Rawat Sistem Pendingin Mesin, Kurangi Resiko Overheating

Share this post:
Rawat Sistem Pendingin Mesin, Kurangi Resiko Overheating
Di mobil-mobil keluaran terbaru, rasio kompresi kian tinggi, jika sistem pendingin mesin tidak dirawat dengan baik, tentunya akan sangat merepotkan di kemudian hari.

Bagan sistem pendingin mobil

Tidak bisa dipungkiri, saat ini teknologi pengembangan mesin mobil sudah sangat maju

Tidak bisa dipungkiri, saat ini teknologi pengembangan mesin mobil sudah sangat maju. Dulu rasio kompresi diatas 10:1 saja sudah dikatakan tinggi. Sekarang? Coba, deh tengok teknologi SKYACTIV yang digadang-gadang oleh Mazda. Pabrikan Jepang yang bermarkas di Hiroshima ini, berani mematok rasio perbandingan kompresi mesin hingga 13:1. Kompresi setinggi itu tentunya sangat membutuhkan sistem pendingin mesin yang baik.

Karena panas adalah salah satu momok menakutkan pada mesin. Bukan saja berpotensi untuk merusak komponen internal mesin secara perlahan, namun juga jadi salah satu penyebab mobil boros bahan bakar. Karena bila panas berlebih dibiarkan terus menerus, maka piston dan dinding piston akan mengembang melampaui batas toleransi, sehingga berakibat ngejim (macet) alhasil mobil mogok. Untuk itu, perlu dilakukan langkah-langkah perawatan sistem pendinginan mesin.

Karena kami yakin, Anda sebagai pecinta mobil yang rajin baca tips di Cintamobil.com, bisa membayangkan, bila salah satu komponen sistem pendinginan mesin mengalami gagal bekerja. Selain mesin mobil akan kehilangan efiseinsinya karena dipaksa bekerja di suhu tinggi, juga tidak terlepas kemungkinan mobil Anda akan mogok. Jadi apa saja yang musti diperhatikan?

1. Jaga Jumlah Air Radiator

Jika oli adalah darahnya mesin. Maka tentu tidak salah, kalau kini kami bilang kalau air adalah darahnya radiator. Tabung reservoir adalah alat kontrol bagi pemilik mobil dalam mengecek jumlah air radiator yang ada di dalam sistem radiator. Pastikan jumlah air radiator pada tabung ini berada di antara batas atas (high) dan batas bawah (low). Karena pada batas itulah, jumlah air untuk bersirkulasi dalam radiator pas. Oh ya, jangan sekali-sekali membuka tutup reservoir ketika berjalan atau mesin bekerja. Hal ini dimaksudkan agar menghindari adanya udara terjebak dalam sistem pendinginan mesin.

Menjaga air radiator tetap penuh

Karena pada batas itulah, jumlah air untuk bersirkulasi dalam radiator pas

2. Pakai Air Radiator Yang Tepat

Perlu pembaca setia Cintamobil.com ketahui. Radiator juga membutuhkan cairan yang memiliki titik didih yang cukup untuk dapat bekerja optimal. Maka sangat disarankan untuk menggunakan radiator coolant. “Selain titik didih yang cukup. Ada kandungan pelumas yang terkandung di dalam radiator coolant, sehingga kinerjanya akan lebih optimal,” pungkas Irianto, salah satu pemilik bengkel radiator kepada Cintamobil.com.

>>> Baca juga Kemampuan mobil ketika indikator berada di garis E

3. Perhatikan Tutup Reservoir Air Radiator

Karat dan keropos adalah musuh utama bodi mobil. Tidak terkecuali dengan tutup radiator yang banyak menggunakan bahan besi. Tutup radiator memiliki fungsi sebagai katup pengatur aliran dari tabung reservoir ke radiator. Maka saat suhu mesin naik, air akan berpindah ke tabung reservoir. Begitu juga sebaliknya jika mesin dalam keadaan dingin, pasti air ditabung reservoir kembali lagi pindah ke radiator.

Pilih tutup radiator yang benar

Umumnya masalah yang terjadi adalah karet dan per mulai rusak atau mengeras

“Umumnya masalah yang terjadi adalah karet dan per mulai rusak atau mengeras. Cara tahunya gampang, kalau suhu naik ketinggian air di tabung reservoir tidak berubah. Itu tandanya tutup radiator sudah minta ganti. Yang perlu diperhatikan kalau mau ganti pastikan tekanannya sama seperti aslinya, rata-rata 0,9 sampai 1,1 bar,” papar pria ramah yang bergelar Insinyur ini. Oh ya, jangan gunakan tutup radiator spek kompetisi ya, karena biasanya untuk spek kompetisi mampu bekerja hingga 1,5 bar.

>>> Baca juga tips perawatan lainnya disini

4. Perhatikan Kinerja Kipas Elektrik​

Perhatikan Kinerja Kipas Elektrik

Mobil modern saat ini, tentu berbeda dengan mobil keluaran 90-an​

Mobil modern saat ini, tentu berbeda dengan mobil keluaran 90-an. Saat ini kebanyakan mobil pakai sistem single electric fan, kalau mobil tahun 90-an biasanya memisahkan kipas untuk mesin dan AC. Yang perlu diperhatikan, meski kipasnya hanya tunggal, namun memiliki dua tingkat kecepatan. Potensi masalahnya biasanya salah satu tingkat kecepatan dari kipas biasanya melemah bahkan mati. Jika sudah terjadi seperti ini, sebaiknya segera ganti kipas elektrik pada mobil Anda, karena akan menyebabkan gangguan proses pelepasan panas, utamanya ketika sedang macet.

5. Pantau Kondisi Drive Belt

Mesin kekinian atau modern biasanya hanya memerlukan satu buah belt untuk memutar beberapa komponen, seperti kompresor AC, dan pompa air. Periksa dan pastikan kondisinya dalam keadaan baik. Bila sampai putus, secara otomatis sirkulasi air di sistem pendingin mesin akan terhenti dan overheat siap meneror Anda. Cara memeriksanya juga mudah, pastikan tidak terdengar bunyi berdecit saat mesin mobil Anda menyala.

6. Selalu Jaga Kebersihan Kondensor AC

Posisi letak kondensor AC biasanya berada di balik grill mobil Anda. Tentu membuat kondensor AC cukup mudah terkena kotoran seperti debu atau kerikil. Karena posisinya berdekatan bahkan berdampingan dengan radiator, maka aliran udara ke mesin akan terhambat. So, bersihkan kondensor AC dengan cara disemprot air bertekanan secara berkala, utamanya setelah melewati genangan air atau musim hujan.

>>> Baca juga tips dan trik lainnya disini

7. Jangan Lepas Termostat

Setiap bagian dari sistem pendingin mesin punya peran masing-masing. Uniknya, ada beberapa mekanik kerap menyarankan untuk melepas thermostat pada mobil keluaran lawas. Jangan melakukan hal ini, dikarenakan thermostat sangat berperan penting dalam menjaga mesin agar selalu berada di suhu kerja yang optimal. Sebab, suhu mesin yang terlalu rendah, akan membuat mesin boros dalam konsumsi bahan bakar.

Jangan copot termostat sembarangan

Ada beberapa mekanik kerap menyarankan untuk melepas thermostat

Share this post:
 
back to top