Pahami Ragam Jenis Minyak Rem Sesuai Dengan Karakteristik Teknisnya

13/05/2021

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Saat ini, meyoritas sistem rem mobil memanfaatkan minyak rem untuk mendorong brake pads agar menempel pada rotor rem dan menghasilkan deselerasi optimal.

Sistem pengereman adalah  fitur keselamatan standar yang harus  bekerja maksimal dalam kondisi apapun. Saat ini, mayoritas sistem pengereman memanfaatkan metode hidraulik dengan bantuan fluida rem untuk mendorong brake pads agar menempel pada rotor rem dan menghasilkan deselerasi optimal.  Secara umum,  fluida rem terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan karakteristik teknisnya. Ini dia penjabarannya langsung dari tim ahli Cintamobil.com.

>>> 80% Kecelakaan Bus dan Truk karena Rem Blong Disebabkan Sopir Tak Ahli 

DOT 3

Fluida rem DOT 3 terbuat dari bahan dasar glycol sehingga mempunyai sifat higroskopis (mudah menyerap air).  Kandungan air dalam fluida rem DOT 3 berakibat adanya udara dalam sistem rem sehingga kerap menyebabkan rem blong dalam kondisi ekstrem serta menimbulkan karat pada sistem rem.

gambar minyak rem

Cairan rem DOT 3 yang populer dan meluas penggunaannya

Itu sebabnya, fluida rem DOT 3 dengan titik didih 205o Celcius wajib diganti secara berkala. O iya, fluida rem DOT 3 juga bersifat abrasif (merusak) cat. Kelebihan  fluida rem DOT 3 adalah mudah didapatkan di pasaran dan harganya murah.

DOT 4

gambar minyak rem

Fluida rem DOT 4 mempunyai sifat abrasif dan higroskopis 

Minyak rem DOT 4 memiliki titik didih lebih tinggi (230o Celcius) dibandingkan minyak rem DOT 3 sehingga mampu bekerja dalam kondisi lebih ekstrem. Secara umum, minyak rem DOT 4 memakai bahan dasar glycol sehingga bersifat abrasif (merusak cat) dan higroskopis yang menyebabkan rem blong dan  korosi pada sistem rem. Pada sisi lain, minyak rem DOT 4 banyak tersedia di pasaran namun harganya lebih mahal daripada minyak rem DOT 3.  

DOT 5

Fluida rem DOT 5 menggunakan bahan dasar silikon sehingga memiliki berbagai keunggulan dibanding minyak rem yang memakai bahan dasar glycol. Sebagai contoh, fluida rem DOT 5  tidak  abrasif (merusak cat) dan tidak higroskopis (menyerap air) sehingga aman untuk pemakaian dalam kondisi  lembab.

gambar minyak rem dot 5

Cairan rem DOT 5 berbahan dasar silikon, tidak abrasif dan tidak higroskopis

Secara umum, fluida rem DOT 5 lebih bersifat kompresibel yang bisa dirasakan seperti gejala “membal” saat pedal rem ditekan. Karakter fluida yang lebih stabil (konsisten) pada temperatur rendah dan titik didih di atas 260o Celcius membuat fluida rem DOT 5 cocok untuk ABS.

DOT 5.1

Fluida rem DOT 5.1 adalah  versi terbaru dari fluida  rem DOT 5. Perbedaan utama antara fluida rem DOT 5 dan DOT 5.1 terletak pada bahan dasarnya. Fluida  rem DOT 5.1  memakai bahan dasar  glycol serupa dengan fluida rem DOT 3 dan DOT 4, namun fluida rem DOT 5.1 mempunyai kualitas yang lebih tinggi.

gambar minyak rem

Cairan rem DOT 5.1 memiliki sifat higroskopis sehingga interval penggantian lebih sering. 

Titik didih fluida  rem DOT 5.1 mencapai 260o Celcius.  Selain itu, fluida rem DOT 5.1 dirancang untuk melumas bagian karet dalam sistem rem. Pada sisi lain,  fluida rem  DOT 5.1 lebih higroskopis dibandingkan fluida rem DOT 4 sehingga harus lebih sering diganti.   

Cairan Rem  Titik Didih Bahan Dasar
DOT 3 205° Celcius glycol ether
DOT 4 230Celcius glycol ether/borate ester
DOT 5 260Celcius silicone
DOT 5.1 260Celcius glycol ether/borate ester

 >>> Jenis-Jenis Minyak Rem

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top