Memasang Stiker Keluarga, Apa Saja Bahayanya?

Share this post:
Memasang Stiker Keluarga, Apa Saja Bahayanya?
Meski sudah tak sesering dulu, beberapa mobil di jalan masih terpasang stiker yang berisi informasi anggota keluarga. Sebenarnya apa sih bahayanya?

Ilustrasi stiker keluarga

Terkadang, ada juga nama papa, mama, dan anak-anaknya (foto: Astaga)

Tulisan Happy Family dengan karakter kartun anggota keluarga kerap menghiasi bagian kaca belakang mobil. Terkadang ada juga yang menyertakan peliharaan, bahkan menuliskan nama tiap orang. Mungkin niat beberapa pengguna mobil tersebut adalah ingin menunjukkan bahwa keluarga mereka baik-baik saja, serta merupakan satu tim solid.

>>> Baca juga: Begini cara merawat stiker biar awet!

Hingga kini, beberapa penjual online di platform e-commerce masih menyediakan stiker keluarga dengan berbagai bentuk dan harga. Kisaran harga pun bervariasi, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 60 ribu, tergantung banyaknya anggota keluarga.

Perusahaan penyedia jasa stiker keluarga asal Amerika Serikat, Familystickers pun angkat bicara. Dilansir dari laman indystar, Aaron Ellsworth sang pendiri sepakat bila informasi awal sebuah keluarga bisa ketahuan dari stiker happy family. “Jika orang-orang ingin melihat seperti apa keluarga Anda, mereka hanya perlu melihat lewat jendela mobil,” tuturnya.

>>> Cari mobil untuk keluarga? Cintamobil.com punya berbagai pilihan!

Ilustrasi kriminal

Informasi-informasi ini bisa saja dimanfaatkan kriminal (foto: Indystar)

Kepolisian dari beberapa negara bagian di Negeri Paman Sam pun menyarankan untuk mencabut aksesoris tersebut. Mereka juga menunjukkan kemungkinan prosedur para pelaku kriminal menjalankan aksinya lewat informasi figur di stiker keluarga.

>>> Mau tau tips merawat mobil Anda lainnya? Semua ada di Cintamobil.com

Selain nama, orang-orang tak bertanggung jawab juga memanfaatkan atribut yang dikenakan figur-figur kartun tersebut, seperti kemeja sang ayah, menunjukkan pekerja kantoran, jilbab ibu, tanda keluarga muslim, atau pernak-pernik lain anak-anak yang bisa menunjukkan karakteristik mereka. Meski belum tentu akurat, namun tetap ada peluang untuk menimbulkan kerugian dengan modal iseng-iseng.

Di Indonesia sendiri, belum diketahui apakah beberapa kasus penipuan atau telepon gelap berasal dari informasi di stiker keluarga. Pun demikian, sebisa mungkin hindari untuk menyebar informasi pribadi ke khalayak. Lebih baik ganti dengan stiker lain, seperti komunitas atau motif-motif tertentu. Tentu kita tak ingin kabar hoax seorang anggota keluarga terjerat narkoba, lalu minta tebusan supaya bisa bebas, atau bahkan kasus penculikan menimpa keluarga sendiri. 

>>> Baca tips Cintamobil.com lainnya di sini!

Share this post:
 
back to top