Siapa Bilang Biaya Servis Mobil PHEV Mahal? Simak Dulu Rinciannya!

21/03/2021

Perawatan dan service

4 menit

Harga yang tinggi kerap dikaitkan dengan mahalnya biaya servis mobil PHEV. Benarkah demikian? Daripada menerka-nerka, berikut ini biaya servis mobil PHEV.

Mobil-mobil ramah lingkungan kian meramaikan jagat otomotif Indonesia. Sebagai jembatan menuju mobil listrik murni, mobil jenis plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dinilai paling pas untuk kondisi di Indonesia saat ini. 

Ya, Anda bisa memanfaatkan tenaga listrik penuh namun tak perlu khawatir ketika kehabisan baterai. Mobil masih dapat beroperasi lewat mesin konvensionalnya. Hal ini tentu mengurangi kekhawatiran akan minimnya stasiun pengisian baterai listrik di Tanah Air. 

Sayang di Indonesia jumlahnya masih minim. Saat ini salah satu pabrikan yang sudah berani menawarkan mobil PHEV adalah Mitsubishi lewat Outlander. Mitsubishi Outlander PHEV menggendong mesin bensin 2.4 liter. Mesin itu dikombinasi dengan motor listrik yang punya tenaga 60 kW di roda depan dan 70 kW pada roda belakang. Sementara mesin konvensional bisa memuntahkan tenaga maksimal 132,8 dk dengan torsi 211 Nm.

Mitsubishi Outlander PHEV

Mesinnya dikombinasikan dengan motor listrik

Mitsubishi percaya mobil PHEV miliknya itu bisa diterima masyarakat Indonesia. Selain teknologi dan fiturnya, perawatannya diklaim mudah. Tapi bagaimana dengan biayanya? Benarkah mahal karena teknologi canggih yang diusungnya? Daripada Anda menerka-nerka, ada baiknya untuk menyimak rincian biaya servis berkala mobil PHEV model Outlander dikutip dari laman Mitsubishi Indonesia berikut ini. 

>>> Mitsubishi Outlander PHEV, Genset Berjalan Buat Petualangan

1.000 Km

Untuk 1.000 km pertama, Anda tak dikenakan biaya sama sekali. Tertulis estimasi biaya suku cadang masih Rp 0 dan juga estimasi biaya jasa Rp 0. Itu artinya pada servis 1.000 km pertama bisa Anda lakukan gratis. 

10.000 Km

Servis berkala kedua dilakukan ketika mobil sudah menjelajah sejauh 10.000 km. Pada servis 10.000 km ini Anda masih belum perlu mengeluarkan biaya sepeserpun. Estimasi biaya suku cadang dan jasa pada servis berkala 10.000 km ini masih Rp 0. 

20.000 Km

Memasuki 20.000 km, ada biaya suku cadang yang dikenakan. Adapun besarannya Rp 1.072.600. Sedangkan biaya jasa Rp 0. Tak dijelaskan secara mendetail apa saja item yang diperiksa dan harus diganti. 

30.000 Km

Servis berkala selanjutnya dilakukan pada 30.000 km. Tak dijelaskan merinci komponen yang diperiksa dan harus diganti. Yang jelas, estimasi biaya suku cadang yang harus disiapkan adalah Rp 1.400.600. Sedangkan biaya jasanya masih gratis. 

Outlander

Anda bisa mengisi baterai Outlander PHEV di rumah

40.000 Km

Pada servis berkala 40.000 km, estimasi biaya suku cadang yang dikenakan sebesar Rp 1.164.600. Sementara biaya jasanya Rp 0. 

50.000 Km

Memasuki km 50.000, Anda masih tak dikenakan biaya jasa ketika melakukan servis berkala. Tapi ada biaya suku cadang dengan estimasi Rp 1.072.600. 

