Review Mercedes-AMG C 63 DTM 2018

14/02/2019

Share this post:

Mercedes-Benz C-Class 2018

Editor rate:

Rp 865.000.000

Lihat promo

Inilah mobil sang petahana! Yup, mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini merupakan mobil yang menjadi juara umum DTM di musim balap 2018. Sayangnya tahun 2019 ini Mercedes-Benz menarik diri dari keikutsertaannya di balap DTM. Seberapa hebatkah mobil ini? Ini pendapat kami mengenai mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018.

Review Mercedes-AMG C 63 DTM 2018
Review Mercedes-AMG C 63 DTM 2018
0 Gambar

Pengantar Mercedes-Benz C-Class 2018

Mari kita simak spesifikasi Mercedes-Benz C-Class 2018 di bawah ini.

Kelebihan

Terbukti Juara

Tenaga Mesin Lebih Kecil Namun Mampu Bersaing

Bentuk Menarik

Kekurangan

Tidak Dijual Bebas

Hanya Legal Di Sirkuit

Tahun 2019 Tidak Turun DTM Lagi

 

Review Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 - Sudah lebih dari 31 musim Mercedes-Benz berlaga di ajang balap DTM (Deutsche Tourenwagen Masters), serta telah mengantarkan sedikitnya 12 pembalap menjadi juara umum di ajang balap mobil paling bergengsi dan terbesar di Jerman ini. Mercedes-Benz juga sudah memperoleh 15 kali juara umum konstruktor di ajang ini,  sayang, pada kenyatannya di tahun 2019 ini Mercedes-Benz harus undur diri dari ajang DTM yang telah membesarkan namanya. Pasalnya pabrikan yang berpusat di Stuttgart, Jerman ini akan lebih fokus dalam Formula E.

Gambar Mobil Mercedes-Benz 190E Cosworth 1992 Klaus Ludwiq

Ini salah satu mobil suksesor Mercedes-AMG C 63 DTM 2019, yaitu sebuah Mercedes-Benz 190E Cosworth tahun 1992

Inilah mobil sang petahana alias juara bertahan. Yup, mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini merupakan mobil yang menjadi juara umum DTM di musim balap 2018 ini melalu pembalap asal Inggris Gary Paffet. Tahun 2019 ini Mercedes-Benz menarik diri dari keikutsertaannya di ajang balap DTM. Lalu seberapa hebatkah kemampuan mobil ini? Apakah kemenangan pembalap asal Inggris tersebut karena performa mobil yang hebat, atau memang skill drivernya yang diatas rata-rata? Ini pendapat kami mengenai mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 yang jadi juara ajang Deutsche Tourenwagen Masters 2018.

Tampak Gary Paffet menjadi juara umum balap mobil DTM 2018 bersama Mercedes-AMG C 63 DTM 2018

Gery Paffet bersama Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 mampu menutup kemenangan sempurna di ajang balap DTM tahun 2018

Eksterior Mercedes-Benz C-Class 2018

Review Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 : Tampilan Depan

Gambar mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 dilihat dari sisi depan

Tampilan depan dari Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini begitu ceper, aerodinamis, dan memukau

Tampilan depan dari mobil balap ini terlihat begitu ceper, aerodinamis, dan juga sarat dengan sayap yang fungsinya mengatur hembusan udara guna memperbaiki nilai aerodinamika dari mobil dan membantu kestabilan serta laju mobil. Grill depan besar dengan terdapat emblem kebesaran Mercedes-Benz membuat tampilan dari Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini semakin menarik dan memukau setiap pasang mata yang melihatnya. Kesan garang, berperforma tinggi serta sangar sangat tergambar dari tampilan depan mobil ini.

Review Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 : Tampilan Samping

Gambar mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 dilihat dari sisi samping

Tampilan samping dari mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini slim and sleek

Sama dengan tampilan depannya, bila Anda melihat tampilan samping dari mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini masih terkesan slim and sleek guna membantu aerodinamika dari mobil secara keseluruhan. Pelek alloy dengan bobot ringan yang digunakan oleh mobil ini pakai sistem penguncian rachet satu baut guna mempermudah pit crew saat melakukan pit stop. Selain itu, bentuk spion dari mobil ini juga kompak namun tetap berfungsi optimal meski pengaturannya manual dengan bantuan obeng dan kunci khusus.

