Merawat Panoramic Sunroof Agar Fungsinya Terjaga

06/05/2021

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Cuaca yang tak menentu seperti yang terjadi saat ini penting bagi Anda untuk merawat sunroof panoramic pada mobil kesayangan Anda.

Indonesia kembali memasuki musim pancaroba. Cuaca panas yang terik namun masih terjadi hujan kerap terjadi di sebagian kota di Indonesia. Piranti yang sangat rawan pada kondisi cuaca seperti ini adalah fitur atap sunroof.

>>> Mendukung Mobilitas Tanpa Emisi, Peugeot e-208 Jadi Armada Kepolisian Italia

Gambar menunjukan Panaormic Sunroof

Penting untuk merawat sunroof panaromic pada mobil kesayangan Anda

Perawatan Bisa Mencegah Kebocoran Sunroof

Sunroof model panoramic menjadi fitur standard SUV Premium Peugeot 3008 dan 5008, baik GT-Line atau Allure Plus. Meskipun telah didesain free maintenance, fitur ini tetap perlu perawatan agar penampilan dan kondisinya terjaga. Langkah ini untuk memperpanjang usia pakai hingga mencegah terjadinya kebocoran. Jadi tetap perlu perawatan.

Samsudin selaku National Technical Advisor Astra Peugeot mengatakan bahwa perawatan sunroof perlu dilakukan agar fungsionalnya tetap terjaga. Jika tidak dirawat, dikatakan karet sunroof bisa menjadi keras sehingga menimbulkan kebocoran.

“Pemilik mobil dapat melakukan perawatan sendiri saat di rumah. Karena perlakuan perawatan kurang tepat, kadang dapat mengganggu fungsi sunroof. Seperti karet menjadi keras, kurang rapat dalam menutup, adanya kebocoran hingga timbul jamur pada kaca,” jelas Samsudin dari National Technical Advisor Astra Peugeot.

>>> Cara Perawatan Kolong Mobil Supaya Nggak Karatan

Gambar menunjukan Panaramic sunroof

Tampilan sunroof panoramic di SUV Premium Peugeot 3008 dan 5008       

Cara Merawat Sunroof Panoramic 

Cara merawat sunroof Panoramic tidak jauh beda dengan merawat kaca pada mobil. Materialnya memang sama-sama kaca. Hanya saja kaca pada Sunroof Panoramic lebih tebal. Setiap komponen selalu memiliki usia pakai, keawetan masing-masing komponen tersebut tergantung bagaimana cara merawat dan menjaga komponen itu sendiri.

Bagi Anda yang ingin merawat panoramic sunroof agar fungsionalnya selalu terjaga yang perlu diperhatikan adalah sebisa mungkin hindari parkir di tempat yang terkena sinar Matahari langsung selama terus menerus. Selain itu, juga hindari bekas endapan sisa air hujan atau sisa air setelah mencuci mobil.

Samsudin menambahkan bahwa merawat panoramic sunroof  sama seperti cat dan kaca mobil. Jika terlalu lama terkena paparan sinar matahari ditambah tetesan air hujan, embun, hingga kotoran burung, biasanya sunroof dan panoramic sunroof akan tampak kusam dan timbul jamur. Untuk itu, setelah cuci mobil pastikan bagian atap kaca dilap sampai benar-benar kering. Jika ada sisa-sisa air atau sabun di atap, maka kaca sunroof akan berjamur.

Untuk menjaga kualitas karet-karet pelindung (sil) agar tetap awet, Anda mesti rajin menyingkirkan debu yang mengendap. Pastikan kondisi karet tak mengeras karena terlalu sering terpapar sinar matahari. Dan untuk bentuk perawatannya sendiri, pemilik bisa menyemprotkan permukaan karet dengan cairan silikon.

“Tidak harus rutin. Tapi paling tidak karet-karet di sekitar area sunroof dicek kualitasnya. Kalau memang terlihat kusam dan agak keras bisa di kasih cairan silikon yang dijual dipasaran,” tutup Samsudin. 

>>> Review Peugeot 3008 Allure Plus 2020: SUV Urban Negeri Mode

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top