Mengenal TPMS, Sistem Cerdas Pemantau Tekanan Ban Mobil

10/07/2019
Seiring berekembangnya zaman, teknologi mobil menjadi semakin maju. Salah satunya dengan Tyre Pressure Monitoring System, yang membantu pengemudi mengetahui kondisi bannya. Tapi bagaimana cara kerjanya?

Fungsi Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) adalah memperingatkan bahwa satu atau beberapa ban mobil Anda mengalami kekurangan angin, yang akan berbahaya jika dibiarkan.

Indikator TPMS menyala saat ban kempes

Saat ban kempes, indikator TPMS akan langsung menyala di MID mobil Anda

Saat hal itu terjadi, maka indikator berwarna oranye dan berbentuk seperti tapal kuda dengan tanda seru di tengahnya akan menyala. Jelas, TPMS sangat membantu para pengemudi menyadari kondisi bannya, dan menanggulangi kecelakaan akibat ban kurang tekanan.

>>> Kenali cara kerja Cruise Control agar perjalanan semakin nyaman

Sebelum TPMS ditemukan, satu-satunya cara Anda mengetahui tekanan ban aman atau tidak adalah dengan keluar mobil, dan menancapkan alat pengukur tekanan ban pada ban. Tentu tidak praktis dan cukup berisiko karena pengemudi tidak tahu kondisi bannya secara real-time.

Saat ini, terdapat dua jenis TPMS yang digunakan, yakni TPMS langsung (Direct TPMS) dan TPMS tidak langsung (Indirect TPMS). Apa saja perbedaan keduanya? Simak penjelasannya di bawah ini

Direct TPMS (TPMS Langsung)

Cara kerja sistem TPMS langsung

Karakteristik dan konsep kerja direct TPMS (TPMS langsung)

Direct TPMS mengandalkan sensor pressure monitoring pada tiap ban yang bertugas memonitor tekanan angin, bukan sekadar data perputaran ban dari sistem ABS.

Sensor direct TPMS bahkan dapat menyediakan info seputar suhu ban. Semua data dari sensor TPMS dikirimkan secara nirkabel menuju sebuah modul pusat di mana data tersebut dianalisa, diterjemahkan, dan jika tekanan ban lebih rendah dari seharusnya, langsung dirimkan menuju Multi Information Display mobil Anda melalui indikator yang menyala.

>>> Temukan mobil dengan harga serta kondisi terbaik di sini

Tiap sensor memiliki nomor serial sendiri-sendiri, dan sistem tidak hanya membedakan antara mobil satu dengan lainnya, namun lebih spesifik lagi. Antara satu ban dengan lainnya.

Tiap pabrikan memiliki teknologi direct TPMS masing-masing, jadi Anda hanya bisa memperbaiki sensor tersebut di bengkel khusus dan tidak sembarangan.

Indirect TPMS (TPMS Tidak langsung)

Cara kerja sistem TPMS tidak langsung (Indirect TPMS)

Cara kerja TPMS tidak langsung (Indirect TPMS)

Berbeda dari direct TPMS yang memiliki sensor khusus untuk memonitor tekanan angin ban, indirect TPMS bergantung pada sensor kecepatan roda yang digunakan ABS. Sensor ini mengukur seberapa tinggi perputaran tiap-tiap roda, dan dapat digunakan sistem komputer on-board untuk membandingkan tiap roda, serta data lainnya semisal kecepatan.

>>> Lebih dekat dengan teknologi terbaru mobil di sini

Berdasarkan tingkat perputaran tiap roda, komputer dapat menerjemahkan tekanan ban wajar pada mobil Anda. Saat ban berputar lebih cepat dari yang diperkirakan, komputer biasanya menyimpulkan tekanan ban di bawah standar dan langsung memperingati pengemudi.

Jadi, indirect TPMS pada dasarnya tidak mengukur tekanan ban. Cara kerjanya tidak sama seperti Anda mengukur tekanan ban dengan alat pengukur, melainkan mengukur seberapa cepat ban berputar, dan mengirimkan sinyal ke komputer jika ada kelainan dalam rotasi.

Untuk mengetahui tips & trik otomotif lebih lengkap, silahkan kunjungi Cintamobil.com.

Derry Munikartono

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
1

berita lain