Praktisnya Upgrade Performa Mesin Diesel Lewat Aplikasi Intercooler Aftermarket

19/05/2019
Upgrade performa mesin diesel modern memang semakin mudah, salah satunya adalah dengan memasang intercooler aftermarket. Namun pemasangannya perlu perhitungan, agar peningkatan tenaga bisa dicapai optimal

Kini tak sulit untuk melakukan upgrade performa mesin diesel, khususnya yang telah menggunakan turbocharger. Salah satu cara paling ampuh adalah dengan memasang intercooler aftermarket.  Fungsi intercooler sendiri adalah untuk mendinginkan udara dari turbo sebelum masuk ke mesin. Logikanya, semakin besar ukuran intercooler, membuat pendinginan udara yang dihembuskan turbo semakin maksimal. Namun ternyata dimensi intercooler lebih besar, tak selalu membuat performa mesin diesel meningkat. “Butuh riset terlebih dahulu untuk spesifikasi mesinnya, dimensi intercooler, desain lekukannya, ukuran dan boost turbonya. Salah pasang, kenaikan performa mesin diesel tak optimal atau malah akan jadi menurun,” sahut Teddy dari REV Engineering di bilangan Arteri Kedoya, Jakarta Barat.

Foto mesin diesel Toyota Kijang Innova

Upgrade performa mesin diesel modern semakin mudah, baik untuk harian hingga kompetisi

>>> Baca juga:

Sebelum memasang intercooler aftermarket atau mempebesar ukuran intercooler, terlebih dahulu harus mengukur ulang dimensi intake (mulut) pada intercooler dan mendesain ulang piping turbonya. Sehingga dengan tekukan yang lebih minim serta dimensi intercooler lebih besar dapat membuat aliran udara lebih lancar dan pendinginannya lebih maksimal. ”Tidak ada patokan baku untuk ukuran intercoolernya, harus trial & errror karena bergantung juga dengan dimensi turbo, air ratio, boost, ukuran dan tekukan piping dan pastinya spek mesinnya,” tambah Teddy.

Foto Toyota Kijang Innova sedang pasang intercooler

Aplikasi intercooler tak bisa sembarangan karena harus riset terlebih dahulu agar kenaikan performa semakin optimal

>>> Ingin membeli mobil baru? Dapatkan daftarnya di sini

Dimensi intake pada intercooler juga perlu diperhatikan, lantaran ukuran intake intercooler harus dihitung dengan cermat, sehingga, kerja turbo tak terlalu terbebani. Untuk mencari tahu idealnya, bisa dengan mengukur suhu pada intake intercooler. Jika suhu intake lebih rendah, maka udara yang disalurkan oleh turbo pun semakin maksimal. Untuk mengecek suhu intake intercooler, hanya bisa diketahui pada data ECU atau komputer mesin.

Foto intercooler kit untuk mesin diesel modern

Kini banyak tersedia intercooler kit aftermarket untuk semua mesin diesel common-rail

>>> Temukan tips perawatan mobil lainnya di sini

Setelah mendapatkan dimensi intercooler dan piping yang tepat, maka fungsi intercooler untuk memaksimalkan pendinginan udara dari turbo ke mesin pun semakin optimal. ”Sehingga pemasangan intercooler pada mesin diesel turbo butuh perhatian matang dan tak boleh asal pasang,” tambah Andri Purba dari bengkel spesialis suspensi jip Setia Jaya di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi ini.

Foto piping kit aftermarket untuk mesin diesel common-rail

Dimensi dan lekukan pipa turbo dan intercooler juga harus tepat agar udara dari turbo dapat didinginkan lebih cepat dan efisien oleh intercooler

Jika tepat, pemasangan intercooler aftermarket bisa mendongkrak performa mesin diesel hingga mencapai 20 hingga 35 persen. Cukup disgnifikan kan? Untuk mobil seperti Toyota Kijang Innova dan Fortuner yang masih menggunakan mesin 2KD-FTV belum dilengkapi dengan intercooler, Anda bisa lakukan opsi upgrade performa mesin diesel-nya dengan memasang intercooler aftermarket. Harga intercooler kit untuk Toyota Kijang Innova dan Fortuner sendiri berkisar antara Rp 3,5 – 6 juta, sudah berikut piping, silicon hose beserta mounting-nya.

>>> Kumpulan tips & trik dunia otomotif terkini di Cintamobil.com

Pratomo FJ

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0

berita lain