Potensi Tak Terduga Bahaya Teknologi Stop Start pada Mobil

Share this post:
Potensi Tak Terduga Bahaya Teknologi Stop Start pada Mobil
Teknologi seharusnya berguna untuk membantu kehidupan. Tapi, ada beberapa teknologi yang meskipun berguna, memiliki efek samping yang berbahaya. Salah satunya bahaya teknologi stop start pada mobil.

Dalam beberapa kesalahan yang paling mencolok, bahaya teknologi stop start yang bisa menyebabkan kematian yang tidak disengaja terjadi karena keracunan gas karbon dioksida. Tapi perbaikan teknis sederhana bisa menghentikan masalah ini sebelum terjadi.

Pada mobil yang memiliki teknologi stop start, kunci elektrik dikenal oleh mobil untuk memulai pengemudian dan penggunaan aksesori daya yang berhubungan dengan kelistrikan. Kunci fob tersebut dapat dengan mudah disimpan di saku atau dompet pengemudi, karena kunci kontak hanya berupa tombol pada dasbor.

Bahaya Teknologi Stop Start pada Mobil

Bahaya yang timbul adalah ketika pengemudi secara tidak sengaja menghidupkan mobil ketika keluar dari mobil. Hal yang sangat mudah terjadi secara sengaja atau tidak sengaja saat tombol pada kunci fob tertekan. Yang membahayakan adalah ketika mobil berada di garasi tertutup. Asap karbon dioksida keluaran mobil bisa dengan mudah masuk bagian dalam rumah dan membahayakan siapapun di dalam rumah.

Terlebih, mobil hibrida dan plug-in hibrida bisa menimbulkan masalah tersembunyi. Pasalnya kendaraan ini hampir tidak bersuara ketika hidup, sehingga pemilik tidak akan mengetahui apakah mobil mereka dalam keadaan hidup atau mati.

Gambar yang menunjukan seorang pria yang sedang pingsan dengan asap pada mobil

Karbon dioksida menjadi masalah terbesar sistem stop start

Bukan saja asumsi bahwa ketika Anda mematikan mobil, maka mobil Anda ‘mati’ dan mesin tidak berjalan. Mobil tersebut tidak benar-benar mati. Mesin dapat hidup dengan sendirinya, katakanlah untuk mengatasi kebutuhan untuk fitur kontrol iklim, sehingga berpotensi mengirimkan karbon monoksida ke dalam rumah Anda.

>>> Baca juga Mengenal teknologi stop start pada mobil

Dalam laporan yang diterima oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika, adanya hubungan antara lebih dari lusinan kematian akibat karbon dioksida pada mobil dengan pengapian tanpa kunci. Dan sejumlah tuntutan telah diajukan kepada setiap pembuat mobil termasuk gugatan terhadap 10 produsen otomotif terbesar yang diajukan pada Agustus tahun lalu.

Merek-merek terkenal yang masuk dalam gugatan akibat kecelakaan teknologi stop/start ini yaitu:

  • Ford,
  • General Motors,
  • Hyundai,
  • Honda,
  • Mazda,
  • Mitsubishi,
  • Nissan,
  • Subaru,
  • Toyota.

Beberapa merek lainnya yang juga mendapatkan peringatan terkait masalah ini yaitu Chrysler, Land Rover, Mercedes-Benz, Volkswagen, dan Volvo.

>>> Baca juga tips perawatan lainnya disini

Pencegahan Bahaya Teknologi Stop Start

NHTSA telah menyadari masalah ini selama beberapa tahun. Meskipun belum menerapkan aturan terkait, agensi tersebut berusaha untuk wajib membuat peringatan yang akan terterdengar ketika mesin hidup, tapi peraturan ini membuat beberapa pembuat mobil keberatan.

Gambar yang menunjukan bagian stop start pada mobil dengan versi digital

Masih ada yang perlu diperbaiki dalam teknologi stop start kali ini

Pendekatan lain yang diluncurkan yaitu mematikan fitur mesin otomatis. Jika mobil dibiarkan hidup tanpa digunakan selama periode tertentu, katakanlah 30 menit, mobil akan mati sampai seseorang menyalakannya kembali. Tapi NHTSA tidak setuju dengan rencana ini, dengan mengambil skenario ketika ada hewan peliharaan yang berada di dalam kendaraan ketika AC menyala.

Untuk menangani masalah ini, Consumer Reports berfikir bahwa pengingat sederhana merupakan salah satu solusi yang paling memungkinkan. Meskipun belum ada produsen yang memasukkan fitur ini ke dalam produknya, tapi hal ini dinilai mampu untuk mengurangi bahaya teknologi stop start pada mobil.

>>> Baca juga tips dan trik lainnya disini

Share this post:
 
back to top