Jangan Sampai Baterai Mobil Tekor Gara-gara PPKM

04/08/2021

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Pada masa PPKM Level 4. mobil lebih banyak tidur di garasi namun harus dijaga dan dipastikan jangan sampai baterai tekor karena akan lebih merepotkan

Selagi masa PPKM level 4 ini, tidak sedikit mobil yang lebih banyak tidur di garasi rumah. Masalahnya bukan sekadar tidur, boleh jadi malah sudah pingsan gara-gara baterai tekor (soak). Maklumlah, kadang-kadang pemilik mobil merasa malas untuk sekadar memanaskan mesin. “Lagi males banget nih, nanti-nanti saja deh panasin mesin mobilnya,” begitu alasan yang kerap disampaikan sang empunya mobil. 

>>> Gimana Ya Kalau Garansi Mobil Mitsubishi Habis saat PPKM Level 4?

Panaskan Mesin 

Nah, PPKM Level 4 dan penyekatan jalan di mana-mana menyebabkan orang jadi malas untuk pergi. Akhirnya malah ketularan malas untuk memanaskan mesin mobil. Begitu ada keperluan mendadak, mesin mobil malah tidak bisa dihidupkan gara-gara baterai soak alias tekor. Nah, malah menambah masalah lagi, kan? Karena harus beli dan ganti baterai baru lagi. 

“Jangan malas memanaskan mesin mobil. Selain untuk mengisi (charging) baterai, juga melancarkan sistem pelumasan supaya komponen bagian dalam mesin tidak ada yang berkarat,” anjur M Syaiful dari Garage 23 di Serpong, Tangerang Selatan.

Pemanasan mesin dilakukan secara berkala, minimal dua kali dalam sepekan supaya mesin selalu dalam kondisi prima dan siap pakai setiap saat. Jadi tidak repot harus beli dan ganti baterai baru lagi.     

>>> [INFOGRAFIK] 6 Sistem Keamanan untuk Menjaga Mobil Saat PPKM Level 4

Lepas Kabel Negatif  

Ini trik manjur untuk mengamankan baterai agar tidak lekas soak dalam masa PPKM Level 4. Sekalipun mesin mati, selalu ada arus listrik yang mengalir keluar dari baterai  untuk menjaga memori radio, memori ECU dan sistem elektronik lainnya.

“Pada mobil dengan teknologi elektronik sederhana, melepas kabel negatif baterai tidak ada masalah. Tinggal program ulang radio dan reset power window. Untuk mobil dengan teknologi elektronika canggih, jangan sembarang melepas kabel negatif baterai. Ada SOP-nya terkait dengan memori,” lanjut M Syaiful sambil menyebut merek non Jepang dan terkenal punya banyak ECU.  
 

Gunakan Battery Charger

gambar battery charger

Lebih praktis memakai battery charger agar kondisi baterai selalu prima

Kalau PPKM Level 4 menyebabkan malas memanaskan mesin dan kurang yakin untuk melepas kabel negatif baterai?

“Pakai battery charger dan  pilih jenis battery charger yang tepat. Jangan sembarangan pakai battery charger karena ada banyak komponen elektronik yang sensitif,” tambah M Syaiful yang juga pehobi sepeda MTB panjang lebar.

Secara umum ada dua macam battery charger; standar dan smart (otomatis). Perbedaan keduanya terletak pada pengaturan dan sistem kerjanya. 

>>> Performa Mobil Turun Setelah Didiamkan saat PPKM? Mungkin Ini Sebabnya

Battery Charger Standar

gambar battery charger standar

Memakai battery charger standar tidak boleh terus menerus, bisa menyebabkan baterai overcharge 

Battery charger standar bekerja secara manual dan harus diatur sejak awal untuk arus pengisian (Ampere) semisal 1 Ampere atau 2 Ampere. Setelah mengatur arus pengisian, maka  pengisian baterai berlangsung sesuai dengan pengaturan tersebut. Jika disetel 1 Ampere maka battery charger standar akan mengisi baterai dengan arus 1 Ampere secara kontinyu.

“Hati-hati, kalau baterai sudah penuh, segera matikan battery charger karena baterai bisa jebol (overcharge),” lanjut M Syaiful, penggemar modifikasi Suzuki Jimny.

Jadi harus rajin mengecek kondisi baterai kalau memakai battery charge jenis standar. Kalau ragu-ragu, hidupkan dan matikan battery charger dengan interval beberapa jam (semisal 6 jam). Selama masa PPKM Level 4, tentu tidak masalah kan untuk meluangkan waktu mengecek kondisi baterai.    

>>> Contoh Surat Jalan STRP untuk Keluar Masuk Jakarta Selama PPKM Darurat

Battery Charger Jenis Smart (Otomatis)

gambar smart battery charger

Battery charger jenis smart akan mengisi baterai sesuai dengan kondisinya 

Pertama-tama, battery charger jenis smart akan mengecek kondisi kesehatan baterai. Berdasarkan masukan tersebut, perangkat lunaknya akan mengatur arus dan waktu pengisian baterai. Jika baterai sudah penuh maka battery charger pintar akan menghentikan pengisian secara otomatis dan berpindah ke stand-by mode. Begitu kondisi baterai mulai menurun maka battery charger pintar secara otomatis akan hidup dan melakukan pengisian baterai.

Siklus tersebut (hidup-pengisian-mati-standby) akan berlangsung secara berulang-ulang dengan jeda waktu yang aman dan terprogram. Tentunya, lebih aman memakai battery charger pintar karena pengisian baterai selalu disesuaikan dengan kondisinya. Anda pun tidak harus terus menerus bolak-balik mengecek kondisi kesehatan baterai karena sudah diatur oleh perangkat lunak dalam battery charger pintar.       

>>> Nih Komponen Mobil yang Bisa Diperiksa Sendiri saat PPKM Darurat

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top