Pantangan Bagi Pengemudi saat Mobil Terkena Hujan Abu Vulkanik

24/06/2020

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Pantangan Bagi Pengemudi saat Mobil Terkena Hujan Abu Vulkanik
Erupsi gunung berapi seringkali diikuti hujan abu. Pengemudi harus selalu ingat ada pantangan yang sebaiknya jangan dilakukan saat mobil terkena hujan abu vulkanik.

Terjadi erupsi Gunung Merapi pada hari Minggu pukul 09.13 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 6.000 meter di atas puncak Merapi. Hal tersebut memicu hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang seperti di Kecamatan Pakis, Kecamatan Srumbung, Kecamatan Dukun, hingga Candi Borobudur yang berada di Kecamatan Borobudur.

Pengendara wajib waspada

Bagi warga Kabupaten Magelang dan Kota Magelang, hal di atas bukan hal baru. Fenomena yang sama kerap sehingga terasa biasa. Justru sebagian dari mereka bersyukur karena abu vulkanik membawa kesuburan pada lahan pertanian. Belum lagi material pasir yang keluar dari kawah menjadi sumber rezeki buat masyarakat. Meski demikian tetap saja harus diingatkan, hujan abu vulkanik juga membawa dampak kurang baik bagi kesehatan.

Foto menunjukkan pemandangan saat erupsi Gunung Merapi Jawa Tengah

Abu vulkanik menyimpan banyak bahaya dan manfaat

Bagi pengendara kendaraan bermotor seperti mobil, melewati hujan abu vulkanik butuh kewaspadaan tinggi. Abu vulkanik membuat jarak pandang terbatas, jalan licin, dan udara menjadi kotor. Dengan kondisi seperti itu pengendara wajib menerapkan gaya berkendara defensif alias mengutamakan keselamatan. Melaju dengan santai, tenang, memakai masker, menjaga jarak aman serta memperhatikan berbagai rambu. Jika rambu tidak terlihat karena tertutup debu, objek-objek statis di pinggir jalan bisa dimanfaatkan sebagai guide agar kendaraan tetap di jalur yang benar.

>>> Jarak Pandang Terhalang Kabut Asap, Ini Yang Harus Dilakukan

Pantangan saat mobil terkena hujan abu vulkanik

Selain memprioritaskan keselamatan, kondisi kendaraan juga perlu diperhatikan. Salah satunya dan harus diingat, sebaiknya tidak langsung menyalakan wiper saat kaca mulai terlihat kotor. Perlu diketahui, abu vulkanik bukanlah debu biasa seperti sisa pembakaran kayu atau asap yang keluar dari knalpot. Abu vulkanik adalah material pasir yang tersembur dari dalam kawah gunung berapi yang memiliki bentuk tajam atau mengandung serat kaca.

Menyalakan wiper saat mobil terkena hujan abu vulkanik justru berdampak buruk karena justru akan menimbulkan goresan di permukaan kaca mobil. Bisa hanya goresan halus, bisa juga goresan dalam.

Solusi

Jika visibilitas belum sepenuhnya terganggu sebaiknya segera menjauh dari kawasan hujan abu. Namun jika abu terlalu tebal hingga hampir menutup kaca sebaiknya segera menepi di tempat yang aman. Siramkan air ke kaca mobil agar debu ikut menyingkir dan pandangan di kaca menjadi jelas kembali. Jika memungkinkan siram seluruh kaca mobil bagian depan. Jika tidak prioritaskan di bagian kaca depan pengemudi kalau air hanya sedikit. Bagimana jika terlanjur menyalakan wiper?

>>> Di Sekolah Ini, Para Siswa Diajari Mencuci Baju Hingga Mengganti Ban Mobil

Foto kaca mobil kotor oleh abu vulkanik

Menggunakan wiper pada kaca yang tertutup abu vulkanik bisa menimbulkan masalah baru

Jika terlanjur menyalakan wiper tentu harus dilakukan pengecekan. Jika goresan hanya halus dan tidak terlalu dalam bisa dilakukan perbaikan dengan pemolesan khusus. Tapi jika goresan cukup parah hingga mengganggu visibilitas, mau tidak mau kaca harus diganti yang lebih baik dan aman.

Jadi, sebaiknya pengemudi berhati-hati dan selalu waspada jika berkendara melewati daerah hujan abu vulkanik.

>>> Tips dan trik menarik lainnya tentang perawatan mobil ada disini

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top