Mengintip Cara hingga Biaya Perawatan Mobil Listrik

10/02/2021

Perawatan dan service

4 menit

Share this post:
Mengintip Cara hingga Biaya Perawatan Mobil Listrik
Meski minim komponen, perawatan mobil listrik tetap harus dilakukan. Lantas apa saja perawatan mobil listrik dan juga berapa biaya yang harus dikeluarkan?

Dibekali teknologi tinggi, tak sedikit yang menduga biaya perawatan mobil listrik akan lebih menguras kantong ketimbang mobil konvensional. Realitanya komponen mekanis pada mobil listrik tak sebanyak mobil bermesin konvensional lainnya. Di satu sisi, ini bisa saja berarti bahwa mobil listrik tak membutuhkan perawatan ekstra. Benarkah demikian? 

Yang namanya benda bergerak, pasti ada masa pakainya tersendiri. Kalau di mobil konvensional mesin tentunya mendapat perhatian ekstra. Mesin memiliki ribuan komponen bergerak sehingga dibutuhkan perawatan berkala pada interval tertentu.

Mobil listrik pun demikian, hanya interval dan penggantian komponennya berbeda. Mengutip Autocar, Rabu (10/2/2021), motor listrik sebagai penggerak memiliki komponen yang tak lebih dari 20. 

mesin mobil

Mesin mobil konvensional lebih rumit ketimbang motor listrik

>>> Ini Penyebab dan Cara Memperbaiki Aki Mobil Tekor

Perawatan Mobil Listrik Dilakukan dengan Pengecekan Berkala

Walhasil, tak perlu ada pergantian oli, filter oli, dan sederet komponen lainnya. Tapi itu bukan berarti mobil listrik tak mendapat perawatan. Motor listrik yang tersemat pada mobil tanpa asap ini tetap harus dicek karena ada potensi kesalahan pada sistem. Pun demikian dengan baterainya. Walaupun tidak memiliki komponen bergerak sama sekali, masing-masing sel baterai tetap harus dicek guna memastikan bisa memberikan performa optimal. 

Teknisi bakal menggunakan kabel listrik bervoltase tinggi untuk inspeksi visual. Nantinya dapat diketahui kerusakan ataupun adanya aliran yang putus. Transmisi pun begitu. Transmisi mobil listrik memiliki tak lebih dari satu gigi mundur dan maju. Tipe girboksnya tidak serumit transmisi manual multirasio, otomatis, ataupun twin-clutch. 

kendaraan listrik

Komponen tetap harus dicek dalam periode tertentu

Seperti mobil konvensional pada umumnya, mobil listrik juga punya sistem pendingin. Pada mobil listrik, pendingin berfungsi untuk menjaga baterai bekerja pada temperatur yang optimal. Kebanyakan menggunakan cairan pendingin dan membutuhkan pengecekan untuk volumenya. Bahkan kalau kurang pun harus ditambahkan. 

Kemudian, perawatan mobil listrik lainnya kurang lebih sama dengan mobil berbahan bakar konvensional. Misalnya pada rem yang tetap harus dilakukan penggantian bila perlu. Terlebih, kebanyakan mobil listrik memiliki bobot lebih berat sehingga harus bekerja lebih keras. Keseluruhan sistem hidroliknya seperti minyak rem, membutuhkan penggantian setidaknya tiap dua tahun sekali. 

>>> 5 Hal yang Bikin Konsumen Masih Ragu Beli Mobil Listrik di Indonesia

Biaya Perawatan Mobil Diklaim Lebih Minim

Suspensi dan komponen setir juga tak luput dari perhatian. Ban pun tak boleh dihiraukan begitu saja. Menanggung bobot yang lebih berat, serta distribusi torsi yang lebih cepat maka ban berpotensi lebih cepat aus kecuali bannya khusus untuk mobil listrik. Sistem ventilasi juga perlu dicek dan kalau perlu filter udaranya harus diganti. 

kendaraan listrik

Minimnya komponen membuat biaya perawatan kendaraan listrik diklaim lebih hemat

Punya komponen bergerak yang lebih sedikit, biasanya interval perawatan mobil tanpa asap itu juga tak banyak. Interval perawatan ini berbeda-beda, tergantung dari para pabrikan. Sebagai gambaran, Nissan Leaf yang memiliki jadwal perawatan berkala setiap setahun sekali atau 29.000 km pertama, tergantung mana yang lebih dulu tercapai. Sedangkan Porsche Taycan memiliki interval perawatan setiap dua tahun sekali atau 32.000 km pertama. 

Biaya servis mobil listrik pun diklaim lebih irit karena minimnya komponen penyusun di dalamnya. Nissan Leaf misalnya, perawatan berkala dalam dua tahun sekali menghabiskan biaya 368 Poundsterling atau setara RP 7,1 juta.   

>>> Amankah Mobil Listrik Ketika Menghadang Banjir?

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020

Berita lain

Review DFSK Gelora E 2020: Mobil Listrik Serbaguna Pertama Di Kelasnya

Rp175.000.000

14/03/2020

Editor rate:

Pabrikan asal Tiongkok tak henti-hentinya menggempur pasar mobil Indonesia, salah satunya DFSK yang jadi pionir di kelasnya, berikut adalah review DFSK Gelora E

Lihat juga

Review Nissan Leaf 2019: Siap Jawab Tantangan Mobil Listrik Indonesia Tahun Depan

02/08/2019

Editor rate:

Nissan memastikan diri akan ikut bagian dalam pergerakan mobil elektrik di Indonesia di 2020 mendatang membawa Nissan Leaf. Seperti apa sosok mobil ini, dan mungkinkah ia dipergunakan dengan kondisi jalanan Indonesia?

Lihat juga

Profil Mitsubishi Outlander PHEV 2018, Mobil Listrik Kekinian Tercanggih Dari Mitsubishi

29/06/2018

Editor rate:

Berbekal konsep plug-in hybrid, Mitsubishi Outlander PHEV merupakan jembatan sempurna bagi Indonesia untuk memasuki era mobil listrik.

Lihat juga

Penjualan Mobil Listrik Tertinggi Dikuasai 5 Merek Ini

07/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Tesla paling sukses menjual mobil listrik di 2020. Bagaimana dengan yang lain, berikut 5 group otomotif dengan penjualan mobil listrik tertinggi tahun 2020.

Lihat juga

Studi: Masyarakat Indonesia Kian Antusias dengan Mobil Listrik

04/02/2021

Pasar mobil

5 menit

Studi Nissan oleh Frost & Sullivan ternyata mengungkap hambatan untuk memiliki mobil listrik di ASEAN dan Indonesia telah berkurang secara signifikan...

Lihat juga
 
back to top