada masanya, mesin ini bisa menghasilkan tenaga 105 hp. Berdasarkan klaim Mercedes-Benz, mobil ini bisa melaju sampai 170 km/jam, serta mengeksekusi kecepatan 100 km/jam dari titik diam hanya dalam waktu 14 detik.

>>> Program Service Packages Siap Sayangi Mobil Mercedes-Benz Konsumen Lebih Lama

KESIMPULAN Mercedes-Benz SL 1965

Dari masa produksi Mercedes-Benz dari Mei 1955 sampai Februari 1963, Mercedes-Benz berhasil memproduksi 190 SL sebanyak 25.881 unit di pabrik Sindelfingen. Angka tersebut termasuk besar untuk sportscar di masanya, yang turut berimbas pada eksistensi Mercedes-Benz 190 SL sebagai mobil bintang di era 50an.

Foto Mercedes-Benz 190 SL saat digunakan Grace Kelly dalam film High Society

Mercedes-Benz 190 SL sempat menjadi bintang dalam film High Society yang diperankan Grace Kelly dan Frank Sinatra

Kepopuleran Mercedes-Benz 190 SL turut berimbas pada dunia showbiz. Salah satu momen penting dari eksistensi sang sportscar ialah saat Grace Kelly dan Frank Sinatra menggunakan mobil ini dalam film High Society yang dirilis pada tahun 1956.

Foto Mercedes-Benz 190 SL bersama generasi pertama SLK

Mercedes-Benz SLK menjadi spiritual successor Mercedes-Benz 190 SL

Meski demikian, Mercedes-Benz 190 SL tidak mengalami regenerasi yang terstruktur seperti 300 SL yang menjadi titik awal keluarga Mercedes-Benz SL-Class. Baru pada tahun 1996, Mercedes-Benz melahirkan “Spiritual Successor” dari 190 SL, yang kemudian menyandang nama Mercedes-Benz SLK dan dilanjutkan Mercedes-Benz SLC. Sehingga sangat tepat jika Mercedes-Benz 190 SL merupakan pencetus era sportscar kompak Mercedes-Benz.

>>> Klik sini untuk lanjut membaca artikel review mobil yang menarik lainnya

Hafizh Fauzan
 

Ulasan anda

Rate
0,0/ 5,0

review lain

Cari review mobil