Mengenal Rem Bus dan Truk, Cakram vs Tromol

13/07/2021

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Rem bus dan truk menjadi faktor penting dalam aspek keselamatan sepanjang perjalanan sehingga tersedia pilihan rem cakram yang menawarkan kinerja lebih baik

Rem cakram (disc brake) kini sudah semakin banyak digunakan untuk kendaraan berat seperti rem bus dan truk. Sederet keunggulan ditawarkan oleh rem cakram seperti cepat melepas panas, kemudahan perawatan, jarak pengereman lebih pendek, kemampuan membersihkan kotoran secara mandiri dan minim gejala brake fade. Kelebihan tersebut menyebabkan abar model piring ini menjadi pilihan untuk sistem rem utama (service brake) pada bus dan truk .  

>>> 80% Kecelakaan Bus dan Truk karena Rem Blong Disebabkan Sopir Tak Ahli

Rem Tromol  

gambar rem

 Kendaraan berat mengandalkan rem utama jenis tromol    

Pada awalnya, bus dan truk menganut sistem rem utama (service brake) jenis rem tromol (brake drum) dengan metode pengoperasian hidraulik (memakai fluida rem), air over hydraulic (AOH, paduan udara bertekanan dan fluida rem) serta full air brake (FAB). Secara teknis, penggunaan rem utama pada bus dan truk hanya untuk kecepatan rendah dan ingin berhenti. 

gambar bus

Kecelakaan karena rem blong disebabkan tiga hal; brake fade, tekor angin dan vapor lock   

Jika rem utama terlalu sering digunakan, muncul potensi bahaya seperti brake fade akibat rem kepanasan, tekor angin karena udara bertekanan habis dan vapor lock (air dalam fluida rem) sehingga rem blong. Untuk mengurangi kecepatan dan pengereman di jalan menurun, digunakan rem tambahan seperti rem gas buang, rem mesin (Jake brake) maupun retarder.  

Rem Cakram  

gambar rem

Rem cakram menjadi pengganti rem tromol pada kendaraan berat   

Belakangan, menilik beragam keunggulan yang ditawarkan, secara pelan namun pasti mulai banyak kendaraan berat seperti bus dan truk yang beralih dari rem tromol menjadi rem cakram. Apalagi, sistem rem yang dipatenkan oleh Frederick William Lanchester pada 1902 ini mampu diintegrasikan dengan sistem lain seperti ABS/EBD, sistem kontrol traksi, sistem kontrol stabilitas maupun ABA (active brake assist). Selain itu, didukung sistem full air brake sehingga kinerjanya semakin optimal. 

Rem Cakram Bus & Truk  

 gambar rem

Rem cakram pada bus dan truk mempunyai spesifikasi khusus 

Secara umum,  rotor cakram pada mobil maupun  bus dan truk memiliki konstruksi yang relatif sama. Perbedaan terletak pada ukuran vital seperti diameter,  ketebalan dan bobot. Sebagai contoh, rotor rem pada bus dan truk mempunyai diameter besar (325 mm-438 mm), tebal 34 mm-45mm), dan bobot berat (20 kg-45 kg). Wajar kalau ukuran vitalnya seperti itu karena memang dirancang agar kuat dan tahan saat bekerja dalam kondisi ekstrem.  

Cakram vs Tromol 

gambar rem

Harga dan biaya menjadi kendala penyerapan rem cakram pada bus dan truk    

Kendati rem cakram menawarkan banyak keunggulan, nyatanya masih banyak bus dan truk yang mengandalkan rem tromol. Alasannya lebih banyak karena faktor biaya dan kebiasaan. Sebab, harga perangkat rem cakram tidak murah dan selain itu mengubah mekanik yang terbiasa menangani rem tromol juga tidak bisa dilakukan dalam semalam. Dengan kata lain, penyerapan rem cakram pada bus dan truk masih lambat karena terbentur masalah biaya dan perawatan.       
>>> Rem Bus dan Truk Harus Cepat dan Pendek. Ini Alasannya

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top