Mungkinkah Ban RFT Diperbaiki?

28/05/2021

Perawatan dan service

3 menit

Sebagian kalangan mengatakan ban RFT sulit untuk diperbaiki sehingga harus diganti baru jika sudah mengalami kerusakan seperti kebocoran pada tapak, benarkah?

“Apakah ban RFT bisa diperbaiki?” menjadi pertanyaan istimewa yang membutuhkan jawaban tepat agar tidak menjadi perdebatan yang berkepanjangan. Sejatinya, Ban RFT dibuat dengan teknologi khusus agar saat ban kehilangan tekanan angin (sebagian atau seluruhnya), mobil tetap bisa dijalankan pada kecepatan tertentu hingga jarak tertentu untuk mencapai lokasi aman semisal bengkel terdekat.

gambar ban

Apakah Ban RFT bisa diperbaiki?

Beda dengan ban biasa yang saat tertusuk paku lalu mengalami kurang angin atau bahkan kempis sehingga tak bisa digunakan. Terkait kemampuan ban run flat yang bisa dijalankan dalam kondisi tanpa tekanan angin, sebagian kalangan menilai ban RFT sulit untuk diperbaiki jika sudah mengalami kebocoran sehingga  harus ganti baru. Masalahnya, harga ban RFT berkali lipat alias lebih mahal jika dibanding ban biasa. Apakah ban RFT sulit untuk diperbaiki? Simak terus ulasan tim Cintamobil.com

>>> Begini Kalau Ban Dibuat dari Limbah Botol Plastik

Bisa Diperbaiki

Menurut On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk., Zulpata Zainal, ada beberapa jenis RFT yang sulit untuk diperbaiki. “Untuk beberapa RFT generasi terbaru atau generasi terakhir masih bisa diperbaiki, asalkan belum terlalu jauh dijalankan dan kondisi sidewall masih baik,” jelas Zulpata Zainal. Untuk perbaikan RFT secara umum hampir sama dengan perbaikan ban tubeless jika kebocoran terjadi di bagian telapak.

gambar ban

Pada dasarnya, hanya RFT generasi terbaru yang bisa diperbaiki

Kalau kebocoran terjadi pada bagian sidewall, perbaikan harus dilakukan dengan teknik khusus karena ban run flat punya dinding samping yang kuat dan tebal. “Generasi awal RFT dengan teknologi lama memang sulit diperbaiki sehingga harus ganti baru jika ada kebocoran. Sedangkan RFT generasi baru ditandai pada bagian sidewall terdapat sirip pendingin atau disebut  cooling fin,” lanjut Zulpata Zainal yang bergabung dengan pabrikan ban Gajah Tunggal sejak awal tahun 2019.

Foto komponen dalam ban RFT

Seperti inilah komponen 'jeroan' dalam ban RFT

Secara teknis, RFT generasi terbaru sudah bisa ditambal dengan teknik tambalan seperti yang dijelaskan di alinea bawah. Tentu dengan syarat, kerusakan bukan disebabkan oleh tumbukan langsung dengan benda keras atau karena membentur lubang jalan hingga menimbulkan masalah di  bagian dinding samping. Secara pribadi, Zulpata Zainal menyarankan jika kerusakan RFT terjadi pada bagian sidewall, lebih baik ganti baru. “Karena kekuatan RFT terletak pada sidewall-nya,” tutup Zulpata Zainal yang akrab dipanggil dengan nama pak Zul. 

Tambal Combi

Metode combi untuk menambal lubang akibat tusukan benda tajam seperti paku yang menembus telapak ban. Diameter lubang akibat tusukan benda tajam pada  ban yang bisa ditambal dengan metode combi tidak melebihi 6 mm.

gambar tambal ban

Tambal metode combi untuk perbaikan kerusakan ban akibat tusukan benda tajam

Bahan penambal  model combi berbentuk bulat dan dilekatkan dengan perekat sejenis semen pada  lubang di bagian dalam ban. Selanjutnya, tekanan angin akan mempercepat proses pelekatan bahan tambalan ke bagian dalam ban sekaligus menutup lubang.

Tambal Thermopress

Tambal ini khusus untuk menambal lubang pada telapak ban yang memiliki diameter lebih besar dari 6 mm. Bahan penambal berupa lapisan karet setengah matang dan dilekatkan ke lubang di bagian dalam ban dengan bantuan lem khusus untuk suhu kerja hingga 160° C.

gambar ban

Tambal metode thermopress untuk perbaikan kerusakan ban yang relatif ekstrem

Setelah melekat pada bagian dalam ban, bahan penambal akan “dimasak” oleh alat press dengan suhu sekitar 1500°C selama satu hingga dua jam tergantung kondisi penambalan. Lapisan karet setengah matang akan menutup seluruh celah lubang pada telapak ban.  

>>> Ini yang Harus Diperhatikan Ketika Ban RFT Kempis

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

 
back to top