Pedal Rem Bergetar Hebat? Jangan Disepelekan, Itu Tanda Ada Masalah

20/05/2021

Perawatan dan service

5 menit

Share this post:
Jangan anggap sepele gejala pedal rem bergetar karena sistem pengereman adalah komponen yang sangat penting pada mobil dan menyangkut aspek keselamatan

gambar pedal rem

Getaran pedal rem menandakan ada masalah serius pada sistem pengereman mobil  

Pernahkah Anda mengalami kejadian saat  mengemudikan mobil dan  ketika menginjak pedal rem terasa getaran berlebihan? Jika ya, wajib dicurigai ada masalah pada sistem pengereman. Sebab,  rem adalah  salah satu komponen yang  sangat penting pada mobil karena menyangkut aspek  keselamatan. Yang pasti, jangan panik duluan. Setelah sampai di rumah, ada  beberapa hal yang perlu dilakukan terkait dengan sistem pengereman.

>>> Greentive, Rem Baru Brembo yang Tahan Lama dengan Efek Cermin

ABS

Apakah mobil Anda dilengkapi dengan fitur ABS? Jika ya, maka pedal rem bergetar menjadi  indikasi ABS (anti-lock braking system) sedang aktif. Saat ABS beroperasi, tidak hanya pedal rem yang bergetar, juga disertai dengan bunyi dan getaran gruduk-gruduk dari bagian bawah mobil. Perangkat ABS berfungsi  untuk mencegah semua roda mobil agar tidak terkunci ketika terjadi pengereman panik.

gambar abs

Pompa ABS melakukan teknik pengereman khusus dengan cepat dan berulang

Teknik pengereman khusus yang berlangsung secara cepat dan berulang dilakukan oleh pompa ABS sehingga dirasakan oleh pengemudi sebagai pedal rem bergetar. Intinya, pedal rem bergetar saat ABS aktif menjadi hal yang normal dan tidak ada masalah dengan sistem pengereman.  

Rotor Rem (Piringan Cakram)

Apakah gejala pedal bergetar terjadi saat pengereman normal? Jika ya, maka pedal rem bergetar  disebabkan oeh rotor rem yang bergelombang atau brake pads yang aus secara abnormal. Solusi untuk rotor rem yang bergelombang ada dua; dibubut jika ketebalan rotor rem masih dalam batas aman atau ganti baru jika rotor rem sudah tidak bisa dibubut. Sedangkan  untuk brake pads yang aus secara abnormal tidak ada pilihan; ganti baru karena berhubungan dengan keselamatan.

gambar rem

Permukaan rotor rem yang tidak rata menyebabkan getaran pada pedal rem

Kalau brake pads masih tebal, cukup diratakan dan digunakan kembali. Saat pengemudi menginjak  pedal rem,  maka brake pads  akan menekan rotor rem. Ketika permukaan rotor rem masih halus maka tidak ada masalah pada rem dan tidak ada getaran pada pedal rem. Ketika permukaan rotor rem sudah tidak rata dan terdapat goresan yang sudah dalam maka akan menimbulkan getaran pada pedal rem saat dioperasikan oleh pengemudi.  

Bubut (Rematching)

Untuk rem cakram yang permukaannya sudah tidak rata alias bergelombang karena kondisi operasional dan usia pakai, maka penanganan secara umum adalah dengan membawanya ke bengkel bubut. Berbekal peralatan khusus, bengkel bubut akan meratakan permukaan rem cakram sampai halus kembali. Tentu dengan catatan, ketebalan rotor rem masih dalam batas aman dan biasanya ada kode khusus terkait hal itu.

gambar rem

Kini pembubutan rotor rem bisa langsung dilakukan di mobil

Contohnya, ketebalan rem cakram adalah 20 mm (maksimum) dan 16 mm (minimum) yang artinya boleh dibubut hingga sebanyak 4 mm yang terbagi menjadi 2 mm di sisi luar dan 2 mm di sisi dalam. Setelah ketebalan rem cakram mencapai 16 mm, maka harus diganti baru karena sudah tidak memenuhi persyaratan keselamatan. Kini, proses pembubutan rotor rem tidak lagi harus dikerjakan di bengkel bubut. Sejumlah bengkel sudah mempunyai  peralatan “rematching” sehingga pembubutan rotor rem bisa dilakukan tanpa harus melepas rem cakram dari mobil. 

>>> 3 Produk Baru Rem Brembo yang Makin Canggih

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top