Hanya Mitos, Tidak Ada Ban Kadaluwarsa

26/04/2021

Perawatan dan service

5 menit

Share this post:
Tidak seperti makanan dan obat yang mempunyai batas kadaluwarsa, ban tidak memiliki batas kadaluwarsa namun wajib memperhatikan kondisi demi keselamatan

Kalau makanan dan obat mempunyai batas kadaluwarsa, apakah ban juga memiliki batas kadaluwarsa sehingga kerap ada istilah ban kadaluwarsa? Nah, pertanyaan itu kerap muncul saat seorang pengguna kendaraan harus mengganti ban karena berbagai alasan semisal rusak, koyak, habis masa pakai atau disebabkan oleh hal lainnya. Dengan harga ban yang tidak murah saat ini, para pemilik kendaraan harus pandai menyiasati untuk mendapatkan ban yang laik pakai tanpa memberatkan anggaran. Intinya, jangan sampai terpengaruh oleh terminologi ban kadaluwarsa sehingga tidak jadi membeli ban padahal sudah membutuhkannya.    

>>> Wow! Biaya Ganti Ban Bugatti Veyron Setara Harga Toyota Fortuner Baru

Kode Teknis

Secara umum, pada dinding ban (sidewall) terdapat berbagai macam kode  teknis. Salah satunya adalah kode produksi yang menandai masa garansi ban dari pihak pabrikan kepada konsumen. Biasanya, masa garansi ban berlaku selama  lima tahun sejak ban tersebut diproduksi. Sebagai contoh,  kode produksi “1015” menunjukkan ban tersebut diproduksi pada minggu (pekan) ke-10 dalam  tahun 2015. Karena saat ini adalah bulan April 2021, artinya masa berlaku garansi ban tersebut sudah habis karena usianya sudah lebih dari 5 tahun (yang tercapai pada  pekan ke-10 tahun 2020 atau sekitar bulan Maret 2020). 

gambar ban mobil

Kode teknis ban terdapat pada dinding samping ban 

Namun perlu dicatat, masa garansi ban yang sudah habis tidak berarti ban mobil telah melewati masa pakainya alias ban kadaluwarsa dan tidak bisa lagi digunakan. Dengan  selalu menjaga kondisi ban secara optimal,  tidak ada masalah walau  masa garansi ban  telah habis atau yang sering disebut ban kadaluwarsa. Nah, terkait  soal ban kadaluwarsa, mari simak tanya jawab singkat Cintamobil.com bersama Zulpata Zainal, On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk.

>>> Ini Sebabnya Tekanan Angin Ban Depan Lebih Tinggi dari Belakang

Ban Kadaluwarsa  

Apakah ban mempunyai masa kadaluwarsa (expired)?

Ban tidak ada masa kadaluwarsa kalau ditinjau dari waktu. Dengan kata lain, tidak ada istilah ban kadaluwarsa. Sesuai peraturan yang berlaku, kami selaku pabrikan ban memang memberikan identitas tertentu pada ban. Di antaranya adalah kode produksi ban yang 4 tulisan terahirnya berupa  4 digit angka.

gambar ban mobil

Perhatikan empat angka ini sebagai petunjuk produksi ban 

Dua angka di depan menunjukkan minggu (pekan) produksi dan dua angka di belakangnya adalah tahun produksi. Jadi kalau tertulis   0921, untuk 09 berarti minggu ke-9 dan  21 merupakan tahun produksi dalam hal ini 2021. Kode produksi bisa berupa  huruf atau angka yang menunjukkan identitas internal pabrik atau kualitas bannya atau informasi lainnya. 

Ban yang Aman

Kalau ban tidak punya masa kadaluwarsa alias tidak ada ban kadaluwarsa, lalu bagaimana menentukan ban yang aman untuk dipakai? Karena  ban tidak ada masa kadaluwarsa dalam waktu, maka ban aman dipakai kalau :

- Ban  dalam keadaan baru, artinya kondisi karet masih baik, tidak ada luka (tersobek waktu penyimpanan ), tidak terkontaminasi udara, tidak terpolusi oleh bahan-bahan  kimia   yang akan merusak struktur karet ban. Hal itu  menyangkut kondisi penyimpanan ban di gudang atau tempat penyimpanan di rumah atau  di toko.

gambar ban mobil

Perhatikan kondisi ban dengan seksama demi keselamatan 

- Untuk ban dengan kondisi bekas pakai, maka sisa kedalaman telapak ban harus dalam batas aman. Pada ban untuk mobil penumpang, sisa  “kembang” tapak ban sekitar 1,6 mm masih layak pakai (masih safety” untuk digunakan dalam kondisi tertentu). Hati-hati menggunakan ban seperti itu pada kondisi jalanan basah. Kalau kondisi jalanan kering, ban dengan tapak yang minim kembangan masih aman. Perhatikan  tanda segi tiga pada dinding samping ban yang  merupakan tanda TWI  pada telapak ban.

- Tidak ada kerusakan pada ban, misal sobek/bocor tembus, terutama di bagian dinding samping ban karena meski ditambal tetap saja kondisinya riskan. 

- Tidak terjadi keausan ban yang  tidak rata akibat kurang pemeliharaan tekanan angin, pemeriksaan keseimbangan roda (balancing), kelurusan roda (wheel alignment/spooring) kendaraan.  Ini lebih ke arah kurang nyaman kalau dikemudikan. 

Penyimpanan Ban

Tips supaya aman memakai ban NOS (ban stok baru tapi lama di gudang)? 

gambar ban mobil

Penyimpanan ban memiliki prosedur tersendiri 

Pada dasarnya  penyimpanan ban harus sangat diperhatikan prosedurnya, antara lain:

- Suhu ruangan jangan terlalu lembab. Sebab akan membuat ban berjamur serta tidak boleh kena sinar matahari langsung.

-  Tidak terkena benda atau cairan kimia yang akan merusak karet ban.

-  Tidak dekat kompresor angin serta peralatan lain yang menimbulkan kerusakan pada ban.

-  Penumpukan ban waktu penyimpanan tidak boleh terlalu tinggi untuk menghindari  ban kempot (jarak antara bead jadi sempit). Karena hal ini akan membuat susah waktu pengisian angin  setelah ban dipasang pada velg.

- Kondisi paling baik untuk penyimpanan ban adalah ban terpasang pada velg  dan diisi angin dengan  tekanan angin 44 psi (Initial Pressure), kemudian ditempatkan dalam posisi berdiri pada rak khusus untuk menyimpan ban.   

>>> Ngabuburit Sambil Cek Ban Serep Yuk!

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top