Merawat Mesin Turbo? Ini Yang Wajib Diperhatikan

14/10/2020

Perawatan dan service

5 menit

Merawat Mesin Turbo? Ini Yang Wajib Diperhatikan
Turbo sudah mulai dipakai di line-up mobil terbaru di Indonesia. Identik dengan komponen performa tinggi, apa saja yang harus diperhatikan saat merawat mesin induksi paksa satu ini?

Mesin turbo saat ini mulai digandrungi banyak pabrikan karena satu dan beberapa hal.

Entah itu untuk mengkompensasi kubikasi mesin yang lebih kecil dan mengejar keseimbangan ideal antara performa dan efisiensi, atau agar mobil semakin kencang, Turbo menjadi bagian yang tak terpisahkan dari mesin mobil modern.

Wuling Cortez Turbo 2019

Cortez jadi salah satu MPV di Indonesia dengan mesin turbo

Begitu juga di Indonesia, beberapa mobil hadir dengan mesin induksi paksa ini, mulai dari mobil dengan aura Sporty seperti Honda Civic, SUV menengah ke atas seperti Honda CR-V, sampai MPV China seperti Wuling Cortez memakai mesin turbo.

Dalam merawat mesin turbo, perlakuannya jelas berbeda dengan mesin Naturally Aspirated (NA). Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Tidak jauh berbeda memang, namun Anda mesti sangat telaten jika tidak mesin akan mudah bermasalah, apa saja sih? Simak uraiannya di bawah ini ya

>>> Mobil turbo lama tak dihidupkan, perhatikan hal ini

Kondisi Oli

Menuangkan oli mobil

Perawatan khusus untuk turbo sendiri tidak ada, namun Anda harus sangat memperhatikan kondisi dan kualitas oli yang dipakai. Ini penting, karena oli membantu pelumasan turbo yang berkerja sangat berat, bahkan sampai 240.000 rpm.

Oleh karena itu, hal pertama yang harus diperhatikan saat merawat mesin turbo adalah oli mobil agar performanya tetap terjaga. Disarankan untuk memakai oli khusus turbo, atau sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Bahan bakar

Mengisi bensin Pertamax Turbo

Selain oli, pemilihan bahan bakar juga tak kalah pentingnya dalam merawat mesin turbo. Bahan bakar oktan tinggi menyempurnakan proses pembakaran di ruang mesin, dan meminimalisir partikel sulfur atau belerang di sisa gas buang.

Hal ini bisa dibilang sangat berbahaya, sebab turbo butuh tekanan gas buang untuk memutar turbin. Dan dua partikel di atas bisa memicu kerusakan turbo dalam jangka waktu panjang. Idealnya, gunakan bbm minimal oktan 92, atau biar lebih aman ikuti rekomendasi pabrikan.

>>> Produsen Turbo Garrett ajukan pailit akibat terlilit hutang

Kebersihan filter udara

Memeriksa filter udara mobil

Kebersihan filter udara juga harus diperhatikan, karena sebelum udara masuk ke dalam turbo harus melewati filter udara terlebih dahulu. Jika kondisi filter sudah kotor dan tak sanggup menyaring udara secara baik, kinerja turbo jadi tak optimal.

Baiknya, lakukan penggantian filter udara saat servis berkala agar kondisi turbo selalu dalam kondisi prima dalam kondisi optimal.

Jangan langsung mematikan mesin

Mematikan mesin mobil

Hal terakhir yang harus diperhatikan merawat mesin turbo, dan tak kalah pentingnya. Jangan langsung mematikan mesin setelah sampai tujuan, loh kenapa? Jadi begini, turbo bekerja dalam kondisi ekstrim dengan putaran sangat tinggi, sampai 240.000 rpm. Oleh karena itu, disarankan jangan langsung mematikan mobil saat berhenti.

Diamkan dulu sebentar, sekitar 30 detik untuk menurunkan putaran turbin. Hal ini juga membuat sirkulasi oli yang sedang bergerak cepat tidak langsung berhenti untuk menjaga usia komponen turbo.

Bagaimana, tidak terlalu susah kan langkah merawat mesin turbo di atas? Kuncinya harus telaten, dan mengikuti standar yang sudah disarankan pabrikan untuk mobil agar kondisinya selalu prima. Untuk tips & trik yang tak kalah menariknya bisa disimak di sini.

>>> Pengalaman, tips & trik merawat dan servis mobil di Indonesia

Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.
 
back to top