Tips Agar Radiator Awet

30/10/2020

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Tips Agar Radiator Awet
Radiator memegang peranan sangat penting dalam menjaga suhu mesin tetap stabil dan mencegah terjadinya overheat. Berikut beberapa tips agar radiator awet.

Mobil berbahan bakar minyak (BBM) menggunakan sistem pembakaran pada ruang mesin sehingga menghasilkan panas. Karena itu dibutuhkan sistem pendinginan agar temperatur mesin tetap stabil. Salah satunya dengan radiator.

Secara terperinci ada banyak penyusun komponen radiator, namun secara umum terbagi menjadi tiga, yaitu upper tank (tangki bagian atas), lower water tank (tangki bagian bawah), dan radiator core di bagian tengah. Sedangkan untuk kinerja radiator diperlukan komponen penting lain berupa radiator coolant, yaitu cairan khusus untuk pendinginan serta fan (kipas) untuk mendinginkan radiator itu sendiri.

Normalnya, radiator akan bekerja secara otomatis begitu mesin mulai dinyalakan dan terus bekerja sepanjang mesin belum dimatikan. Jika yang terjadi sebaliknya, radiator tidak bekerja mendinginkan mesin, kemungkinan besar ada masalah. Misalnya kebocoran atau air (coolant) habis.

Foto memeriksa radiator mobil

Radiator, komponen penting untuk pendinginan mesin mobil

Tips agar radiator awet

Mengantisipasi terjadinya masalah, wajib bagi pemilik melakukan pengecekan secara berkala baik dilakukan sendiri di rumah atau dilakukan di bengkel resmi. Berikut beberapa tips agar radiator awet

  • Perhatikan Volume air pada radiator

Ada batas full dan low pada tangki radiator. Jika air sudah berkurang signifikan hingga menyentuh batas low, segera tambahkan agar tidak kehabisan. Atau jika sudah waktunya lakukan penggantian dengan air / cairan yang baru. Idealnya penggantian dilakukan setiap 20 ribu kilometer jika diisi air dan 40 ribu kilometer jika diisi coolant.

  • Bersihkan tangki radiator secara berkala

Bersihkan tangki radiator atau kuras setiap 6 bulan sekali. Caranya; dalam kondisi mesin dingin buka tutup radiator bagian atas dan buka kran bagian bawah. Setelah terkuras habis tutup kembali kran bawah dan isi dengan air (coolant). Nyalakan mesin sampai thermostat terbuka (80-85 derajat celcius). Dinginkan lagi mesin dan ulangi proses pengurasan seperti di atas. Hal ini untuk memastikan semua kerak kotoran yang masih tertinggal terangkat dan ikut terbuang.

>>> Bisa Dikerjakan Sendiri di Rumah, Begini Cara Menguras Radiator Mobil

Foto mengisi radiator dengan radiator coolant

Lakukan pemeriksaan radiator secara berkala

  • Gunakan radiator coolant, bukan air keran

Untuk pengisian terakhir sebaiknya gunakan radiator coolant. Cairan ini lebih baik dari air biasa karena memiliki titik didih lebih tinggi dan titik beku lebih rendah. Menggunakan coolant radiator juga lebih efisien. Penggantian kembali lebih lama daripada menggunakan air biasa. Penting juga untuk diperhatikan; hindari penggunaan air sumur karena mengandung kapur penyebab kerak.

  • Tutup radiator dengan rapat

Setelah semua selesai, tutup kran bawah radiator dan penutup atas dengan rapat. Jangan sampai longgar atau ada sela karena bisa menyebabkan air (coolant) habis, baik karena merembes atau karena menguap.

>>> Mobil Baru Wajib Memiliki APAR Mulai Tahun Depan

Foto memeriksa radiator mobil

Jangan lupa, pasang penutup radiator rapat-rapat

>>> Tips dan trik menarik lainnya seputar mobil ada disini

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top