Review Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 : Tampilan Belakang

Gambar tiga mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 berarna orange, biru dan putih dilihat dari sisi belakang

Sayap belakang ekstra besar mendominasi tampilan belakang dari Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini

Beralih ke bagian belakang dari mobil balap Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini, Anda akan menemukan sayap ekstra besar yang berfungsi ganda, yang pertama adalah sebagai peranti mekanis pneumatic flap DRS atau Drag Reduction System dan yang kedua sayap ini juga membantu kestabilan mobil saat hendak menikung dengan cepat. Karena dengan adanya sayap ekstra besar ini, grip pada roda belakang akan mendapat traksi ekstra dengan adanya downforce dari sayap ini saat mobil hendak menikung cepat.

>>> Mungkin Anda ingin baca:


Interior Mercedes-Benz C-Class 2018

Review Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 : Setir

Gambar menunjukkan desain bagian Setir mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018

Setir pada mobil balap ini kecil nan ringkas tapi punya fitur lengkap

Setir mobil balap Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini memang kecil nan ringkas namun demikian cukup banyak terdapat tombol pengatur pada setir tersebut. Salah satu diantaranya adalah tombol pengatur untuk mengaktifkan DRS (mengenai DRS ini akan kami bahas secara terperinci di sektor fitur mobil ini) ketika dijalan lurus atau pembalap hendak melakukan aksi overtaking, lalu ada tombol untuk mengaktifkan radio komunikasi, ada pula tombol untuk mengaktifkan speed limiter saat hendak masuk pit, hingga tombol untuk mengaktifkan ubahan pada mapping ECU mobil.

Review Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 : Posisi Duduk

Gambar menunjukkan Posisi duduk pada mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018

Posisi duduk di mobil balap Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini diatur sedemikian rupa agar pembalap nyaman dan 'menyatu' dengan mobilnya

Posisi duduk pada mobil balap DTM termasuk Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini diatur sedemikian rupa agar tetap egronomis serta tidak melelahkan pembalap ketika balapan. Jok yang digunakan adalah keluaran Recaro buatan Jerman serta dipasangkan sabuk pengaman empat titik lansiran yang sudah berhomologasi FIA. Set posisi duduk diatur sedemikian rupa agar tangan pembalap tidak terlalu menekuk dan kaki juga pas dengan pedal box yang dipasang pada mobil balap Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini.

Review Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 : Roll Cage

Gambar menunjukkan Roll cage pada mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018

Benturan keras akan diserap oleh roll cage berbahan dasar chromoly pada mobil ini

Mobil dengan peruntukan khusus seperti untuk dipakai balap, tentunya butuh peranti yang khusus pula, tidak terkecuali dengan Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini. Guna menahan benturan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan juga tuntutan regulasi DTM maka Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini dilengkapi dengan roll cage dengan bahan chromoly yang sudah berhomologasi FIA. Pembuatan roll cage ini menggunakan teknik pengelasan khusus yang membuat struktur setiap sambungan menjadi semakin kuat. Yang penting seisi kabin termasuk pembalap akan aman ketika terjadi kecelakaan hebat ketika berlaga dilintasan.

>>> Baca juga:

Fitur Mercedes-Benz C-Class 2018

Review Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 : HANS

Gambar menunjukkan sistem Head And Neck Support di Mercedes-AMG C 63 DTM 2018

Sistem Head And Neck Support akan membantu mengurangi atau menghindari pembalap mengalami cidera leher

Sistem Head And Neck Support atau HANS pada mobil balap Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini agak unik, HANS tetap menyatu dengan dudukan pada helm, namun desain kursi balap Recaro ini HANS juga ada tambahan support di kursinya. Otomatis, HANS akan tersangga lebih baik pada kursi di mobil balap ini. HANS  ini sangat berfungsi melindungi tulang leher dan kepala agar tidak terjadi cidera berlebihan ketika kecelakaan hebat seperti mobil menghenpas keras ataupun terbalik yang akan mengakibatkan lumpuh atau bahkan kematian.

Review Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 : Drag Reduction System

Tampak bilah sayap mengatur fitur DRS di Mercedes-AMG C 63 DTM 2018

Sistem DRS akan membuat mobil dapat berlari lebih kencang dari 10 hingga 15 km/jam di trek lurus dan berguna ketika hendak overtaking

Drag Reduction System (DRS) merupakan sebuah alat yang diperkenalkan di musim balap Formula 1 tahun 2011 dan mulai diterapkan pada balapan lainnya seperti DTM ini dengan tujuan untuk mengurangi drag aerodinamika guna menambah kesempatan untuk menyalip. DRS pada Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini akan membuka flap (bilah sayap) yang sudah diatur pada sayap belakang untuk mengurangi downforce, sehingga memberikan kecepatan mobil yang sedang dipacu di trek lurus serta memberikan kesempatan lebih besar untuk menyalip mobil di depan.

