Putaran Mesin Tidak Stabil Serta Kasar? Cek Dan Bersihkan Mass Air Flow Sensor

15/04/2019
Seiring usia pemakaian, Mass Air Flow Sensor kemungkinan besar akan kotor atau bahkan rusak. Kenali gejalanya dan bersihkan ketika sudah mulai terganggu kinerjanya

Mass airflow sensor (MAF) yang digunakan pada sistem injeksi elektronik untuk mengukur jumlah dan kepadatan udara yang masuk ke dalam mesin. Sehingga ECU (Electronic Computer Unit) atau komputer mesin dapat menentukan debit bahan bakar yang disemprotkan untuk mendapatkan rasio bahan bakar dan udara yang optimal. MAF sensor menggunakan arus listrik untuk mengukur aliran udara masuk. Sinyal output yang dihasilkan oleh MAF sensor langsung dikirimkan ke ECU. Seiring usia, posisi MAF sensor yang berada di atas boks filter udara yang mengarah ke throttle body ini bisa kotor akibat terkontaminasi oleh kotoran. Akibatnya, membuat kemampuan sensor dalam membaca jumlah udara yang masuk ke ECU.

>>> Mungkin Anda tertarik untuk membaca: Upgrade Performa Mesin Praktis Dengan Aplikasi Saringan Udara Aftermarket Tipe Replacement

 

Foto MAF Sensor dalam keadaan tidak terpasang

Fungsinya sebagai membaca debit udara yang masuk ke mesin, membuat MAF sensor rentan kotor

Sehingga, mesin bekerja dengan campuran yang terlalu kurus dan mengakibatkan lampu check engine akan menyala. Gejalanya biasanya muncul mesin tersendat, putaran idle kasar atau putaran mesin dapat tiba-tiba berubah. Walaupun kondisi MAF sensor yang kotor atau tidak optimal ini tidak langsung berdampak fatal, tapi jika tak cepat ditangani, karena hal ini bisa menyebabkan konsumsi bahan bakar Anda menjadi sangat boros. Namun jika lama dibiarkan, mesin Anda juga bisa mengalami kerusakan. “Karena mesin dipaksa bekerja dengan rasio bahan bakar dan udara yang tak tepat. Dalam jangka panjang bisa merusak komponen internal mesin,” ujar Theodorus Suryajaya atau biasa disapa Teddy dari workshop REV Engineering yang terletak di Arteri Kedoya, Jakarta Barat.

>>> Ingin membeli mobil baru? Dapatkan daftarnya di sini

Foto indikator check engine menyala

Indikator check engine menyala bisa menjadi salah satu tanda MAF sensor mulai bermasalah

Untuk membersihkan MAF sensor ternyata mudah dan bisa dikerjakan sendiri di rumah. Pertama, sediakan obeng dan sebotol Electronic Cleaner. Copot harness clip, gunakan obeng untuk membuka sekrup yang menahan MAF-nya. Kemudian cabut MAF dari dudukannya dengan menariknya. Namun perlu hati-hati saat langkah ini agar tidak merusak seal yang berbentuk ring di bawahnya.Apabila telah terlepas, semprot temperatur sensornya dengan electronic cleaner.

>>> Temukan tips perawatan mobil lainnya di sini

Foto MAF sensor dalam keadaan terbuka

Letak MAF Sensor ada di bagian intake saluran udara

>>> Agar Tidak Tertipu, Ini Tips Belanja Suku Cadang Online

Setelah itu, semprot dengan electronic cleaner pada kawat yang ada di dalam air sensor, diamkan sekitar 10 menit dan ulangi kembali. Ingat, bagian sensor ini jangan dilap atau tersentuh tangan. Melainkan cukup gunakan udara terbuka untuk mengeringkannya. “Jangan pakai kompresor atau hair dryer juga, kawat-kawat ini rapuh, apabila rusak harganya mahal,” tutur Sugiyanto dari Graha Mobilindo di Kalimalang, Jakarta Timur. Bila dirasa sudah bersih, biarkan MAF-nya selama beberapa menit hingga benar-benar kering, dan pasang lagi di tempatnya dan kencangkan semua baut yang ada. Langkah terakhir gunakan electronic cleaner di connector atau harness clip yang tadi di copot, lalu biarkan sampai kering, kemudian pasang kembali.

Foto saat bersihkan MAF sensor dengan electronic clearer

Bersihkan MAF sensor serta intake dengan menggunakan cleaner khusus yang banyak tersedia di pasaran

>>> Update berbagai informasi seputar tips & trik otomotif hanya di Cintamobil.com

Namun jika kondisi MAF sensor sudah terlalu kotor dan rusak, maka tak ada cara lain selain mengganti MAF sensor. Harganya memang cukup menguras kantong, yakni sekitar Rp 800 hingga Rp 1,7 juta, tergantung merek kendaraan. “Sebaiknya scan total mesin sebelum divonis mengganti MAF sensor agar kerusakannya dapat diketahui secara pasti,” ujar Sugiyanto.

Pratomo FJ

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0

berita lain