Mitos-mitos Ban yang Perlu Anda Ketahui

16/06/2021

Perawatan dan service

3 menit

Banyak mitos ban yang beredar pecinta otomotif mengenai perawatan ban. Apa sajakah itu dan bagaimana fakta sebenarnya?

Begitu banyak informasi kurang tepat yang hilir mudik diantara para pemilik mobil ataupun pecinta otomotif mengenai perawatan ban. Dalih ingin membuat ban agar lebih awet ternyata hal tersebut malah berakibat mengurangi performa ban dan bisa berefek terhadap keselamatan di jalan raya. 

Berikut beberapa mitos ban yang sering kita jumpai. Apa sajakah itu? Simak tipsnya di bawah ini dari PT Bridgestone Tire Indonesia.

>>> Aksesori Mobil Suzuki Tak Hanya Bikin Keren, Ini Fungsi Tambahannya

Gambar menunjukan Jalan basah

Sebaiknya tekanan angin berada pada angka normal ssat berada di semua kondisi jalan

1. Mitos Mengurangi Tekanan Angin saat Musim Hujan 

Saat musim hujan, jalanan yang basah dan penuh genangan air tak terhindarkan. Saat melewati jalan basah, sangat rentan untuk terjadinya hydroplaning atau aquaplaning. Kondisi ini terjadi saat ban mobil kehilangan penapakan atau traksi pada permukaan jalan.

Saat pengendara memilih untuk mengurangi tekanan angin pada ban, maka membuat kondisi ban dalam keadaan kempes atau telapak ban mudah terlipat. Sehingga kemampuan telapak ban untuk membuang air berkurang dan sangat rentan terjadi aquaplaning. Sebaiknya tekanan angin berada pada angka normal atau sesuai standar pabrikan mobil apapun kondisi jalan yang dilewati. Jadi jangan percaya mitos ban tekanan anginnya dikurangi agar kemampuan telapak ban lebih baik dalam berpijak saat hujan.

2. Mitos Ban Tubeless saat Ditambah Ban Dalam Menjadi Semakin Kuat

Komposisi ban tubeless sudah dilengkapi dengan inner linner yang terbuat dari bahan compound khusus sebagai pengganti ban dalam. Inner linner ini berfungsi untuk menjaga udara atau tekanan angin tidak keluar.

Apabila ban tubeless dipasangkan ban dalam, otomatis fungsi tubelessnya akan hilang, dan bila tertusuk akan langsung bocor (layaknya ban tube type). Ditambah lagi apabila terjadi kerusakan maka garansi pun akan otomatis tidak berlaku karena adanya kesalahan dalam pemakaian.

“Mitos ban yang kedua ini sangat keliru. Ban dalam pada hakikatnya hanya berfungsi untuk menampung tekanan angin, ban dalam tidak berkontribusi untuk menambah kekuatan dalam menopang beban.” kata Fisa Rizqiano Deputy Head of OE PT Bridgestone Tire Indonesia.

>>> Tekanan Ban Terlalu Rendah Lebih Berbahaya Dari Terlalu Tinggi, Ini Alasannya

Gambar menunjukan Ban kempes

Jangan coba-coba kurangi tekanan angin pada ban mobil kesayangan Anda

3. Mengurangi Tekanan Angin saat Melakukan Perjalanan Jauh

Mengurangi tekanan angin pada ban kendaraan akan semakin memicu pembangkitan panas. Ban menjadi mudah rusak akibat hal ini dan sangat berbahaya apalagi saat melakukan perjalanan jauh. Pengurangan tekanan angin juga berakibat daya topang ban terhadap beban berkurang.

Efek lain yang akan terjadi adalah kemudi/setir yang terasa berat, hambatan gulir yang semakin tinggi sehingga konsumsi bahan bakar akan semakin besar, respon ban saat menikung berkurang, performa pengereman yang berkurang, potensi terjadi aquaplaning, serta efek jangka panjang yaitu aus yang tidak rata.

4. Ketika Mengganti Sepasang Ban, Maka Ban yang Baru Diletakkan Di Bagian Depan

“Banyak orang yang mengatakan saat hanya mengganti 2 ban, maka sebaiknya ban yang baru tersebut diletakkan di bagian depan. Padahal pernyataan tersebut kurang tepat. Pabrik ban merekomendasikan ban dengan performa paling baik sebaiknya diletakkan pada bagian belakang,” tambah Fisa.

Posisi bagian depan kendaraan dapat kita kendalikan dengan kemudi, sementara pada posisi belakang tidak dapat dikendalikan. Dengan demikian ban dengan performa lebih baik sebaiknya diletakkan pada bagian belakang demi mendapatkan traksi yang mumpuni. Ketika kondisi ban belakang sudah aus, maka memungkinkan terjadi over steer saat berbelok di jalan yang basah dan kendaraan lebih sulit dikendalikan. Ketika mengganti sepasang ban, maka ban yang baru diletakkan di bagian depan.

Efek dari mitos-mitos ban tersebut berpengaruh terhadap keselamatan di jalan raya. Maka percayakanlah perawatan ban Anda kepada ahlinya. Jangan percaya atas mitos-mitos ban di masyarakat. Agar berkendara lebih aman pastikan gunakan ban terbaik. Anda dapat mengunjungi jaringan outlet resmi Bridgestone yang bisa ditemui di 112 kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

>>> Bagian Ban Dan Rem Ini Harus Dicek Supir Truk Sebelum Jalan

Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top