Performa Mobil Turun Setelah Didiamkan saat PPKM? Mungkin Ini Sebabnya

27/07/2021

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Saat didiamkan selama PPKM, ada kemungkinan performa mobil menurun ketika Anda coba gunakan kembali. Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebabnya.

Performa mobil yang menurun tercermin dari akselerasi yang lamban serta konsumsi bahan bakar yang meningkat. Saat Anda merasakan hal tersebut, tak perlu buru-buru mengambil kesimpulan bahwa mesin mobil mengalami gangguan.

Bisa jadi, penurunan performa tersebut hanya disebabkan oleh hal-hal yang berkaitan dengan lamanya mobil tidak digunakan karena PPKM selama sebulan terakhir ini. Berikut beberapa penyebab turunnya performa mobil akibat lama didiamkan di dalam garasi.

1. Kualitas Oli Menurun

Banyak yang menganggap penggantian oli hanya dilakukan setelah mobil mencapai angka odometer sesuai anjuran buku manual. Padahal, oli punya usia sendiri meski mobil tidak berjalan sama sekali.

Gambar Ganti Oli

Ganti oli tidak hanya melihat jarak tempuh mobil

Selain jarak tempuh, usia oli di dalam mesin juga menjadi tolok ukur penggantian di buku manual. Penurunan kualitas oli pada mobil yang lama tidak digunakan terjadi karena adanya kondensasi dan kontaminasi di dalam mesin.

Karena itu, usahakan untuk mengikuti anjuran penggantian oli dari bengkel agar performa mobil tidak menurun akibat hal ini.

>>> Ini Dia Pria yang Rela Bayar Nissan March 'Busuk' Rp 500 Juta

2. Deteriorasi Bahan Bakar

Selain oli, bahan bakar juga tidak bisa berlama-lama didiamkan di dalam tangki. Saat bensin terlalu lama di dalam tangki yang memiliki ventilator, maka senyawa benzene yang terkandung dalam bensin akan berhubungan langsung dengan udara di luar.

Gambar Isi Bensin

Bensin yang terlalu lama di tangki akan mengalami penurunan kualitas

Reaksi ini menyebabkan terjadinya proses oksidasi yang merusak kandungan unsur molekul kimia sehingga menurunkan kualitas bahan bakar dan berimbas pada penurunan performa mobil.

>>> Masih Perlu Memanaskan Mobil yang Kebanyakan Nganggur di Garasi?

3. Tekanan Angin Ban

Setiap kendaraan memiliki tekanan angin ban yang telah direkomendasi oleh produsennya. Untuk itulah, pemilik kendaraan perlu secara berkala memantau kondisinya.

Karena lama tidak digunakan, kemungkinan besar ban mobil Anda akan mengalami kempes. Hal tersebut terjadi karena angin di dalam ban akan keluar dari pori-pori pada ban dan velg yang dingin.

Gambar Ban Kempes

Ban yang kempes akan membuat akselerasi mobil lebih berat dan konsumsi bahan bakar lebih boros

Jika mobil sering digunakan, ban menjadi hangat sehingga tekanan angin akan bertahan di dalam ban. Bila tekanan angin ban kurang, sudah dipastikan ban akan memberikan tingkat gesekan yang tinggi dan membuat performa mobil menurun.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top