Mengenal Baterai yang Dipakai pada Mobil Hibrida, Plug In Hibrida, dan Mobil Listrik

Share this post:
Mengenal Baterai yang Dipakai pada Mobil Hibrida, Plug In Hibrida, dan Mobil Listrik
Di 2018 ini, ada puluhan mobil hibrida, hibrida pulg-in dan mobil listrik yang ditawarkan oleh produsen otomotif. Dengan beragam pilihan yang ada, Anda juga harus mengetahui perbedaan baterai yang dipakai pada mobil hibrida, plug in hibrida, dan mobil listrik.

Tahun ini, Nissan Leaf merupakan mobil listrik terlaris di dunia, diikuti oleh Tesla Model S. Indonesia juga berkesempatan membuka pasar yang lebih beragam hingga mobil listrik. Untuk itu, sebelum Anda memilih kendaraan yang cocok untuk berkendara, Anda bisa memilih rekomendasi berdasarkan baterai yang dipakai pada mobil hibrida, plug in hibrida dan mobil listrik.

1. Baterai Li-Ion

Awalnya dipakai untuk daya elektronik genggam, seperti laptop dan smarthphone, Li-ion terus berevolusi selama satu dekade belakang. Sebagian besar mobil hibrida dan mobil listrik modern yang sudah diproduksi atau akan diproduksi menggunakan baterai ini. Meskipun banyak yang menggunakan baterai Li-ion NMC, tapi bukan berarti Li-ion secara keseluruhan adalah baterai yang pas untuk kendaraan, karena baterai lama juga masih memiliki daya tahan yang baik jika direkayasa dengan benar.

Berikut cara kerja baterai Li-ion pada kendaraan

a. Kelebihan

Kelebihan besar Li-ion terdiri dari rasio energi terhadap berat yang lebih baik, kecepatan pengisian dan hampir tidak ada efek memori. Berat yang lebih ringan memungkinan produsen untuk meningkatkan jangkauan dan kinerja. Selain itu, baterai jenis ini juga memiliki daya tahan yang cukup baik dalam setiap siklus pengisian daya.

b. Kerugian

Sejauh ini, kelemahan terbesar untuk baterai Li-ion secara umum berputar pada biaya roduksi yang jauh lebih tinggi dari jenis baterai lainnya. Dibandingkan dengan baterai berbasis nikel, Li-ion 40% lebih mahal. Selain itu, Li-ion juga masih tunduk pada penuaan, terutama jika tidak disimpan dengan baik. Dalam industri otomotif saat ini, Li-ion memiliki sikulus hidup mencapai 10 tahun.

>>> Baca juga Mengenal penggunaan baterai Lithium ion pada mobil

2. Baterai Nikel-Metal-Hydride (Ni-MH)

Jenis tertua dari yang disebut dengan baterai modern yaitu baterai Ni-MH yang masih digunakan dalam banyak kendaraan hibrida. Tidak seperti Li-ion, baterai Ni-MH membutuhkan hidrogen, nikel, dan titanium atau sejenisnya untuk menyimpan energi. Gabungan elemen ini menjadikan biaya yang lebih rendah untuk diproduksi dibandingkan dengan Lithium ion.

Berikut cara kerja baterai Nikel-Metal-Hydride (NiMH)

 

a. Kelebihan

Sejauh ini, peningkatan terbesar baterai NiMH adalah daya tahan mereka. Jenis baterai yang lebih modern perlu dimanjakan agar tahan lama. Tapi NiMH merupakan ‘anak bandel’ yang tidak perlu perawatan khusus. Karena bandel, NiMH tidak perlu tindakan pencegahan ekstra yang diperlukan ketika didaur ulang karena mereka hanya mengandung sedikit racun ringan dibandingkan dengan baterai lain.

b. Kerugian

Rintangan utama NiMH madalah kepadatan energi mereka yang rendah, yaitu sekitar 40% lebih rendah dibandingkan Li-ion. Hal ini membuat NiMH jauh lebih berat. Terlebih, ketika NiMH cepat diisi dan kemudian bekerja dengan beban tinggi, baterai akan menghasilkan banyak panas. Karena itu, sistem pedingin terpisah diperlukan yang akhirnya menambah bobot mobil.

>>> Baca juga tips perawatan lainnya disini

3. Baterai lainnya

Ada banyak jenis baterai lain yang digunakan, tapi tidak ada satupun yang menjadi revolusioner dalam meningkatkan kondisi mengemudi dan ketahanan bagi mobil. Beberapa baterai lain yang digunakan untuk mobil modern misalnya:

  • Cobalt Oxide. Telah dipasarkan selama lebih dari satu dekade, baterai jenis ini menyalakan peralatan kecil seperti telepon seluler, mainan atau laptop. Dua kelemahan baterai jenis ini adalah pelarian termal dan biaya produksi. Tapi secara keseluruhan, baterai ini sangat baik dalam kepadatan energi.

Gambar yang menunjukan cara kerja baterai Cobalt Dioxide pada mobil

Cara kerja baterai Cobalt Oxide pada mobil

  • Iron Phosphate. Merupakan salah satu baterai yang paling sabil dan biaya produksi yang murah. Namun, karena baterai ini bekerja pada tegangan yang rendah, Anda membutuhkan banyak baterai ini untuk menyalakan mobil listrik yang lebih besar.
  • Lithium-Air (LiAir). Sejauh ini, LiAir menjadi teknologi baterai baru yang paling menarik. Menggunakan oksidasi lithium pada anoda, LiAir mengurangi oksigen pada katoda untuk menginduksi aliran arus. Dua keunggulan utama baterai jenis ini adalah kepadatan energi yang besar, hampir sama dengan bensin, dan 5 hingga 15 kali lebih tinggi daripada baterai lithium ion.

Kita masih memiliki beberapa tahun lagi dari jenis baterai alternatif pengisi baterai yang dipakai pada mobil hibrida, plug in hibrida, dan mobil listrik. Namun, dengan perkembangan teknologi dan teknisi yang berusaha meningkatkan pengalaman mengemudi dan kenyamanan, bukan tidak mungkin kita bisa menemukan baterai paling cocok dipakai untuk kendaraan modern masa depan.

>>> Baca juga tips dan trik lainnya disini

Share this post:
 
back to top