Mengenal Jenis Busi Aftermarket Serta Pengaruhnya Pada Mesin

24/07/2019

Perawatan dan service

4 menit

Share this post:
Mengenal Jenis Busi Aftermarket Serta Pengaruhnya Pada Mesin
Busi aftermarket menjadi salah satu komponen aftermarket yang paling sering dipasang. Padahal, karakter busi aftermarket berbeda dengan busi standar. Untuk itu, yuk kita mengenal jenis busi aftermarket serta pengaruhnya pada mesin.

Di pasaran, terdapat beberapa material elektroda busi aftermarket, mulai dari silver (perak), copper (tembaga), gold (emas), Platinum hingga Iridium. Keempat material elektroda tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda. Misal, untuk kemampuan dalam mengaliri listrik, material silver menjadi yang terbaik, begitu pun dengan kemampuan untuk menghantarkan panas. Sementara ketiga material elektroda lainnya memiliki kemampuan sedikit dibawah silver.

Foto busi aftermarket dengan material  iridium

Busi aftermarket dengan material iridium paling banyak diaplikasi karena dianggap memiliki performa dan daya tahan paling baik

>>> Artikel terkait lainnya:

Pada busi aftermarket tipe high performance, kerap menggunakan material iridium. Material satu ini terkenal lantaran memiliki daya tahan yang sangat baik terhadap panas dan tekanan kompresi mesin. Sehingga cocok untuk digunakan untuk mobil berperforma tinggi maupun kompetisi. “Namun mobil dengan mesin standar tidak disarankan menggunakan busi untuk kompetisi atau racing,” sahut Ivan J dari workshop 1st Performance di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur. Hal tersebut lantaran karakter busi high performance atau racing tidak cocok dengan karakter mesin harian yang lebih sering stop and go. Sehingga performa busi pun tak akan maksimal dalam membakar campuran udara dan bahan bakar.

Foto proses pembakaran di mesin

Busi high performance memiliki kemampuan lebih baik dalam menahan tekanan dan suhu tinggi pada mesin, sehingga cocok untuk mesin yang telah diupgrade kemampuannya atau untuk keperluan kompetisi 

Selain material, busi aftermarket juga memiliki spesifikasi heat range, atau biasa dikenal sebagai busi panas atau dingin. Perbedaan busi panas atau busi dingin dibuat berdasarkan karakter busi dalam menghantarkan suhu panas. Busi panas memiliki karakter sulit untuk melepas suhu panas dari pembakaran mesin. Umumnya, busi panas digunakan sebagai busi standar mobil, dengan asumsi pengendaraan harian tidak menghasilkan temperatur dan tekanan yang ekstrim tinggi di ruang bakar.

>>> Tips perawatan terbaik lainnya ada di sini

Foto busi berdasarkan spesifikasi heat rangenya

Ketika ingin mengganti busi aftermarket, perhatikan spesifikasi heat range-nya agar busi dapat bekerja optimal

Karakter ‛khas’ dari busi panas, ketika mesin mencapai suhu lebih dari 850 derajat Celcius, maka akan terjadi pre-ignition, kondisi dimana bahan bakar akan terbakar dengan sendirinya akibat tingginya suhu ruang bakar. Pada saat itu, busi panas tak lagi bisa memercikkan api dengan optimal. “Sehingga efeknya mobil bisa terjadi knocking atau ngelitik,” tambah Ivan. Untuk busi panas menggunakan kode angka 1-8. Namun untuk busi buatan Bosch, menggunakan kode 9-18 (maksimal 37).

>>> Pilihan mobil bekas berkualitas disini

Foto penumpukkan kotoran dan karbon pada busi

Penggunaan busi yang salah bisa mempercepat penumpukkan kotoran dan carbon pada elektroda dan memperpendek usia busi

Sementara karakter busi dingin memiliki karakter untuk melepas panas lebih baik. Sehingga, mampu memercikkan api tetap optimal saat suhu mesin ekstrim tinggi. Namun di lain sisi, busi dingin jika dibawah suhu 400 derajat Celcius, akan terjadi proses carbon fouling, yakni bahan bakar tak mampu terbakar sempurna sehingga bahan bakar yang tak terbakar akan menumpuk pada busi. Untuk busi dingin menggunakan kode angka 9-18. Namun untuk busi buatan Bosch, menggunakan kode 1-8. Busi tipe ini cocok untuk mesin yang telah diup-grade performanya, seperti menggunakan peranti forced induction.

Penggunaan busi pada mesin dengan turbocharger

Penggunaan busi aftermarket atau high performance akan terasa maksimal pada mesin yang telah diupgrade performanya

Penggunaan busi afftermarket baik tipe high performance atau kompetisi untuk mobil standar, tidak akan berpengaruh banyak pada performa mesin atau bahkan berpotensi mengganggu kerja mesin. Hal tersebut dikarenakan material pada busi kompetisi yang dibuat untuk bekerja dalam suhu dan tekanan yang tinggi. Sehingga pada mesin standar, performa busi aftermarket tak akan bekerja secara optimal. Selain itu, harga busi aftermarket khususnya yang tipe kompetisi rata-rata cukup mahal, yakni berkisar antara ratusan ribu bahka mencapai jutaan Rupiah per buah-nya. Jadi, jangan langsung tergoda memasang busi aftermarket ya!

>>> Klik di sini untuk artikel tips & trik lainnya

Share this post:

Berita lain

Modifikasi Pelek City Car, Gak Usah Terlalu Besar!

12/07/2019

Perawatan dan service

4 menit

Modifikasi pelek city car akan mendongkrak penampilan mobil tersebut saat digunakan sehari-hari. Namun perlu diperhatikan beberapa hal ketika mengganti pelek standar mobil Anda yang berukuran cenderung mungil..

Lihat juga

Praktisnya Upgrade Performa Mesin Diesel Lewat Aplikasi Intercooler Aftermarket

19/05/2019

Perawatan dan service

4 menit

Upgrade performa mesin diesel modern memang semakin mudah, salah satunya adalah dengan memasang intercooler aftermarket. Namun pemasangannya perlu perhitungan, agar peningkatan tenaga bisa dicapai optimal

Lihat juga

Upgrade Audio Suzuki Ertiga GL 2019, Mulai Dari Rp 1,5 Jutaan!

14/05/2019

Perawatan dan service

4 menit

Audio sudah fitur wajib di mobil dan bagaikan sahabat setia dalam perjalanan. Kali ini, kami membahas seputar upgrade audio Suzuki Ertiga GL 2019 yang dikeluhkan kualitas audionya oleh pemiliknya dengan menghadirkan beberapa opsi, mulai dari paling terjangkau hingga beberapa opsi lanjutannya. Simak bahasannya berikut ini

Lihat juga

Upgrade Performa Mesin Praktis Dengan Aplikasi Saringan Udara Aftermarket Tipe Replacement

Ingin upgrade performa mesin praktis namun tetap aman untuk harian? Anda bisa memulainya dengan memasang saringan udara aftermarket tipe replacement

Lihat juga

Tips Modifikasi Mesin All New Toyota Kijang Innova - Tembus 238 Hp

Modifikasi mesin All New Toyota Kijang Innova ini tentu berguna bagi Anda yang ingin meningkatkan tenaga mesin dari mobil tujuh penumpang tersebut. Menariknya, modifikasi ini masih bisa dipakai harian dengan bahan bakar Bio Diesel.

Lihat juga
 
back to top