Sejarah Rem Cakram, Dari Besi Sampai Keramik

07/04/2021

Perawatan dan service

5 menit

Sejarah Rem Cakram, Dari Besi Sampai Keramik
Rem cakram depan yang digunakan mobil pada umumnya terbuat dari beragam jenis bahan dasar, mulai dari bahan jenis besi tuang hingga bahan jenis keramik

  gambar rem cakram

Brake rotor terbuat dari beragam bahan mulai besi tuang hingga keramik 

>>> 3 Produk Baru Rem Brembo yang Makin Canggih

Pada dasarnya, disc brake terbuat dari beragam bahan baku yang masing-masing mempunyai karakter dasar berlainan satu sama lain. Itu sebabnya, memilih rem cakram tidak boleh sembarangan  karena berhubungan erat dengan keselamatan. Dan inilah sejumlah bahan baku yang digunakan untuk pembuatan disc brake.

Cast Iron

gambar rem besi cor

Rem cast iron, paling banyak digunakan pada kendaraan standar versi produksi

Cast iron (besi cor atau besi tuang) menjadi bahan baku yang paling banyak dipakai untuk pembuatan brake rotor. Dengan desain yang tepat, rem cakram jenis cast iron mampu memberikan kinerja yang baik, termasuk pengunaan untuk mobil sport. Pada sisi lain, disc brake jenis cast iron mempunyai bobot yang lebih berat sehingga berdampak terhadap pengendalian karena membuat distribusi berat mobil menjadi lebih banyak di depan. 

Steel

Rem piringan jenis  baja mempunyai keunggulan dalam hal dimensi,  bobot yang lebih ringan dan kemampuan melepas panas yang lebih optimal sehingga menjadi pilihan utama pada mobil balap. Selain itu, brake rotor jenis baja memberikan tingkat kepakeman yang pas  untuk mobil drag dan membantu pengendalian karena bobot yang lebih ringan. Namun, usia pakai rem cakram jenis baja tidak sepanjang rem cakram jenis cast iron. Tambahan lagi, rem cakram jenis baja yang sudah retak dan tidak rata menimbulkan bunyi dan pedal bergetar saat pengereman. 

Layered Steel

Disc brake jenis layered steel terbuat dari lapisan baja yang ditumpuk satu sama lain dan kemudian disatukan. Kini disc brake jenis layered steel menjadi pilihan utama bagi  mobil balap karena usia pakai yang panjang dan tidak mudah retak sehingga tidak perlu sering-sering diperbaiki atau diganti. Namun, pengguna rem cakram jenis  layered steel terbatas pada tim balap karena harganya yang relatif mahal. 

Aluminum

gambar rem aluminium

Rem aluminium banyak digunakan pada sepeda motor

Rem piringan aluminum menawarkan bobot yang ringan dan kemampuan melepas panas yang optimal. Namun, “melting point” logam aluminium lebih rendah dibanding logam baja sehingga kerap mengalami masalah pada  suhu kerja (panas) yang tinggi akibat kondisi pemakaian yang ekstrem. Itu sebabnya, brake rotor dengan bahan baku aluminium lebih banyak dipakai pada sepeda motor dibandingkan dengan mobil. 

High Carbon

gambar rem high carbon

Rem high carbon, kinerja terbaik untuk mobil balap 

Brake rotor jenis high carbon memadukan komposisi besi dan karbon yang lebih banyak pada kandungan bahan bakunya. Kelebihan rem piring  jenis high carbon adalah kemampuan menyerap panas dan melepas panas yang optimal serta tidak mudah mengalami keretakan akibat pemakaian dalam kondisi  ekstrem secara terus menerus semisal untuk mobil-mobil drag race kelas top fuel dan funny car.  Brake rotor jenis high carbon juga lebih ringan sekitar 5 kg dibanding brake rotor jenis baja sehingga mengoptimalkan kemampuan pengereman, plus lebih senyap dan minim getaran.  Karena  rem jenis high carbon pada awalnya dikembangkan untuk mobil-mobil balap Formula 1, maka faktor harga bukan menjadi pertimbangan utama dalam proses produksinya.

Ceramic

gambar rem keramik

Rem keramik menjadi perangkat standar untuk sports car performa tinggi  

Umumnya, rotor rem jenis keramik menjadi kelengkapan standar pada  high performance sports car seperti Ferrari, Lamborghini, Porsche. Bahan baku keramik menawarkan kemampuan untuk menyerap panas dan melepas panas yang sangat istimewa serta memiliki kinerja konsistem dalam kondisi pemakaian ekstrem yang kontinyu sehingga gejala brake fading bisa diminimalkan secara optimal. Saat ini, keramik menjadi bahan baku terbaik untuk rem cakram  dan harganya sepadan dengan performanya. 

>>> Ketahuilah Penyebab Rem Mobil Overheat dan Solusi Mencegahnya

Penulis
Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.
 
back to top