Namun, ketika flap ini tertutup maka akan menciptakan lebih downforce untuk menikung lebih besar. Penggunaan DRS di babak kualifikasi akan membuat mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini memiliki keuntungan waktu hingga 0,5 detik per lap. Penyesuaian sudut sayap belakang akan membuat mobil balap memiliki kecepatan ekstra berkisar antara 10 sampai 15 km/j lebih cepat di trek lurus. Efektivitas DRS ini memang akan bervariasi.

Cara kerja dari DRS ini sangat tergantung dari elemen horisontal di sayap belakang. Elemen ini terdiri dari sayap belakang utama dan flap (bilah sayap). DRS memungkinkan flap untuk membuka maksimum sekitar 25-50 mm dari sayap utama. Hasilnya aliran udara melalui sayap belakang akan sedikit terganggu, hasilnya sayap akan kurang menghasilkan downforce. Hal ini penting di trek lurus, karena yang namanya downforce umumnya hanya berguna ketika mobil berbelok dengan cepat.

>>> 40 Tahun Sejarah Rem ABS: Kelahiran Intelligent Drive Mercedes-Benz

Operasi Mercedes-Benz C-Class 2018

Ilustrasi Performa Mercedes-AMG C 63 DTM 2018

Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini memiliki performa mumpuni, terbukti ia mampu menjadi juara umum di DTM 2018

Performa dari Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini sudah jelas tidak diragukan lagi, karena mampu membawa pembalap asal Inggris yakni Gary Paffet menjuarai kejuaraan umum dari balap mobil paling besar, paling terkendal dan salah satu yang tertua di Jerman ini. Meski, harus mengalami perlawanan sengit dari rival-rivalnya sesama Jerman, seperti BMW M4 DTM 2018, ataupun Audi RS5 DTM 2018, namun mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 ini mampu tampil prima. Semua itu tidak terlepas dari teknologi yang disematkan pada mesin naturally aspirated 4.000 cc-nya. Tahun ini menggunakan mesin turbocharger, sangat disayangkan kita semua tidak dapat melihat implementasi dari teknologi EQ Boost andalan Mercedes-Benz di ajang DTM ini. Spesifikasi lengkap dari mobil ini kami sajikan di bawah ini.

>>> Teknologi Pintar Mercedes-Benz Kembangkan Mobil yang Bisa ‘Berbicara’

Spesifikasi Mercedes-Benz C-Class 2018

Berikut ini adalah spesifikasi Mercedes-AMG C 63 DTM 2018.

Mesin Mercedes-AMG C 63 DTM 2018

Seri mesin

V8, 90 derajat, DOHC, Naturally Aspirated

Bahan Bakar

Racing Fuel

Tenaga Maksimum

462,8 hp @ 7.500 rpm

Torsi Maksimum

500 nm

Kapasitas Silinder

4.000 cc

Jumlah Katup

32 katup (masing-masing silinder 2 katup in dan 2 katup ex)

Tipe Transmisi

Hewland, Manual 6 Percepatan, Skuensial, Penggerak Roda Belakang

Rangka Mercedes-AMG C 63 DTM 2018

Panjang X Lebar X Tinggi

5.080 mm X 1.950 mm X 1.250 mm

Sistem Rem

Carbon Disc tanpa ABS

Bobot Kendaraan

1.115 Kilogram

Sistem Kemudi

Rack And Pinion, Hydraulic Power Assitance

Suspensi/Kaki-Kaki Mercedes-AMG C 63 DTM 2018

Suspensi Depan

Dual Wishbone, Coilover Spring serta Dumper dengan Push Rod

Suspensi Belakang

Dual Wishbone Coilover Spring serta Dumper dengan Push Rod

Ukuran Ban Depan Dan Belakang

Hankook, 300/680 R18 (Depan) Dan Hankook 320/710 R18 (Belakang)

>>> Untuk tahu lebih jelas tentang kelebihan dan kekurangan mobil Mercedes-benz lainnya, silakan klik sini

Daftar Harga Mercedes-Benz C-Class 2018

Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 tidak dijual bebas dan hanya untuk peruntukkan di sirkuit balap. Harga untuk pembuatan satu buah mobil balap DTM juga tidak akan jauh beda dengan mobil balap lainnya, seperti WRC, dan Reli Paris Dakar, yaitu sekitar USS 1 Juta atau jika dirupiahkan sekitar Rp 14,6 Miliar. Tak hanya itu saja, mobil balap juga tidak dapat dimiliki oleh sembarangan orang. Namun, jangan khawatir, karena mobil yang kami ulas tersebut bentuknya sama dengan Mercedes-Benz C-Class, maka akan kami sajikan harga Mercedes-Benz C-Class yang dijual di Indonesia. Berikut adalah harga lengkap Mercedes-Benz C-Class 2018.

