Meski Jarang Rusak, Kenali Penyebab Kerusakan Pada Knalpot

06/12/2018
Knalpot menjadi komponen yang sering terabaikan karena posisinya yang tersembunyi. Namun knalpot tetap bisa rusak dan kenali penyebab dan jenis kerusakan pada knalpot.

Sebagai komponen yang berfungsi sebagai pelepas gas buang, knalpot memang jarang rusak bila dibandingkan komponen mesin lainnya. Tidak heran bila pemilik mobil kerap melupakannya untuk diperiksa. Knalpot pun termasuk  komponen slow moving karena penggantian yang lebih lama. Tetapi jangan pernah mengabaikan knalpot dari daftar pengecekan secara berkala karena bisa berdampak negatif ke mesin.

>>> Baca juga: Berbagai Warna Asap Knalpot yang Keluar Pada Mobil dan Indikasi Masalah yang Ditimbulkan

Beberapa kerusakan pada knalpot yang sering dijumpai adalah kebocoran. Akibat dari kebocoran knalpot ini, rasio perbandingan udara dan bahan bakar menjadi tidak ideal. Hal ini bisa terjadi karena adanya udara yang masuk melalui celah kebocoran di knalpot ke ruang bakar. Adapun dampak dari kebocoran ini adalah pembakaran di ruang mesin menjadi tidak normal terlebih mesin yang mengadopsi teknologi sistem injeksi open loop atau karburator.

Kerusakan berupa kebocoran paling sering terjadi

Kebocoran pada pipa hingga patah bisa berakibat fatal pada mesin

Adapun material yang digunakan untuk knalpot umumnya menggunakan besi galvanis yang justru mudah berkarat. Berawatl dari karat inilah kebocoran bisa dimulai. Lokasi bocor pun bisa beragam, bisa pada pipa knalpot maupun ujung knalpot. Namun pipa knalpot yang berliku adalah paling berpotensi untuk ada kebocoran. Paling parah, lekukan pada pipa knalpot juga bisa robek yang membuat bocor semakin melebar.

>>> Baca juga tips merawat mobil lainnya disini

Kebocoran pada knalpot juga bisa terjadi karena gasket atau paking di sambungan pipa. Umumnya kebocoran pada gasket terjadi karena getaran yang mengikis dalam jangka panjang. Selain itu, rubber mounting pada knalpot juga bisa menjadi penyebab masalah pada knalpot karena ketika sudah sobek dan putus maka pipa bisa patah. Ini terjadi karena pipa yang menggantung tanpa adanya pegangan.

Karat pada knalpot menjadi pemicu kerusakan

Posisi down pipe yang rendah membuatnya mudah rusak karena getaran mesin

Bila Anda menggunakan mobil bermesin diesel, lakukan pemeriksaan berkala pada rubber mounting karena knalpot jenis mesin ini lebih mudah sobek. Wajar karena getaran mesin dan knalpot di mesin diesel lebih kencang dibandingkan mesin bensin. Sementara masalah lainnya yakni knalpot penyok yang kerap terjadi pada bagian downpipe setelah exhaust manifold.

Kerusakan pada komponen downpipe terjadi karena posisi knalpot yang paling rendah ke tanah dan bila sudah penyok, aliran gas buang menjadi tidak maksimal. Dampak yang paling terasa dari kerusakan ini adalah tenaga mesin yang tertahan. Jadi, jangan lagi sepelekan peran knalpot bila tidak mau ada efek negatif pada mesin seperti mesin yang loyo atau menjadi boros bahan bakar.

>>> Tips terlengkap seputar mobil bisa ditemukan di Cintamobil.com

Mahmudi Restyanto

Ulasan anda

berita lain