Warna Busi Mencerminkan Hasil Pembakaran Pada Mesin

Share this post:
Warna Busi Mencerminkan Hasil Pembakaran Pada Mesin
Keadan mesin mobil dapat di diagnosa melalui tampilan warna busi, dengan melihat tampilan warna busi kita bisa mengetahui kondisi mesin, apakah mesin boros bensin, mesin dalam keadaan normal, mesin over heating atau boros oli.

Busi merupakan salah satu faktor penting dalam kendaraan bahan bakar gasoline. Akan tetapi, masih ada orang yang salah kaprah tentang soal busi. Ada yang bilang, makin besar angka yang tertera pada kode busi makin baik.

Padahal, busi seharusnya disesuaikan dengan spesifikasi pabrikan. Paling hanya menaikkan 1 tingkat angka jika ingin performa atau pembakaran lebih baik. Dengan catatan, mesin juga membutuhkan tipe busi lebih dingin. Perbedaan antara busi panas dan busi dingin adalah kecepatannya melepas panas. Busi dingin lebih cepat melepas panas ketimbang busi dingin.
 

beberapa warna busi setelah dipakai

 Dengan melihat warna busi kita bisa mengetahui kondisi mesin 

 
 

Dengan melihat warna hasil pembakaran yang menempel pada busi kita bisa tahu keadaan pembakaran busi yaitu terlalu rich, lean atau ideal. Campuran ideal akan meninggalkan warna kecoklatan. Jika campuran terlalu rich maka busi akan berwarna hitam pekat karena masih meninggalkan bahan bakar. Jika campuran terlalu lean, maka busi akan berwarna putih tanda kekeringan kurang bensin.

Busi yang nyala apinya sudah kurang baik dapat menyebabkan kendaraan sulit dihidupkan. Jadi sebaiknya mengganti busi secara berkala semisal 10.000 km. Namun kalau dari pabrikan sudah mengadopsi busi jenis iridium, maka umur pakainya dapat mencapai 100.000 km.

gambar dua busi mobil

Apa rahasia di belakang warna busi mobil?

>>> Klik sini untuk membaca tulisan lain tentang pengalaman merawat, servis mobil
 

Celah busi juga perlu diperhatikan. Gunakan feeler yang tepat untuk mengukurnya. Celah busi mulai dari 0,8 mm hingga 1,2 mm, tergantung spesifikasi pabrikan kendaraan.

Jika mau tes tahanan pada busi. Siapkan multitester digital. Posisikan pada penghitungan Ohm. Kalibrasi sebelum digunakan dengan cara menghubungkan kabel positif dan negatif kurang lebih 2 detik. Kemudian hubungkan kabel negatif ke kepala busi, sedang kabel positif ke elektroda busi. Boleh saja dibalik tidak masalah. Biasanya dari pabrik menunjukkan angka 1.000 Ohm hingga 1.500 Ohm. Jika sudah lama digunakan tahanan bisa mencapai 500 sampai 600 Ohm. Jika tahanan semakin kecil bisa berdampak negatif pada ECU.

Warna busi akan mencerminkan hasil pembakaran pada mesin, jadi perlu memelihara bagian ini dengan baik supaya mesin mobil semakin tangguh.
>>> Klik sini untuk membaca tulisan lain tentang pengalaman, tips dan trik pemakaian mobil

Share this post:
 
back to top