Perhatikan Keausan Ban, Faktor Penting dalam Keselamatan Berkendara

03/06/2021

Perawatan dan service

3 menit

Keausan ban berpengaruh langsung terhadap pengendalian dan pengereman sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan pada kendaraan bermotor selama perjalanan

gambar ban

Inilah bidang kontak satu-satunya antara kendaraan bermotor dan permukaan jalan  

Ban menjadi salah satu komponen penting pada mobil. Tidak lain karena ban hanyalah satu-satunya komponen pada mobil yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Itu sebabnya, kalau boleh mengambil perumpamaan atau ibarat alas kaki manusia, kondisi kesehatan ban wajib mendapatkan perhatian khusus. Sebab, banyak dampak buruk yang berpotensi menyebabkan kecelakaan pada  kendaraan bermotor dengan  ban yang sudah kurang sehat. Terlebih, ban sakit berpengaruh langsung pada pengendalian dan pengereman kendaraan. Berikut gambaran kondisi keausan ban yang kerap terjadi.  

>>> Begini Kalau Ban Dibuat dari Limbah Botol Plastik

Aus Pinggir

 gambar ban

Keausan pada kedua sisi pinggir tapak ban disebabkan oleh kekurangan tekanan angin 

Jika keausan ban terjadi pada bagian pinggir, perhatikan kondisi keausannya. Apakah keausan ban terdapat pada kedua bagian pinggir ban? Atau hanya aus pada salah satu sisi bagian pinggir ban? Kalau keausan ban muncul pada kedua sisi pinggir ban, maka hal itu disebabkan oleh kekurangan tekanan angin (tekanan angin rendah) yang dibiarkan terus menerus terjadi.

Akibatnya, kedua bagian pinggir ban mengalami tekanan beban yang berlebihan sehingga mempercepat keausan, sementara bagian tengah ban menciut. Ban yang kurang tekanan angin juga menambah konsumsi bahan bakar karena membebani mesin. Dalam hal ini, ban harus diganti baru demi aspek keselamatan berkendara karena kemampuan lateral grip sudah berkurang banyak.          

Aus Tengah

gambar ban
 

Tekanan angin berlebihan menyebabkan keausan pada sisi tengah tapak ban 

Ban yang mengalami keausan pada bagian tengah disebabkan oleh tekanan angin yang berlebihan. Misalnya, standar tekanan angin ban yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil adalah 30 psi, namun oleh pemilik kendaraan dibuat menjadi 35 psi dan terus begitu. Memang, tekanan angin yang lebih tinggi daripada rekomendasi membuat ban lebih mudah menggelinding dan seperti memantul di atas permukaan jalan. Pada sisi lain, tekanan angin yang melebihi rekomendasi menyebabkan ban menjadi seperti balon sehingga bagian tengah ban mengalami tekanan berlebihan dan menjadi aus.     

Aus Tidak Rata

gambar ban

Keausan tidak rata pada tapak ban berasal dari wheel alignment yang tidak tepat 

Sama seperti rotasi dan tekanan angin, wheel alignment juga menjadi faktor penting yang menentukan usia pakai ban. Itu sebabnya, pabrikan mobil selalu memberikan data terkait wheel alignment dan rekomendasi pengecekan untuk memastikan kemudi, suspensi serta ban agar selalu dalam kondisi optimal. Saat mobil baru keluar dari jalur perakitan, kondisi wheel alignment-nya sangat bagus namun kemudian berubah sejalan dengan usia pemakaian.

Kini perhatikan kondisi keausan ban. Kalau sisi bagian dalam maupun luar dari ban mengalami keausan, cek kembali pengaturan toe-in dan toe-out. Kesalahan pengaturan toe-in menjadi penyebab bagian luar ban mengalami keausan berlebihan dengan pola seperti gigi gergaji. Sebaliknya, kesalahan pengaturan toe-out menyebabkan keausan pada sisi dalam ban dengan pola serupa gigi gergaji. Selanjutnya, kesalahan pengatuan camber juga menyebabkan keausan tidak merata pada ban. Contohnya,  negative camber yang berlebihan menimbulkan keausan pada sisi dalam ban. Pada sisi lain,  positive camber yang terlalu banyak menjadi penyebab ban mengalami keausan pada sisi luar.  

Perawatan Ban

gambar ban

Ini dia kaitan keausan dan wheel alignment

Selain melakukan rotasi ban secara teratur dengan interval 5.000 km – 10.000 km dan memeriksa tekanan angin ban secara berkala antara satu kali hingga dua kali dalam sebulan, jadwalkan pengecekan wheel alignment (spooring) dan tyre balance sesuai rekomendasi pabrikan mobil. Beberapa pabrikan mobil merekomendasikan balansing & spooring per kelipatan 20.000 km.

Namun, untuk mendapatkan hasil pengaturan wheel alignmet dan balancing yang optimal, pastikan dahulu kaki-kaki kendaran berada dalam kondisi sehat dan prima. Maksudnya, jika kondisi wheel bearing, ball joint, dan tie rod sudah tidak sehat, tentu sulit untuk mendapatkan hasil pengaturan wheel alignment dan balancing yang maksimal.     
>>> Cara Spooring Mobil dan Balancing Itu Berbeda, Ini Penjelasannya

Penulis
Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.
 
back to top