
Awal tahun ini publik Indonesia dihebohkan dengan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 yang hilang kontak di sekitar kepulauan seribu Sabtu (9/1) siang. Pesawat disinyalir jatuh karena pihak tim SAR (Search And Rescue) telah menemukan serpihan yang diduga berasal dari pesawat Boeing B737-500 itu. Kini pihak terkait sedang menelusuri keberadaan kotak hitam alias flight data recorder untuk menguak misteri kecelakaan ini.
Mobil Juga Dilengkapi 'Kotak Hitam'
ECU juga bisa menjadi kotak hitam pada mobil
Tapi tahukah Anda, ternyata bukan hanya pesawat terbang saja yang memiliki flight data recorder alias kotak hitam untuk menyimpan beberapa data penting seputar perjalanan. Namun, mobil yang notabone adalah kendaraan beroda empat juga punya alat serupa yang tersemat pada ECU (Electronic Control Unit). Memang tidak semua dan tergantung jenis mobil dan ECU yang digunakannya.
Seluruh data mesin disimpan pada 'kotak hitam' mobil bernama DTC
"Ada beberapa data yang bisa diambil tergantung dari fitur mobilnya juga," papar Bambang Supriyadi selaku Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Data yang dimaksud adalah data berupa kecepatan terakhir, putaran mesin hingga bukaan derajat TPS (Throttle Position Sensor) jika mobil yang dimaksud telah menggunakan sistem drive by wire dan bukan pakai kabel gas biasa, data-data tersebut tersimpan di 'kotak hitam'-nya mobil.
DTC bisa menyimpan data dan restore jika aki tidak dicabut
Hal ini juga diamini oleh Anjar Rosjadi sebagai Technical Service Division Head PT ADM, "ECU itu nyimpen DTC (Diagnosis Trouble Code) alias data kerusakan, misalnya saat kecelakaan mengakibatkan mesinnya mati atau mengakibatkan kerusakan pada kontrol mesin. (Secara) otomatis ECU menyimpan data terakhirnya. Syaratnya (agar DTC terbaca) negatif aki tidak dicabut, kalau akinya lepas, otomatis datanya juga hilang." ujarnya kepada Cintamobil.com.
>>> Mobil Tua Jangan Takut Uji Emisi, Begini Caranya Biar Lulus
Cara Kerja DTC
Mesin mati mendadak dan airbag deploy (mengembang) bisa ketahuan di kotak hitam mobil
"Biasanya bila mobil ada tabrakan, DTC kemungkinan besar akan timbul, karena engine mati mendadak atau airbag mengembang. Selagi ada DTC yang terdeteksi, maka ada data Freeze frame data yang mencatat data sebelum DTC itu keluar, ini bisa kita ketahui bilamana terdeteksi DTC. Tapi dengan syarat masih adanya power yang standby di ECU," jelas Andreas Benyamin Peter selaku kepala bengkel Astra Daihatsu Sunter.
Bisa Menjadi Alat Bukti Atau Investigasi Kepolisian
Apa Anda masih ingat kecelakaan fenomenal anak musisi ternama dengan mobil Mitsubishi Lancer EX warna hitam di tol Jagorawi sekitar 8 tahun yang lalu? Atau di Bandung sebuah Nissan Juke yang ‘terbang’ dan mendarat diatas Daihatsu Xenia berplat R yang menyebabkan hanya tersisa satu nyawa yang hidup? Ternyata salah satu cara untuk reka ulang maupun kecelakaan tersebut adalah dengan memeriksa ECU-nya.
Bisa menjadi alat bukti maupun investigasi pihak kepolisian
Ambil contoh kasus anak artis yang kecelakaan di Jagorawi beberapa tahun lalu. Dari data yang terkumpul, diketahui saat itu data terakhir yang dibaca pada ECU, adalah kecepatannya berhenti di 85 km/jam. Kecepatan 85 km/jam tadi adalah kecepatan saat menabrak yang artinya kecepatan saat sebelum terjadinya tabrakan jauh lebih tinggi daripada itu! Lalu kasus Nissan Juke ‘terbang’ kecepatan terdeteksi lebih dari 100 km/jam saat tabrakan. Jadi ECU dalam hal ini DTC juga bisa menjadi alat bukti atau bahan investigasi pihak kepolisian.
>>> Mau beli mobil Daihatsu bekas yang murah tapi enggak murahan? Lirik mobil ini