Tekanan Ban Terlalu Rendah Lebih Berbahaya Dari Terlalu Tinggi, Ini Alasannya

16/06/2021

Perawatan dan service

3 menit

Salah satu aspek dalam keselamatan berkendara yang harus diperhatikan adalah tekanan ban pada mobil. Jika terlalu rendah, risiko berkendara jadi lebih tinggi.

Bicara soal tekanan ban mobil, mitos yang menyebar di masyarakat adalah tekanan terlalu tinggi dapat merugikan pengemudi. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah, memang tekanan ban terlalu tinggi dapat menyebabkan mobil tidak nyaman untuk dikemudikan.

Namun, dalam hal keselamatan berkendara, tekanan terlalu rendah justru bisa lebih merugikan.

Lebih Baik Tekanan Tinggi?

Gambar periksa tekanan ban mobil

Periksa tekanan jangan hanya dipegang, gunakan alat yang sesuai

Tekanan angin di dalam ban terus berubah seiring dengan suhu di luar mobil saat berkendara. Setiap perbendara 3 derajat celcius, tekanan udara pada ban akan bertambah 1 psi.

>>> Begini Kalau Ban Dibuat dari Limbah Botol Plastik

Anggap saja suhu udara saat berkendara di siang hari berada di 30 derajat celcius dengan tekanan ban berada di 28 psi. Saat malam hari atau keadaan hujan, suhu lingkungan sekitar bisa turun hingga ke 24 atau 26 derajat celcius.

Saat suhu turun, tekanan ban pun akan berada di 27 bahkan 26 psi. Jika melihat standar pabrikan, tekanan tersebut akan menjadi terlalu rendah.

Gambar ban kempes

Kondisi ban kempes jauh lebih membahayakan

Saat tekanan angin rendah, ban akan mengalami deflasi atau kempes, permukaan ban yang menyentuh aspal pun menjadi lebih besar. Saat hal itu terjadi, suhu ban pun lebih mudah panas. Ketika suhu ban terlalu panas, kemungkinan ban pecah jadi lebih tinggi.

Tekanan tinggi tidak selalu lebih berbahaya, tentu selama tidak melewati batas maximum inflation pressure dari ban itu sendiri. Batas tersebut jauh lebih tinggi dari angka rekomendasi dari pabrikan mobil yang biasanya tersedia di buku manual atau pilar mobil.

>>> Kompresor Portable, Cara Praktis Menjaga Tekanan Angin Ban

Kerugian Lain Saat Berkendara Dengan Tekanan Rendah

Selain risiko ban pecah, berkendara dengan ban kempes atau tekanan rendah dapat mengurangi efisiensi bahan bakar pada mobil Anda. Tak jarang pemilik mobil mengeluhkan mobilnya boros ternyata hanya disebabkan oleh ban yang kempes.

Gambar ban pecah

Ban pecah menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi

Tak hanya itu, kondisi ban dengan tekanan rendah yang dibiarkan juga akan meningkatkan konsumsi penggunaan ban itu sendiri. Ban akan lebih cepat aus ketimbang Anda lebih sering berkendara dengan tekanan tinggi.

Tekanan ban yang lebih tinggi memang akan membuat perjalanan Anda jadi kurang nyaman karena bantingan yang lebih keras. Tetapi, efisiensi bahan bakar mobil Anda akan menjadi lebih baik.

Gambar rekomendasi tekanan angin

Ikuti rekomendasi tekanan dari pabrikan

Kesimpulannya, Anda harus selalu memperhatikan tekanan dan kondisi ban sebelum berkendara. Usahakan agar tidak berkendara dalam kondisi ban kempes, karena jika harus memilih, tekanan tinggi justru lebih aman.

>>> Apa yang Bisa Dilakukan Kalau Rem Blong saat Berkendara?

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.
 
back to top