Lampu PJU Mati Bukan Alasan untuk Ganti Bola Lampu Mobil

17/07/2021

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Pada dasarnya, lampu PJU mati bukan menjadi alasan untuk langsung mengganti bola lampu standar dengan bola lampu produk aftermarket yang berdaya lebih besar

Demi menekan penyebaran wabah Covid-19 yang semakin menggila belakangan ini, muncul berbagai pemikiran untuk mengurangi mobilitas warga. Antara lain memperpanjang masa PPKM Darurat hingga enam pekan dan mematikan lampu penerangan jalan umum (PJU) pada malam hari. Untuk wacana lampu PJU mati akan diterapkan pada kawasan selektif tertentu dan ide dasarnya digulirkan oleh sejumlah pemerintah daerah setempat dari beberapa provinsi di Indonesia.  

>>> Gelap Gulita! Lampu Jalan di Semarang Dimatikan Selama PPKM Darurat

Ganti Bola Lampu 

gambar lampu

Mengganti bola lampu yang berdaya lebih besar untuk antisipasi lampu jalan dimatikan 

Menghadapi wacana pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU) alias lampu PJU mati, beberapa teman pengguna mobil berencana mengganti bola lampu standar pada mobilnya dengan bola lampu yang berdaya lebih besar. “Karena cahayanya lebih terang, jadi tidak masalah kalau terpaksa harus jalan malam hari karena ada urusan mendadak dan lampu jalan mati.” Begitu salah satu alasan yang mereka sampaikan.  
 

Bola Lampu Standar

gambar bohlam

Bola lampu standar sudah cukup untuk pemakaian sehari-hari 

Pada dasarnya, pabrikan otomotif sudah merancang sistem penerangan (lampu kendaran bermotor) dengan standar yang sama untuk berbagai macam kondisi pemakaian. Sebagai contoh, lampu depan dengan bola lampu halogen 55 Watt (low beam)/65W (high beam) sudah cukup untuk memberikan pencahayaan optimal terhadap kondisi jalan di depan kendaraan.

Bahkan saat ini bola lampu halogen sudah banyak digantikan oleh lampu LED yang lebih hemat listrik dan lebih terang namun tidak menyilaukan pemakai jalan yang berlawanan arah. Sebenarnya, dalam kondisi gelap gulita sekalipun, jalan di depan kendaraan masih bisa diterangi oleh cahaya dari sistem lampu standar.

Jangan Asal Ganti 

gambar bohlam

Bola lampu dengan daya besar dapat menyebabkan rumah lampu meleleh

Terkait keinginan untuk  mengganti bola  lampu standar dengan produk aftermarket, M Syaiful selaku pemilik bengkel Garage 23 di kawasan Serpong, Banten, angkat bicara.

“Ada konsumen yang minta ganti bola lampu standar (55 W/65 W) dengan bola lampu yang berdaya lebih besar (90 W/100 W). Saya berikan gambaran kepada konsumen sebelum mengganti bola lampu. Pertama, sistem kelistrikan lampu harus disesuaikan dengan daya listrik yang lebih besar. Kedua rumah lampu (plastik) bisa meleleh karena kepanasan. Ketiga, potensi bahaya kebakaran pada mobil,” jelas M Syaiful yang kerap dipanggil Ipul.  

Perhatikan Tiga Hal   

gambar poles

Cahaya lampu depan terasa redup? Coba bersihkan dahulu rumah lampu yang buram 

Menurut M Syaiful yang juga hobi modifikasi Suzuki Jimny, lampu PJU mati bukan menjadi alasan untuk langsung mengganti bola lampu. Intinya, sebelum mengganti bola lampu standar dengan bola lampu yang berdaya lebih besar, perhatikan lebih dahulu tiga hal berikut. Boleh jadi, masalah lampu mobil terletak pada hal-hal di bawah ini.

Pertama, apakah rumah lampu dalam kondisi bersih dan sehat? Kalau kondisinya buram atau kotor, segera bersihkan supaya cahaya lampu tidak temaram. Kedua, apakah kaca depan dilapisi kaca film yang terlalu gelap? Kalau ya, ganti dengan kaca film yang lebih terang. Ketiga, periksa kondisi mata pengemudi dan konsultasikan dengan dokter ahli mata. Siapa tahu sudah waktunya ganti kaca mata dan butuh obat mata.    

"O iya, mohon diingat, tips ini untuk mereka yang harus keluar rumah pada malam hari karena ada keperluan penting selama masa PPKM Darurat. Jika tidak ada urusan penting, di rumah saja."  

>>> Kenali Penyebab dan Solusi Lampu Mobil Berembun

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top