Pencipta Krayon Jadi Otak Dibalik Alasan Ban Berwarna Hitam

Share this post:
Pencipta Krayon Jadi Otak Dibalik Alasan Ban Berwarna Hitam
Setiap mobil memiliki eksterior dan interior yang berbeda-beda warnanya, tergantung pilihan konsumen. Tapi, dari sekian banyak warna yang ada pada industri otomotif, mengapa ban berwarna hitam?

Bagi yang pernah melihat petani meretas karet, tentu tahu bahwa warna dasar karet adalah putih. Logikanya, jika ban dibuat dengan sebagian besar bahan dasar karet, seharusnya warna ban tidak jauh dari warna putih. Tapi, tanpa ada warna-warni pelangi, hanya ada ban berwarna hitam di seluruh dunia.

Sejarah ban berwarna hitam

Kehadiran ban berwarna hitam bukan tanpa sebab. Malahan, ban karet pada awalnya berwarna putih. Adalah Edwin Binney & C. Harold Smith yang disebut-sebut sebagai “Bapak Penghitam Ban”. Dari sejarah nun jauh tahun 1900-an lalu, mereka mulai menjual bahan kimia karbon hitam di Goodrich Tire Company.

Gambar yang menunjukan sosok wajah Edwin Binney dan C. Harold Smith

Edwin Binney dan C. Harold Smith

Mereka menemukan bahwa penggunaan karbon hitam dalam manufaktur karet secara signifikan meningkatkan kualitas tertentu dari karet, yang dimaksudkan untuk mengubah karet menjadi ban. Dalam produksinya, karbon hitam berfungsi sebagai pengisi penguat pada karet yang meningkatkan daya tahan dan kekuatan karet.

>>> Cara mudah ganti ban serep Toyota Double Cabin

Kegunaan ban berwarna hitam

Secara khusus, menambahkan sekitar 50% berat karbon hitam akan meningkatkan abrasi ban yang dihasilkan sebanyak 100 kali lipat hingga memperbesar kekuatan tarikan ban sebanyak 1008%.

Bagi yang belum tahu, kekuatan tarik (tensile strength) adalah jumlah gaya yang diperlukan untuk menarik suatu komponen ke titik pecah atau titik ledak.

Gambar yang menunjukan tumpukan ban berwarna hitam di gudang

Banyak alasan penggunaan karbon hitam pada ban

Menambahkan karbon hitam juga membantu menghindarkan panas dari titik-titik panas tertentu pada ban. Khususnya di area tapak dan pinggang yang bisa menjadi panas ketika dipakai. Hal ini akan mengurangi kerusakan termal pada ban serta memperpanjang masa pakainya.

>>> Dapatkan tips perawatan paling lengkap dari Cintamobil

Dari sudut ‘kosmetik’nya, ban berwarna hitam juga lebih mudah untuk tetap terlihat bersih, salah satu sifat yang membuat ban hitam lebih diinginkan dibandingkan ban karet alami.

Namun pada zaman modern, ban berdinding putih atau ban putih dianggap lebih mewah, terlebih jika disandingkan dengan mobil klasik. Namun, ketika ban berwarna hitam pertama kali diluncurkan, ban hitam malah dianggap sebagai ban yang paling diinginkan karena prestise mereka. Ban jenis ini cenderung ditemukan pada mobil kelas atas.

>>> Mencari mobil lawas? Dapatkan informasinya hanya di Cintamobil

Karbon hitam sebagian besar adalah unsur karbon murni dalam bentuk partikel koloid. Secara klasik, karbon hitam didapatkan hanya dengan mengeringkan bahan organik apa saja. Contohnya Gading Hitam yang dibuat dengan gading dan tulang rusuk serta Lampu Hitam yang dibuat dari jelaga lampu minyak.​

Gambar yang menunjukan mobil klasik yang memiliki ban mobil putih

Saat ini, kebanyakan mobil klasik menggunakan ban putih untuk kesan mewah

Binney & Smith – yang kemudian berganti nama menjadi Crayola – tidak hanya menjadi pembuat ban hitam pertama, tapi juga merupakan perusahaan yang menciptakan warna cat merah yang sekarang menjadi cat ‘tradisional’ lumbung padi di negara-negara barat. Perusahaan ini lalu beralih menjadi pembuat produk sekolah dan akhirnya mencapai kesuksesan berkat produk mereka yang paling populer, Crayola Crayons.

>>> Dapatkan berbagai tips dan trik otomotif terlengkap hanya di sini

Share this post:
Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top