>>> Mitsubishi Outlander PHEV Dipakai untuk Menyemprot Disinfektan

60.000 Km

Servis berkala 60.000 km, Anda harus menyiapkan kocek senilai Rp 4.153.350 dengan rincian estimasi biaya servis Rp 3.003.100 dan jasa Rp 1.150.250. 

70.000 Km 

Pada 70.000 km, estimasi biaya suku cadang yang dikeluarkan adalah Rp 1.072.600 dengan biaya jasa Rp 516.000. Kalau ditotal biaya servis berkala pada 70.000 km sebesar Rp 1.588.600. 

80.000 Km 

Kemudian pada 80.000 km, estimasi biaya suku cadang yang harus dikeluarkan sebesar Rp 1.492.600 sementara biaya jasa Rp 1.380.300. Total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 2.872.900. 

90.000 Km

Menginjak km 90.000, estimasi biaya suku cadang yang dikeluarkan sebesar Rp 1.072.600 dan biaya jasanya sebesar Rp 516.000 atau kalau dijumlahkan Rp 1.588.600. 

100.000 Km

Pada 100.000 km, estimasi biaya suku cadang yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp 1.992.200 dan biaya jasanya Rp 1.816.750 atau bila ditotal Rp 3.808.950. 

Kalau diperhatikan estimasi biaya servis dan jasa Mitsubishi Outlander PHEV ini tak berbeda jauh dengan mobil jenis Low MPV. Artinya, Anda tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk melakukan servis mobil PHEV. 

Mitsubishi Outlander PHEV

Perawatan mobil PHEV diklaim tak sulit

>>> Kenali Perbedaan Mobil Listrik BEV, HEV dan PHEV Biar Tak Bingung!

Perawatan Mobil PHEV Tak Sulit

Perawatan mobil PHEV dari Mitsubishi ini pun terbilang mudah. Head of After Sales Service Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Boediarto pernah mengatakan bahwa perawatan baterai Mitsubishi Outlander PHEV tak sulit. Mitsubishi juga memberi baterai garansi baterai selama 100.000 KM/3 tahun, merujuk pada ketentuan yang tertera di service manual book.

Namun demikian pemilik mobil tetap harus merawatnya. Anda disarankan untuk tetap harus tetap mengisi daya baterai atau bisa mengatur mode power supply. Untuk pengisian baterai, sebaiknya juga menggunakan arus rendah (home charging) saat mobil hanya parkir lama. Sementara penggunaan quick charging atau arus tinggi bisa diminimalisir. Apabila hanya bisa menggunakan quick charging, disarankan untuk menggunakan normal-charge setidaknya dua minggu sekali.

Outlander PHEV

Tampilan interior Mobil PHEV

"Jika kondisi baterai menunjukkan baterai kosong atau “0”, harus diisi dayanya sampai naik. Atau, mengisi daya dari tenaga mesin dengan mengatur mode power supply ke status 'READY' kemudian tunggu hingga mesin berhenti secara otomatis, selanjutnya matikan mode power supply dari sakelar motor listrik," jelas Boediarto.

Keuntungan lain dari mobil PHEV ini adalah ketika posisi baterai kosong, maka secara otomatis sistem manajemen baterai akan menyalakan mesin yang bekerja untuk mengisi baterai. Dengan begitu dapat mencegah kerusakan pada baterai. Pengaktifan mesin sebelum baterai kosong ini hanya bisa dilakukan selama kendaraan dalam kondisi hidup dan masih menyimpan bahan bakar di dalam tangki.

Boediarto juga menyarankan untuk memperhatikan lokasi parkir terutama jika dalam jangka waktu lama. Sebaiknya hindari parkir kendaraan PHEV di lokasi dengan temperatur tinggi dan terkena sinar matahari langsung. Pasalnya, lokasi yang panas akan mempengaruhi kapasitas baterai serta masa pakainya.

>>> Bukan Hanya Ramah Lingkungan, Mobil PHEV Ini Juga Bisa Jadi Penyelamat Saat Listrik Padam

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top