Masih Suka Mencampur BBM Beda Oktan? Awas, Mesin Mobil Bisa Begini!

22/09/2021

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Adakah dari Anda yang masih suka mencampur BBM beda oktan? Sebaiknya kebiasaan tersebut mulai dihindari karena mesin mobil lama kelamaan bisa begini lho!

Perilaku pengendara di Indonesia memang unik. Apalagi kalau bicara soal bahan bakar, perdebatan mungkin tak akan usai. Misalnya menggunakan BBM di bawah standar pabrikan atau justru mencampur dengan tingkat oktan berbeda. Paling cukup sering ditemui adalah mencampur BBM dengan oktan berbeda.

Adakah dari Anda yang masih suka mencampur BBM beda oktan? Di Indonesia mencampur BBM dengan tingkat kandungan oktan berbeda sepertinya sudah menjadi hal lumrah. Alasan utamanya sudah pasti efisien dari sisi biaya.

BBM mobil

Gunakan BBM sesuai anjuran dari pabrikan 

>>> Pakai BBM RON Tinggi Bikin Irit BBM?

Mencampur BBM Beda Oktan Bisa Bikin Piston Rusak

Bila mobil digunakan sebagai kendaraan operasional untuk menemani kegiatan sehari-hari alasan ini tentu masuk akal. Siapa sih yang tidak mau pengeluarannya lebih hemat? Sayangnya, kebiasaan tersebut bisa berdampak buruk pada mesin mobil Anda. 

Penggunaan BBM pada mobil sebaiknya mengikuti anjuran dari pabrikan. Hal ini dilakukan agar mesin bisa memberikan performa yang optimal. Pun demikian dengan konsumsi bahan bakarnya, penggunaan oktan yang sesuai bisa membuat mobil lebih hemat. 

"Cuma saya mau kasih tahu bahwa risiko yang dihadapi untuk bahan bakar lebih rendah ini bukan hanya knocking tapi juga bisa merusak ruang bakar, bisa merusak piston itu risiko besarnya," ungkap Pereli Nasional sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia Rifat Sungkar dalam bincang virtual belum lama ini.

Tapi lain cerita bila Anda tengah berada dalam kondisi darurat. Mencampur BBM dimungkinkan, karena yang namanya darurat tentu tak terjadi terus-menerus. Tetapi usahakan Anda mengisi BBM dengan tingkat kandungan oktan yang sama guna mencegah hal yang tidak diinginkan. 

"Tiba-tiba merek X ini nggak ada, adanya merek Z, dicampur boleh apa nggak untuk keadaan emergency boleh aja selama oktannya sama, karena kalau kita punya kebiasaan mencampur oktan yang berbeda-beda dengan tujuan 90+95 sama dengan 92,5 lah gitu ya, ini yang nggak baik karena ternyata struktur molekul dari konstruksi mineral dan juga chemical BBM kan bukan hanya oktan ya tapi juga tingkat oksidasi oksigen dan oktan booster yang ada di dalamnya dan beberapa kimia lagi itu nggak senyawa," jelas Rifat yang juga Brand Ambassador salah satu merek BBM di Tanah Air. 

>>> Benarkah Warna Mobil Pengaruhi Konsumsi BBM? Begini Penjelasannya

ECU Bakal Bekerja Lebih Keras

Gambar menunjukkan ECU mobil BOSCH

Penggunaan BBM beda oktan juga membuat ECU bekerja lebih keras

Keseringan mencampur BBM ini juga akan mempengaruhi kinerja ECU (Electronic Control Unit) pada mobil. ECU kata Rifat harus bekerja keras menyeimbangkan dua jenis BBM dengan kandungan oktan yang berbeda.

Nah, kalau Anda sudah terlanjur melakukan kebiasaan tersebut sebaiknya segera ditinggalkan. Pun demikian bagi Anda yang belum pernah mencampur BBM, jangan sekali-kali melakukannya agar mobil bisa lebih tahan lama. 

"Jadi tolong kalau bisa jangan dicampur yang oktannya berbeda-beda," ucapnya lagi.

>>> Berapa Konsumsi BBM Honda Freed di Indonesia?

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top