Harga Mercedes-Benz C-Class 2019 (off-the-road)

Mercedes-Benz C 200 EQ Boost Avantgarde Line

Rp865.000.000

Mercedes-Benz C 300 AMG Line

Rp985.000.000

Mercedes-Benz C 200 Estate Exclusive Line

Rp1.1859.000.000

Mercedes-Benz C 300 Coupe AMG Line

Rp1.305.000.000

Mercedes-AMG C 43 Coupe

Rp1.735.000.000

>>> Mari klik sini untuk lihat promo dan harga mobil Mercedes-Benz C-Class lainnya

Kesimpulan Mercedes-Benz C-Class 2018

Gambar mobil Mercedes-AMG C 63 DTM 2018 berwarna biru sedang jalan di jalan Indonesia

Terbukti juara, layakkah ia dimiliki?

So, is this car for you? Setelah terbukti mampu menjadi juara DTM 2018 lantas apakah ia layak untuk dimiliki? Well.. Sayang sekali, mobil ini tidak dapat sembarangan dibeli oleh konsumen. Dikarenakan peruntukannya yang tidak cocok untuk penggunaan di jalan raya, namun demikian, jika Anda punya uang sebesar Rp 14,6 Miliar Anda dapat saja melobi Mercedes AG untuk membuatkan satu unit mobil ini untuk Anda, entah itu untuk trackday used only, maupun hanya sebagai pajangan saja. Tertarik?

>>> Jangan lupa klik sini untuk lanjut baca artikel review mobil yang menarik lainnya dan jika ingin membeli mobil, silakan klik sini untuk lihat ribuan mobil dijual dengan harga terbaik di seluruh Indonesia

Arfian Alamsyah
Share this post:
Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Ia menjadi salah satu andalan Cintamobil dalam menguji mobil baru di Indonesia

Review lain

Mercedes-AMG GT R, Safety Car F1 Tercepat dan Terkuat yang Pernah Ada

23/03/2018

Pasar mobil

Bagi Anda yang sering menonton balapan Formula 1, pasti tidak asing lagi dengan tampilnya safety car saat terjadi hal-hal membahayakan di trek. Grand Prix F1 Melbourne akan menjadi debut safety car F1 terkuat sepanjang masa, Mercedes-AMG GT R.

Lihat juga

Profil Mercedes-AMG G 63 2019: Legenda Off-roader Tak Lekang Digerus Zaman

Rp. 5,459,000,000

18/01/2019

Editor rate:

Dalam daftar produk legendaris Mercedes-Benz, terdapat Gelaendewagen yang berdiri dalam kategori Sport Utility Vehicle (SUV) berbasis Off-Road. Belum lama ini, model tersebut diberikan pembaruan dan dipamerkan dengan mengusung tampilan lebih maskulin bergaya trendi. Bahkan performanya juga kian meningkat dengan konsepnya yang mampu melibas beragam medan berat. Mari kita simak bersama review Mercedes-AMG G 63 2019.

Lihat juga

Mercedes-AMG GT 2020: Daftar Harga mobil Mercedes-AMG GT terbaru Oktober

01/10/2020

Mercedes-Benz

Anda penyuka mobil Sport berkecepatan tinggi? Artikel kali ini terasa sangat cocok untuk Anda. Pasalnya, Cintamobil.com hendak membahas tentang Mercedes-Benz GT, model yang kami sebut paling garang dengan performa mesin optimal. Seperti apa sosoknya? Berapa harga Mercedes-AMG GT terbaru?

Lihat juga

Review dan Test Drive Audi RS5 2018: Sport Coupé Persembahan Audi Siap Melenggang Di GIIAS 2018

23/07/2018

Editor rate:

Mendengar brand Audi kesan mobil mewah dibalut dengan aura sporty langsung tergambar dalam pikiran kita. RS merupakan deretan mobil dengan performa tinggi andalan dari pabrikan otomotif Jerman Audi, model RS sebetulnya mulai di produksi secara masal dari 1994. Hingga kini, RS Coupe menjelma menjadi mobil cepat yang mampu menggabungkan antara bobot mobil yang ringan namun dengan tenaga yang sangat besar.

Lihat juga

Review BMW M4 2017: Peningkatan Fitur Standar dan Diet Ketat

2.000.000.000

04/01/2019

Editor rate:

Tanggapan BMW terhadap pengembangan Mercedes-AMG 63 yang baru, meskipun tidak diakui BMW, adalah memperbarui coupé BMW M4 2017 dan sedan M3. Menambahkan lebih banyak peralatan dan bobot yang dipangkas habis menjadikan mobil ini lebih cepat dibandingkan generasi pertamanya.

Lihat juga