Perkiraan Biaya Servis Toyota Raize di Atas 50.000 km  

14/09/2021

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Setelah biaya servis gratis sampai 50.000 km, konsumen wajib membayar biaya servis di atas 60.000 km dan menjadi pertimbangan sebelum meminang Toyota Raize  

Bagi para peminat Toyota Raize, besarnya pengeluaran untuk biaya servis berkala wajib menjadi salah satu  pertimbangan sebelum menjatuhkan pilihan. Sebab biaya servis rutin termasuk  parameter nilai ekonomis yang penting bagi konsumen. Mau tidak mau, memang harus disiapkan anggaran dalam waktu tertentu untuk membayar biaya servis berkala. 

Secara teknis, servis berkala secara tepat waktu berperan penting untuk menjaga performa Toyota Raize agar tetap optimal selama masa pemakaian. Berikut ini adalah penjabaran biaya servis berkala beserta penggantian suku cadang yang mencakup interval mulai 60.000 km hingga 100.000 kilometer. Harga berlaku untuk varian 1,0 liter dan 1,2 liter.   

>>> Modal Rp 2,7 Juta Bisa Nyicil Toyota Raize, Pas Buat Kaum Milenial!

Servis Gratis 50.000 km

gambar toyota raize

Gratis biaya servis hingga 50.000/4 tahun menjadi daya pikat tersendiri bagi konsumen  

Salah satu nilai jual unggulan yang ditawarkan oleh Raize adalah gratis biaya servis, gratis biaya suku cadang dan material hingga jarak tempuh 50.000 km atau 4 tahun (mana yang tercapai lebih dahulu). Dengan demikian, calon konsumen Toyota Raize dapat menghemat pos anggaran biaya servis berkala selama 4 tahun. Begitu mencapai jarak tempuh 60.000 km dan seterusnya, konsumen Toyota Raize sudah harus membayar  biaya servis berkala yang mencakup biaya jasa (ongkos kerja) dan penggantian suku cadang.  

60.000 km  

Dalam interval servis ini dilakukan penggantian oli mesin 4 liter (Rp 643.000), filter oli (Rp 28.000), dan gasket plug oli mesin (Rp 9.000) sehingga biaya spare parts mencapai Rp 680.000. Sedangkan  biaya jasa Rp 577.500, sehingga total biaya adalah Rp 1.257.500.

70.000 km   

Total biaya spare parts mencapai Rp 680.000, dengan item penggantian  sama seperti servis 60.000 km. Ditambah biaya jasa Rp 531.300, pada interval servis 70.000 km konsumen perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 1.211.300.

>>> Pilihan Mobil Keluarga Kecil Toyota 5-Seater, Ada Toyota Raize

80.000 km

Saat mencapai jarak tempuh 80.000 km, kendaraan mengikuti  jadwal servis besar sehingga item pengecekan dan jumlah penggantian spare parts lebih banyak. Di luar oli mesin, ada tambahan biaya minyak rem  (Rp 103.000), filter udara (Rp 105.000), dan filter kabin (Rp 84.000). Untuk varian  transmisi manual ditambah  penggantian oli transmisi  (Rp 300.000) dan gasket plug (Rp 32.000). Dengan biaya jasa Rp 808.500, maka total biaya servis untuk varian  manual mencapai  Rp 2.112.500. Sedangkan total biaya servis untuk varian CVT adalah Rp 1.780.500   

90.000 km

Biaya servis pada jarak tempuh 90.000 km mengulang biaya servis 70.000 km. Total harga spare parts Rp 680.000 ditambah biaya jasa Rp 531.300, pada interval ini perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 1.211.300.

100.000 km

Selain oli mesin dan teman-teman, busi Iridium juga diganti baru (Rp 360.000, 4 unit). Lalu untuk  varian  CVT dilakukan  ada penggantian fluida  (Rp 488.500). Ditambah biaya jasa Rp 577.500, maka total biaya servis untuk varian CVT mencapai Rp 2.106.000. Sementara total biaya servis untuk varian manual adalah Rp 1.617.500.

Biaya Servis Total  

Secara keseluruhan, pada interval 60.000 km-100.000 km, pengguna Toyota Raize wajib menyiapkan biaya servis berikut  

Jarak tempuh CVT   MT  
60.000 km Rp 1.257.500 Rp 1.257.500
70.000 km Rp 1.211.300 Rp 1.211.300
80.000 km   Rp 1.780.500 Rp 2.112.500
90.000 km Rp 1.211.300 Rp 1.211.300
100.000 km Rp 2.106.000 Rp 1.617.500
Total biaya servis    Rp 7.566.600

Rp 7.410.100

      
>>> Cara Merawat Mobil Bermesin Turbo     

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top